{"id":7978,"date":"2026-08-21T17:09:07","date_gmt":"2026-08-21T10:09:07","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=7978"},"modified":"2026-08-21T17:09:07","modified_gmt":"2026-08-21T10:09:07","slug":"gen-ai-ai-leaders-vs-ai-laggards","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2026\/08\/gen-ai-ai-leaders-vs-ai-laggards\/","title":{"rendered":"Gen AI: AI Leaders Vs AI Laggards"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Petrus Hepi Witono<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mengapa <em>Generative AI (Gen AI)<\/em> masih sering diremehkan, padahal peluangnya begitu besar? Mungkin karena manusia cenderung takut pada sesuatu yang belum sepenuhnya dipahami. Setiap revolusi teknologi selalu menghadirkan dua kelompok: mereka yang melihat teknologi sebagai ancaman, dan mereka yang melihatnya sebagai peluang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gen AI adalah teknologi kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan konten baru\u2014teks, gambar, audio, video, kode, hingga ide\u2014berdasarkan pola yang dipelajarinya dari data. Tetapi nilai terbesar Gen AI bukan sekadar kemampuannya \u201cmembuat sesuatu\u201d. Nilainya terletak pada kemampuannya memperbesar kapasitas manusia untuk berpikir, bekerja, belajar, mencipta, dan mengambil keputusan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-7979 alignright\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Hepi-3.jpg\" alt=\"\" width=\"169\" height=\"226\" \/>Fola Yahaya, dalam<em> Quite Possibly the Best Introduction to AI<\/em>, mengajukan pertanyaan menarik: <em>\u201cIs AI your greatest opportunity or your biggest blind spot<\/em>?\u201d Filosofinya sederhana: teknologi yang sama dapat menjadi peluang bagi seseorang, tetapi menjadi titik buta bagi orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di sinilah muncul istilah AI Leaders dan AI Laggards. <strong><em>AI Leaders<\/em><\/strong> bukan sekadar orang atau perusahaan yang paling banyak menggunakan AI. Mereka memiliki strategi AI yang jelas, tingkat kematangan AI yang tinggi, serta berhasil menghasilkan nilai bisnis dari AI. Sebaliknya, <strong><em>AI Laggards<\/em><\/strong> adalah mereka yang belum memiliki strategi yang jelas, masih berada pada tahap eksplorasi, atau belum mampu menghasilkan manfaat nyata dari AI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menariknya, penelitian Boston Consulting Group (BCG) dengan judul <em>The Widening AI Value Gap: Build for the Future 2025<\/em> menunjukkan kesenjangan tersebut semakin besar. Sekitar 60% organisasi dalam studi mereka masih tergolong laggards, sementara perusahaan yang berada di depan AI mampu memperoleh pertumbuhan pendapatan dan penghematan biaya yang lebih tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ada filosofi sederhana yang relevan: \u201cThe future belongs to those who prepare for it today.\u201d Dalam era Gen AI, persiapan bukan berarti harus menjadi programmer. <strong>Kita hanya perlu menjadi pembelajar.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jangan bertanya, \u201cApakah AI akan menggantikan saya?\u201d Pertanyaan yang lebih penting adalah: \u201cApakah orang yang menggunakan AI akan menggantikan orang yang tidak mau belajar menggunakannya?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Karena dalam setiap perubahan besar, teknologi tidak selalu mengalahkan manusia. Yang sering kalah adalah manusia yang menolak berubah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Petrus Hepi Witono Mengapa Generative AI (Gen AI) masih sering diremehkan, padahal peluangnya begitu besar? Mungkin karena manusia cenderung takut pada sesuatu yang belum sepenuhnya dipahami. Setiap revolusi teknologi selalu menghadirkan dua kelompok: mereka yang melihat teknologi sebagai ancaman, dan mereka yang melihatnya sebagai peluang. Gen AI adalah teknologi kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":3721,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[2504,2503,2502,2501],"class_list":["post-7978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-ai-laggards","tag-ai-leaders","tag-boston-consulting-group","tag-gen-ai"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7978"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7978\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7980,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7978\/revisions\/7980"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3721"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}