{"id":5318,"date":"2023-11-06T09:48:01","date_gmt":"2023-11-06T02:48:01","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=5318"},"modified":"2023-11-06T09:48:01","modified_gmt":"2023-11-06T02:48:01","slug":"konsep-renzheng-menurut-mencius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2023\/11\/konsep-renzheng-menurut-mencius\/","title":{"rendered":"Konsep Renzheng Menurut Mencius"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Kristan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong>Mencius membahas <em>ren<\/em> sebagai hal yang terpenting dan mulia. <em>Ren<\/em> menurut Mencius adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>\u201cBelajar tidak merasa lelah dan mengajar tidak merasa capai, inilah yang di sebut sebagai ren.\u201d (Kitab Mencius [2A]:2)167<\/li>\n<li>\u201c<em>Ren<\/em> itu adalah sifat ksatria terhomat yang dianugerahkan oleh Tuhan, semua orang memiliki sifat ren. Tidak ada orang yang akan menghalangi orang lain melakukan ren. Jikalau seseorang tidak ingin melakukan <em>ren<\/em>, maka orang tersebut adalah orang yang dungu. Orang yang kehilangan kebijaksanaan dan ketulusan cuma layak menjadi hamba orang lain.\u201d (Kitab Mencius [2A:]7)<\/li>\n<li>\u201c<em>Ren<\/em> itu adalah kemanusiaan. Satunya kata dengan perbuatan, itulah jalan suci.\u201d (Kitab Mencius [7B]:16)169<\/li>\n<li>\u201cMengasihi keluarga terlebih dahulu dan kemudian meluaskan kasih sayang kepada orang lain, inilah yang dimaksudkan dengan <em>ren<\/em>.\u201d (Kitab Mencius [7A]:45)<\/li>\n<li>\u201cMengangkat orang yang berkemampuan dan berakhlak mulia sebagai pemimpin negara, inilah yang disebut dengan <em>ren<\/em>.\u201d (Kitab Mencius [3A]:4)<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Penjelasan di atas menggambarkan bahwa Mencius menganggap <em>ren<\/em> itu sebagai sesuatu bagi penyempurnaan diri sendiri sebagai moral pemerintahan. Melihat bahwa semua orang memiliki <em>ren<\/em>, maka tidak terkecuali juga dengan golongan pemerintah. Bagi diri pribadi menyempurnakan diri sendiri dengan <em>ren<\/em>, bagi pemerintah menerapkan ren ke dalam sistem pemerintahan, maka inilah yang di sebut dengan <em>renzheng<\/em>. Jadi <em>renzheng<\/em> bermaksud menggunakan <em>ren<\/em> sebagai alat untuk melakukan pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Ren<\/em> yang dilakukan oleh pemerintah adalah<em> ren<\/em> negara, yaitu <em>ren<\/em> yang diamalkan oleh setiap lapisan masyarakat. <em>Ren<\/em> ini dikategorikan sebagai ren makro atau daren. <em>Ren <\/em>yang dilaksanakan oleh individu disebut sebagai ren mikro atau <em>xiaoren<\/em>. Maka <em>ren<\/em> menjadi terserap dalam lapisan moral sampai ke lapisan politik. Dalam melaksanakan <em>renzheng<\/em> akan melibatkan syarat-syarat tertentu. Di dalam kitab Mencius [4A]:1 tertulis: \u201cJikalau menggunakan kemuliaan seperti yang diamalkan oleh raja Yao dan Shun, tetapi tidak mau melaksanakan <em>renzheng<\/em> untuk mendidik rakyat, maka negara tersebut tidak akan terurus dengan baik. Jika terdapat pemerintah yang berprestasi baik, tetapi rakyat tidak dapat menikmati rahmat yang dikaruniakan oleh pemerintah tersebut, maka pemerintah tersebut tidak layak menjadi teladan berikutnya\u201d. Oleh karena itu dikatakan, sebuah negara tidak akan terurus dengan baik jikalau hanya dengan bermurah hati tetapi tidak memiliki pemerintahan yang lengkap, sebaliknya negara tersebut tidak akan terurus dengan baik apabila hanya bergantung pada sistem pemerintahan yang lengkap namun tidak memiliki kemurahan hati\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Latar belakang Mencius mengenalkan teori <em>renzheng<\/em> adalah bertujuan untuk menentang sistem penguasaan tanah yang di kemukakan oleh Shang Yang yang merupakan tokoh aliran politik legalis. Shang Yang menganjurkan teori kekayaan individu, dimana Mencius sangat menentang keras teori Shang Yang. Mencius juga menuduh Shang Yang sebagai \u201cpencuri rakyat\u201d. Menurut Mencius teori dari Shang Yang dapat menimbulkan konflik yang keras dikalangan kaum petani. Maka Mencius mengajurkan teori <em>renzheng<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Objek utama dari <em>renzheng<\/em> adalah rakyat. Mencius menganggap bahwa rakyat adalah yang paling bernilai bagi suatu negara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Kristan \u00a0Mencius membahas ren sebagai hal yang terpenting dan mulia. Ren menurut Mencius adalah sebagai berikut: \u201cBelajar tidak merasa lelah dan mengajar tidak merasa capai, inilah yang di sebut sebagai ren.\u201d (Kitab Mencius [2A]:2)167 \u201cRen itu adalah sifat ksatria terhomat yang dianugerahkan oleh Tuhan, semua orang memiliki sifat ren. Tidak ada orang yang akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2830,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[1227,1228],"class_list":["post-5318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-menciusz","tag-renzheng"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5318"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5319,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5318\/revisions\/5319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}