{"id":7659,"date":"2026-01-12T15:25:22","date_gmt":"2026-01-12T08:25:22","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=7659"},"modified":"2026-01-12T15:25:22","modified_gmt":"2026-01-12T08:25:22","slug":"kritik-byung-chul-han-atas-masyarakat-modern-dalam-bukunya-the-burnout-society","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2026\/01\/kritik-byung-chul-han-atas-masyarakat-modern-dalam-bukunya-the-burnout-society\/","title":{"rendered":"Kritik Byung-Chul Han atas Masyarakat Modern dalam Bukunya \u201cThe Burnout Society\u201d"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh:\u00a0 Petrus Lakonawa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam bukunya, <em>The Burnout Society<\/em>, Byung-Chul Han, seorang filsuf dan kritikus budaya asal Korea Selatan\u2013Jerman, menawarkan kritik tajam terhadap masyarakat kontemporer dengan menyatakan bahwa <em>burnout<\/em> (kelelahan total\u2014fisik, mental, dan emosional\u2014akibat tekanan berkepanjangan yang membuat seseorang kehilangan energi, makna, dan motivasi) bukan sekadar masalah psikologis individual, melainkan sebuah kondisi struktural yang dihasilkan oleh kapitalisme modern tahap lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Han berpendapat bahwa masyarakat telah bergeser dari \u201cmasyarakat disipliner,\u201d yang dicirikan oleh paksaan eksternal dan larangan, menuju \u201cmasyarakat prestasi,\u201d di mana individu digerakkan oleh tekanan internal untuk berprestasi, mengoptimalkan diri, dan meraih kesuksesan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam budaya yang berorientasi pada prestasi ini, kekuasaan tidak lagi bekerja terutama melalui represi, melainkan melalui positivitas. Individu didorong untuk memandang diri mereka sebagai subjek yang otonom dan wirausahawan atas dirinya sendiri. Namun, kebebasan yang tampak ini justru menyembunyikan bentuk dominasi baru: <em>\u2018eksploitasi diri\u2019<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Han memperkenalkan konsep \u201ckekerasan positivitas\u201d untuk menjelaskan bagaimana afirmasi yang terus-menerus dan tuntutan untuk selalu produktif menghapus batas, istirahat, serta kemampuan untuk mengatakan \u201ctidak.\u201d Akibatnya, individu menginternalisasi tuntutan pencapaian tanpa henti, yang berujung pada eksploitasi diri, kelelahan, dan <em>burnout<\/em> alih-alih kebebasan dan kesejahteraan yang sejati. Tanpa batasan, individu mengalami kelelahan emosional dan psikologis, yang terwujud dalam, depresi, kecemasan, dan kesulitan mempertahankan fokus dan konsentrasi dalam jangka waktu tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagi Han, <em>burnout<\/em> bukan sekadar kelelahan fisik, melainkan kelelahan eksistensial yang mendalam akibat optimalisasi diri tanpa henti. Individu cenderung menyalahkan diri sendiri atas kegagalan, alih-alih melawan tekanan sistemik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menghadapi krisis masyarakat modern yang ia sebut sebagai <em>the burnout society<\/em>, Han menyerukan pemulihan nilai istirahat, keheningan, dan kehidupan kontemplatif sebagai alternatif kritis terhadap logika kinerja yang dominan serta jalan untuk merebut kembali kebebasan dan martabat manusia yang sejati.#<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh:\u00a0 Petrus Lakonawa Dalam bukunya, The Burnout Society, Byung-Chul Han, seorang filsuf dan kritikus budaya asal Korea Selatan\u2013Jerman, menawarkan kritik tajam terhadap masyarakat kontemporer dengan menyatakan bahwa burnout (kelelahan total\u2014fisik, mental, dan emosional\u2014akibat tekanan berkepanjangan yang membuat seseorang kehilangan energi, makna, dan motivasi) bukan sekadar masalah psikologis individual, melainkan sebuah kondisi struktural yang dihasilkan oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[2209,1722,2210,2211,2208],"class_list":["post-7659","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","tag-byung-chul-han","tag-filsuf","tag-korea","tag-masyarakat-modern","tag-the-burnout-society"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7659"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7659\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7660,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7659\/revisions\/7660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}