{"id":7744,"date":"2026-03-04T10:01:03","date_gmt":"2026-03-04T03:01:03","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=7744"},"modified":"2026-03-04T10:02:09","modified_gmt":"2026-03-04T03:02:09","slug":"apakah-agentic-ai-akan-dibiarkan-mengambil-alih-formasi-belajar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2026\/03\/apakah-agentic-ai-akan-dibiarkan-mengambil-alih-formasi-belajar\/","title":{"rendered":"Apakah Agentic AI\u00a0akan Dibiarkan Mengambil Alih Formasi Belajar?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Tedi Lesmana Marselino<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ini bukan tentang LLM, bukan tentang RAG, bukan tentang <em>AI Agent<\/em>, tetapi tentang\u00a0<em>Agentic AI<\/em>. Ketika <em>Agentic AI<\/em>\u00a0(lihat: <a href=\"https:\/\/youtu.be\/DXLHaLua-Mw\">https:\/\/youtu.be\/DXLHaLua-Mw<\/a>) sudah mapan, &#8216;ia&#8217; akan menjadi &#8216;pelayan&#8217; canggih yang dapat melayani manusia dengan semboyan &#8220;<em>It&#8217;s already been done boss<\/em>!&#8221; Bahkan ketika bosnya masih tidur dan tidak tahu apa yang sudah dibereskan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jika <em>AI Agent<\/em>\u00a0bekerja seperti &#8216;biro jasa&#8217;: Tolong perpanjang STNK! Ini uangnya, ini BPKB-nya dan KTP. Satu minggu kemudian semua sudah dikembalikan dengan perpanjangan STNK dan pembayaran pajak 1 tahun ke depan. <em>Agentic AI<\/em>, akan memeriksa masa berlaku STNK, memperpanjang otomatis, membayar otomatis, dan langsung memberitahu pemilik kendaraan bahwa semua sudah beres, meskipun pemilik kendaraan lupa kalau waktunya memperpanjang STNK sudah tiba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ini seperti ketika <em>Agentic AI<\/em>\u00a0melihat semua KPI Anda pertahun ini, lalu langsung membuatkan semuanya dan melaporkannya pada seluruh sistem yang ada. Anda tahu beres. Wow, sehebat itu? Ya dalam konteks <em>computer automation <\/em>memang ada situasi seperti itu (karena itulah <em>Agentic AI <\/em>ini dibuat dengan tujuan itu salah satunya). Tentu ada prasyarat otoritas inisiatif mandiri yang didelegasikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mungkin ada yang bertanya, &#8220;Ah masak sih? Canggih betul, apakah benar-benar mungkin itu (sambil harap-harap senang dalam hati)?&#8221; Ya, mungkin. Jika integrasi digitalnya sudah 100%, secara teoretis itu mungkin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Itu gambaran sederhana kemungkinan yang mulai terjadi. Lalu pertanyaannya apa relevansinya pada dunia pekerjaan dan pembelajaran? Bagi dunia pekerjaan, ini tentu &#8216;<em>holy grail<\/em>&#8216; tetapi bagi sistem belajar-mengajar, apakah ini kiamat?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Belajar berenang adalah terjun ke air, mengapung dan menggerakan seluruh tubuh. Bukannya meminta &#8216;joki&#8217; terjun berenang dan pelajarnya yang mendapat sertifikat berenang. Belajar piano adalah memainkan\u00a0 tuts-tuts dengan berlatih harmoni ketukan dan otot-otot jari. Bukannya menggunakan &#8216;joki&#8217; yang memainkan seluruh simfoni pada pianonya sedangkan pelajarnya yang menerima sertifikat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ironisnya sistem pendidikan saat ini memungkinkan joki-joki elektronik ini melakukan fungsi tadi. Ada kesulitan teknis mencegah &#8216;penyalahgunaannya&#8217; di luar konteks yang tepat. Himbauan moral bukanlah pengkondisian yang membatasi. Manusia terlalu bebal dengan metode moralitas yang &#8216;tampak usang&#8217; dan tak berdaya dalam dunia modern yang pragmatis. Oleh sebab itu hukuman mati di Tiongkok untuk pelaku korupsi adalah kebosanan terhadap manusia bebal yang tidak dapat dihimbau lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dunia pendidikan pun mengalami kesulitan. Lalu melakukan manuver kebijakan, jika sulit dicegah, lebih baik &#8216;diakomodir&#8217; secara ketat. Yang penting peserta bayar kursusnya dan siap diberikan sertifikat. Negara mencatat pencapaian karyanya, siapa yang lulus, dan luaran lainnya. Dari semua itu keyakinan akan otentisitas prosesnya menjadi rendah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ada ambivalensi kebijakan dalam penggunaan teknologi &#8216;joki&#8217; elektronik. Di satu sisi semua pihak mengalami dilema FOMO karena takut dianggap tidak pro kemajuan. Di lain sisi ada &#8216;ancaman&#8217; nyata bahwa teknologi ini mendegenaratif ontentisitas proses formasi pendidikan (yang sudah lama kurang dipedulikan oleh pemerintah juga). Padahal pendidikan adalah proses formasi, bukan hanya kapasitas produksi (<em>output<\/em>) seperti pada pabrik barang jadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ada negara eropa yang menerapkan strategi &#8216;kembali ke dasar&#8217;. Membaca buku, menyingkirkan perangkat digital, menulis, dan berdiskusi. Ini seperti &#8216;<em>intermitten fasting<\/em>&#8216; dunia digital. Tetapi memang proses pendidikan konvensional itu lama, berat, dan &#8216;mahal&#8217;. Ini tentu membutuhkan banyak energi. Tetapi belajar berenang selamanya selalu harus manusia yang terjun ke air bukan robot joki yang berenang. Formasi pendidikan adalah otak dan tubuh yang &#8216;mengalami&#8217; bukan sekedar menjadi &#8216;saksi&#8217;. Situasinya seperti kalkulator yang menurunkan ketrampilan manusia berhitung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jika sertifikat yang dibagikan lebih terasa sebagai <em>certificate of completion<\/em>\u00a0(sudah selesai mengikuti kursus) daripada <em>certificate of qualification<\/em>\u00a0(sudah lolos kualifikasi tertentu). Apakah sistem pendidikan model ini masih relevan terus dipertahankan? Kita hanya memproduksi gelar untuk status sosial. Bangsa ini sepertinya\u00a0&#8216;terperangkap&#8217; dalam masyarakat industri yang membajak makna eksistensi manusia sebatas instrumen pabrik dan &#8216;barang jadi&#8217; bersertifikat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Tedi Lesmana Marselino Ini bukan tentang LLM, bukan tentang RAG, bukan tentang AI Agent, tetapi tentang\u00a0Agentic AI. Ketika Agentic AI\u00a0(lihat: https:\/\/youtu.be\/DXLHaLua-Mw) sudah mapan, &#8216;ia&#8217; akan menjadi &#8216;pelayan&#8217; canggih yang dapat melayani manusia dengan semboyan &#8220;It&#8217;s already been done boss!&#8221; Bahkan ketika bosnya masih tidur dan tidak tahu apa yang sudah dibereskan itu. Jika AI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":7379,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[2297,1987,2298],"class_list":["post-7744","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-agentic-ai","tag-ai","tag-dunia-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7744","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7744"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7744\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7746,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7744\/revisions\/7746"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7744"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7744"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7744"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}