{"id":7915,"date":"2026-07-22T16:33:44","date_gmt":"2026-07-22T09:33:44","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=7915"},"modified":"2026-07-22T16:33:44","modified_gmt":"2026-07-22T09:33:44","slug":"naik-turun-lalu-bertumbuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2026\/07\/naik-turun-lalu-bertumbuh\/","title":{"rendered":"Naik, Turun, Lalu Bertumbuh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Dian Anggraini Kusumajati<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hidup manusia berputar seperti roda dan bergerak naik turun layaknya lift. Pernahkan kita menyadari ketika berada di dalam gedung yang tinggi, menunggu lift, menekan tombol, lalu masuk bersama dengan orang-orang yang memiliki tujuan berbeda. Ada yang turun satu lantai, ada yang menuju lantai paling atas, bahkan ada yang turun hingga ke basement. Lift hanya menjalankan fungsinya, mengantar setiap orang ke tujuan. Namun, di balik pergerakannya yang sederhana, terdapat sebuah gambaran tentang kehidupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kita semua sedang berada di dalam &#8220;lift kehidupan&#8221;. Bedanya, kita tidak pernah tahu tombol mana yang akan kita pilih atau tekan oleh kehidupan. Hari ini kita mungkin sedang bergerak naik, menikmati kesehatan, keberhasilan, kebahagiaan, atau impian yang tercapai. Di saat seperti itu, kita merasa berada di lantai tertinggi dan mengira semuanya akan berlangsung selamanya. Padahal, tidak ada lift yang terus berada di atas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Suatu hari, arah perjalanan akan berubah, dan lift mulai bergerak turun. Dalam kehidupan, fase ini dapat berupa kehilangan, kegagalan, sakit, atau hubungan yang tidak lagi berjalan seperti semula. Perjalanan terasa semakin berat ketika pintu terbuka di basement. Tempat yang gelap, sunyi, dan pengap itu menjadi tanda bahwa manusia berada pada titik terendah dalam hidupnya. Di sanalah muncul pertanyaan yang sulit dijawab: mengapa ini terjadi, mengapa sekarang, dan mengapa harus saya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tanpa kita sadari, justru di ruang yang paling gelap itulah kesadaran sering lahir. Saat tidak lagi sibuk mengejar pencapaian, kita mulai mendengar suara hati sendiri. Basement mengajarkan hal-hal yang tidak pernah diajarkan lantai tertinggi. Kegagalan membuat kita menghargai keberhasilan. Kehilangan mengajarkan arti kehadiran. Rasa sakit mengingatkan bahwa sehat adalah anugerah, bukan sesuatu yang bisa dimiliki selamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Yang menarik, lift tidak pernah berhenti selamanya di basement. Cepat atau lambat, pintunya akan tertutup dan kembali bergerak naik. Begitu pula kehidupan. Kesedihan tidak berlangsung selamanya, sebagaimana keberhasilan pun bukan keadaan yang abadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Karena itu, saat hidup membawa kita ke atas, tetaplah rendah hati. Ketika hidup mengantar kita ke bawah, jangan kehilangan harapan. Pada akhirnya, kehidupan bukan tentang berada di lantai tertinggi, melainkan tentang bagaimana setiap perjalanan naik dan turun membentuk kesadaran, memperkuat karakter, dan menumbuhkan diri menjadi manusia yang lebih utuh.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dian Anggraini Kusumajati Hidup manusia berputar seperti roda dan bergerak naik turun layaknya lift. Pernahkan kita menyadari ketika berada di dalam gedung yang tinggi, menunggu lift, menekan tombol, lalu masuk bersama dengan orang-orang yang memiliki tujuan berbeda. Ada yang turun satu lantai, ada yang menuju lantai paling atas, bahkan ada yang turun hingga ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2813,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[2456,167,2455],"class_list":["post-7915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-basement","tag-kehidupan","tag-lift"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7915"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7916,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7915\/revisions\/7916"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}