{"id":5323,"date":"2023-11-06T09:56:21","date_gmt":"2023-11-06T02:56:21","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=5323"},"modified":"2023-11-06T09:56:21","modified_gmt":"2023-11-06T02:56:21","slug":"pemikiran-jalan-tengah-sederhana-zhongyong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2023\/11\/pemikiran-jalan-tengah-sederhana-zhongyong\/","title":{"rendered":"Pemikiran Jalan Tengah Sederhana (zhongyong)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Kristan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Zhong<\/em> berarti tengah, tepat, sederhana yang menuju sempurna. Pemikiran tentang <em>zhong<\/em> yang bermaksud bahwa para pemerintah agar melaksanakan seluruh aktivitas pemerintahan harus selaras dengan atas kesederhanaan moral termasuk persoalan pemberian hukuman. Cheng Yi mengatakan bahwa, \u201cYang tidak cenderung kepada satu pihak tertentu dinamakan <em>zhong<\/em>, akal yang tidak berubah dinamakan <em>yong<\/em>.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Zhong<\/em> bermaksud jalan yang benar di alam semesta dan<em> yong<\/em> bermaksud teori bagi seluruh dunia. Konfusius mendefinisikan <em>zhongyong<\/em> berarti sebagai segala perilaku yang harus diamalkan oleh seluruh lapisan masyarakat. <em>zhongyong<\/em> juga bermaksud pembatasan terhadap sesuatu yang ekstrim. <em>Zhongyong<\/em> merujuk kepada keseimbangan dan ketenangan diantara kedua belah pihak. Di dalam kitab <em>Zhongyong<\/em> [29]:3\u201cBerlaksa wujud terpelihara dengan tidak saling mencelakakan, begitupun jalan suci terlaksana dengan tiada yang saling bertentangan.\u201d Selanjutnya di dalam kitab Lunyu [11]:16 tertulis: \u201cZigong bertanya kepada Konfusius diantara Zizhang dan Zixia mana yang lebih bijaksana? Konfusius menjawab, Zizhang terlalu melampaui dan Zixia belum mencapai tahap yang ditentukan.\u201d Zizhang dan Zixia adalah murid Konfusius. Konfusius berpendapat bahwa hasrat Zizhang terlalu tinggi sedangkan Zixia tidak dapat mencapai hasrat yang ditentukan dan terlalu konservatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Maka Konfusius mengkritik mereka. Di dalam kitab Lunyu [11]:16 tertulis: \u201cYang melampaui dan maupun yang kurang, keduanya belum mencukupi syarat.\u201d Maka tujuan <em>zhongyong<\/em> adalah kesederhanaan tidak kurang tidak lebih melainkan tepat. Dengan kata lain <em>zhongyong<\/em> adalah pengaturan diatara kelebihan dan kekurangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selanjutnya di dalam kitab Lunyu [3]:20 tertulis: \u201cPuisi Guanju itu begitu menggembirakan, tetapi tetap dalam kesopanan, mengharukan tapi tidak membuat merana.\u201d Pernyataan diatas bertujuan untuk menasehati manusia agar dapat mencapai kesederhanaan emosi diri. Lebih lanjut Konfusius menjelaskan di dalam kitab Lunyu [6]:18 sebagai berikut: \u201cBila sikap keaslian seorang melebihi gayanya, maka orang tersebut akan kelihatan kasar, jika gaya seseorang melampaui keaslian sikapnya, maka orang itu memperlihatkan kerendahannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hanya apabila gaya dan keaslian sikapnya saling selarasa satu sama lain, dengan demikian menjadikan orang memiliki sifat <em>junzi<\/em>.\u201d Konsep <em>zhongyong<\/em> jika diterapkan dalam bidang politik maka seperti yang tertuang di dalam kitab Lunyu [8]:14 yaitu :\u201cKalau tiada hal yang berhubungan dengan kedudukanmu, janganlah ikut campur tangan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Konsep ini bertujuan untuk menasehati orang agar mengikuti prinsip tengah dan kesederhanaan <em>zhongyong<\/em>, dimana seorang pemimpin tidak boleh melampaui tugas dan kedudukannya. Di dalam kitab Lunyu [3]:9 tertulis: \u201cSeorang pemimpin hendaknya memerintah pembantunya sesuai dengan <em>li <\/em>dan seorang pembantu mengabdi kepada pemimpinnya dengan kesetiaan.\u201d Maksudnya hubungan antara pemimpin dan bawahannya harus mengikuti prinsip <em>zhongyong<\/em>. Ini bermaksud dalam mencari tatacara untuk memperoleh keseimbangan bagi sebuah perkara yang bertentangan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Kristan Zhong berarti tengah, tepat, sederhana yang menuju sempurna. Pemikiran tentang zhong yang bermaksud bahwa para pemerintah agar melaksanakan seluruh aktivitas pemerintahan harus selaras dengan atas kesederhanaan moral termasuk persoalan pemberian hukuman. Cheng Yi mengatakan bahwa, \u201cYang tidak cenderung kepada satu pihak tertentu dinamakan zhong, akal yang tidak berubah dinamakan yong.\u201d Zhong bermaksud jalan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2830,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[1232,1231,1230],"class_list":["post-5323","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-cheng-yi","tag-jalan-tengah","tag-zhongyong"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5323","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5323"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5323\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5325,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5323\/revisions\/5325"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5323"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5323"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5323"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}