{"id":7445,"date":"2025-11-22T14:57:37","date_gmt":"2025-11-22T07:57:37","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=7445"},"modified":"2025-11-22T14:57:37","modified_gmt":"2025-11-22T07:57:37","slug":"fenomena-pengiriman-sticker-jomok-di-aplikasi-whatsapp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2025\/11\/fenomena-pengiriman-sticker-jomok-di-aplikasi-whatsapp\/","title":{"rendered":"Fenomena Pengiriman Sticker Jomok di Aplikasi Whatsapp"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Maulana Arfa Giardi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak seperti judul lagu yang dibawakan oleh <em>Andra and the Backbone<\/em>, dunia kita ini jauh dari kata sempurna. Tidak bisa dipungkiri, banyak sekali kejadian di belahan dunia ini yang bisa dikatakan cukup diluar nalar manusia pada umumnya, mulai dari genosida yang dianggap remeh sampai kenaikan gaji DPR. Dunia ini sangatlah unik dan bukan sebuah kejutan lagi jika dunia yang kita injak saat ini akan menjadi lebih aneh dari sebelumnya. \u00a0Izinkan saya pada kesempatan kali ini untuk membahas fenomena yang cukup menarik di negara kita tercinta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Fenomena yang kerap terjadi beberapa tahun ini adalah <strong><em>Fenomena Pengiriman Sticker Jomok Di Aplikasi Whatsapp<\/em><\/strong>. Pada umumnya <em>jomok<\/em> merupakan gabungan dari kata <em>\u201cjokes\u201d<\/em> dan <em>\u201c<\/em>homok<em>\u201d<\/em> yang mengartikan bahwa <em>jomok<\/em> adalah lelucon <em>homok<\/em> yang berkaitan dengan penyuka sesama jenis.\u00a0 Sebelum menggali lebih dalam mengenai inti topik ini, kita harus mengenal terlebih dahulu tentang jembatan penghubung yang akan memberikan kemudahan dalam mencerna inti dari topik saya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di dunia serba digital di zaman sekarang, <em>meme<\/em> merupakan hal yang sulit untuk dihindari di media sosial. Pada umumnya <em>meme<\/em> merupakan sebuah konsep, ide, gambar, serta video yang memuat lelucon di dalamnya. Sifat dari <em>meme <\/em>itu sendiri sama halnya dengan berita yang menyebar secara cepat. <em>Meme<\/em> dibagikan dan ditonton secara menyeluruh di media sosial. Namun apakah <em>meme<\/em> bisa menyebar ke aplikasi komunikasi seperti contohnya <em>Whatsapp<\/em>? Tentu saja bisa terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Whatsapp<\/em> bukanlah sekedar aplikasi komunikasi biasa.\u00a0 <em>Whatsapp<\/em> menyediakan fitur untuk mengirim sticker.\u00a0 Proses pembuatan sticker bisa dilakukan oleh penggunanya sendiri, namun tentunya harus menggunakan aplikasi pembuat sticker yang tidak ada kaitannya dengan <em>Whatsapp,.\u00a0 <\/em>Namun, pada akhirnya aplikasi ini bisa terhubung langsung ke <em>Whatsapp<\/em> yang memudahkan orang lain\u00a0 mengunggah sticker buatan mereka sendiri dan menggunakannya di aplikasi komunikasi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pemuda pada zaman sekarang cenderung memiliki humor yang unik dan berbeda dengan generasi sebelumnya.\u00a0 Pemuda yang saya singgung juga termasuk dengan pemuda di Indonesia.\u00a0 Pada kenyataannya sama saja. Kita kembali kepembahasan mengenai <em>sticker jomok. <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Fenomena <em>jomok <\/em>adalah fenomena dimana para pria kaum <em>gay <\/em>dijadikan <em>meme<\/em>. <em>\u00a0Meme<\/em> ini mengandung unsur erotisme dan menunjukan pria-pria <em>gay<\/em> yang sedang melakukan kegiatan berbau seksual. Seperti telanjang didepan kamera dan melakukan hal-hal yang memuaskan nafsu mereka.\u00a0 Tentunya ini merupakan hal yang meresahkan bagi beberapa orang, tapi pada kenyataannya adapula yang tertawa saat melihat <em>meme<\/em> ini. <em>Meme<\/em> tersebut kemudian dijadikan <em>sticker<\/em> di aplikasi <em>Whatsapp<\/em> oleh beberapa orang dan menjadi titik awal fenomena ini. Namun apakah semua <em>sticker jomok<\/em> ini mengandung unsur erotisme? Pada kenyataannya tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Beberapa <em>meme<\/em> yang sudah dikembangkan justru tidak mengacu ke unsur yang sensitif dan beberapa hanya menampilkan wajah dan badan pria yang masih berbusana rapih, justru ekspresi mereka yang membuat <em>meme<\/em> ini semakin lucu. Saya akui cukup positif karena membantu pengguna <em>Whatsapp <\/em>untuk mengekspresikan diri melalui <em>sticker meme<\/em> ini. Tentu tidak mengandung unsur <em>jomok<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kesimpulan dari pribadi saya sendiri. Fenomena <em>sticker jomok<\/em> merupakan hal yang menjijikan bagi beberapa orang dan cara untuk menghilangkan kebiasaan ini harus berasal dari kemauan pengirim <em>sticker<\/em>\u00a0 itu sendiri. Namun jika <em>sticker<\/em> tersebut tidak mengandung unsur erotisme, saya bisa acungi jempol karena justru itu membantu orang-orang mengekspresikan diri tanpa menimbulkan perasaan jijik bagi para pengguna <em>Whatsapp.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebelumnya saya meminta maaf jika perkataan saya ini menyinggung beberapa pihak. Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca artikel ini. Sekian dari saya dan salam untuk semuanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Maulana Arfa Giardi Tidak seperti judul lagu yang dibawakan oleh Andra and the Backbone, dunia kita ini jauh dari kata sempurna. Tidak bisa dipungkiri, banyak sekali kejadian di belahan dunia ini yang bisa dikatakan cukup diluar nalar manusia pada umumnya, mulai dari genosida yang dianggap remeh sampai kenaikan gaji DPR. Dunia ini sangatlah unik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":7446,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[2079,2077,2078],"class_list":["post-7445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mahasiswa","tag-fenomena-jomok","tag-sticker","tag-whatsapp"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7445"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7445\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7448,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7445\/revisions\/7448"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7446"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}