{"id":5442,"date":"2024-02-05T13:48:34","date_gmt":"2024-02-05T06:48:34","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=5442"},"modified":"2024-02-05T13:48:34","modified_gmt":"2024-02-05T06:48:34","slug":"membangun-relasi-dengan-allah-swt-melalui-zikir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2024\/02\/membangun-relasi-dengan-allah-swt-melalui-zikir\/","title":{"rendered":"Membangun Relasi Dengan Allah Swt Melalui Zikir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Dr. Sukron Ma\u2019mun, S.Ag., M.A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Zikir\u00a0\u00a0 merupakan\u00a0\u00a0 ibadah\u00a0\u00a0 verbal\u00a0\u00a0 ritual,\u00a0\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 terikat\u00a0 dengan\u00a0 waktu,\u00a0 tempat\u00a0 atau\u00a0 keadaan,\u00a0 dan\u00a0 jika\u00a0 manusia\u00a0 menyibukan\u00a0 diri\u00a0 untuk\u00a0 melakukannya,\u00a0 menghasilkan\u00a0 pengetahuan\u00a0 dan\u00a0 penglihatan\u00a0 dalam\u00a0 dirinya,\u00a0 karena\u00a0 dalam\u00a0 konteks\u00a0 dasarnya\u00a0 masuk\u00a0 dalam\u00a0 kategori\u00a0 verbal.\u00a0 Ia\u00a0 mencakup\u00a0 semua\u00a0 kata\u00a0 sederhana\u00a0 atau gabungan yang mengandung nama Tuhan, baik secara eksplisit ataupun implisit. Siapapun yang\u00a0 mengucapkan\u00a0 kata\u00a0 ini\u00a0 memiliki\u00a0 niat\u00a0 untuk\u00a0 menjunjung\u00a0 nama\u00a0 yang\u00a0 disebut\u00a0 yakni\u00a0 Tuhan dengan alasan yang pasti. Zikir merupakan latihan\u00a0 yang\u00a0 bernilai\u00a0 ibadah\u00a0 untuk\u00a0 mendapatkan keberkahan sejati dari Allah. Disamping itu juga\u00a0 merupakan\u00a0 suatu\u00a0 cara\u00a0 untuk\u00a0 menyebut,\u00a0 mensucikan\u00a0 sifat-sifat\u00a0 Allah\u00a0 akan\u00a0 kesempurnaan- Nya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Dzikrullah <\/em>atau mengingat Allah adalah sebuah sarana seseorang dekat dengan Allah sehingga tidak ada orang yang dekat dengan Allah kecuali orang-orang yang senantiasa berdzikir kepada-Nya. Esensi dari zikir kepada Allah adalah ingat akan pesan-pesan-Nya yang terdapat dalam Kalam-Nya. Berzikir kepada Allah tidak hanya sebatas lisan, akan tetapi mencakup hati sanubari dan dalam setiap keadaan. Berzikir kepada Allah dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun kita berada. Bahkan Allah menyebut keutamaan orang-orang yang berzikir kepada-Nya dengan <em>ulul albab<\/em> (orang-orang yang berakal) (Qs. Ali Imran [3] : 190).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa dengan berzikir kepada Allah secara intensif akan mampu melembutkan hati orang yang melakukannya. Karena hanya orang yang berzikirlah yang akan mendapat ketenangan. (Qs. Ar-Ra\u2019du [13] : 28). Ketenangan yang ia dapatkan mampu menjadikannya tenang pula dalam menghadapi persoalan hidupnya di dunia. Orang yang selalu berzikir kepada Allah cenderung untuk bisa menerima takdir Allah secara bijak. Jika musibah menimpanya, maka cenderung ia berprasangka baik dan menyerahkan urusannya kepada Allah dan yakin di balik musibah yang terjadi akan banyak hikmah yang didapatkan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dr. Sukron Ma\u2019mun, S.Ag., M.A Zikir\u00a0\u00a0 merupakan\u00a0\u00a0 ibadah\u00a0\u00a0 verbal\u00a0\u00a0 ritual,\u00a0\u00a0 yang\u00a0 tidak\u00a0 terikat\u00a0 dengan\u00a0 waktu,\u00a0 tempat\u00a0 atau\u00a0 keadaan,\u00a0 dan\u00a0 jika\u00a0 manusia\u00a0 menyibukan\u00a0 diri\u00a0 untuk\u00a0 melakukannya,\u00a0 menghasilkan\u00a0 pengetahuan\u00a0 dan\u00a0 penglihatan\u00a0 dalam\u00a0 dirinya,\u00a0 karena\u00a0 dalam\u00a0 konteks\u00a0 dasarnya\u00a0 masuk\u00a0 dalam\u00a0 kategori\u00a0 verbal.\u00a0 Ia\u00a0 mencakup\u00a0 semua\u00a0 kata\u00a0 sederhana\u00a0 atau gabungan yang mengandung nama Tuhan, baik secara eksplisit ataupun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2797,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[55,1300,695,1302],"class_list":["post-5442","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-agama","tag-al-quran","tag-doa","tag-zikir"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5442","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5442"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5442\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5443,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5442\/revisions\/5443"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}