{"id":5314,"date":"2023-11-06T09:40:16","date_gmt":"2023-11-06T02:40:16","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=5314"},"modified":"2023-11-06T09:40:16","modified_gmt":"2023-11-06T02:40:16","slug":"sifat-asli-manusia-menurut-xunzi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2023\/11\/sifat-asli-manusia-menurut-xunzi\/","title":{"rendered":"Sifat Asli Manusia Menurut Xunzi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Kristan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong>Xunzi dikenal dengan teorinya yang menyatakan sifat asli manusia adalah buruk. Secara tidak langsung hal ini bertentangan dengan teori yang dikemukakan oleh Mencius bahwa sifat asli manusia pada dasarnya adalah baik, mereka berdua sama-sama mengklaim dirinya sebagai pelanjut ajaran dari Konfusius. Xunzi dikenal sebagai representasi sayap realistik dari ajaran Khonghucu. Xunzi mengatakan bahwa segala sesuatu yang baik merupakan hasil dari usaha manusia. Pemikiran politik Xunzi berdasarkan pemahaman terhadap sifat asli manusia dan menitikberatkan bagaimana mengenal dan melayani manusia. Pemahaman tentang sifat asli manusia telah menjadi perdebatan yang kritis pada zaman pra dinasti Qin. Xunzi berpendapat bahwa sifat asli manusia ialah buruk. Di dalam kitab Xunzi [23] tertulis: \u201cSifat manusia itu bersifat semula jadi dan tidak perlu didiskusikan lagi\u201d. Ini menunjukan bahwa sifat itu adalah naluri manusia. Di dalam kitab Xunzi [19] tertulis: \u201cSifat semula manusia itu adalah bawaan semula asli\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Memandang sifat itu adalah naluri manusia, maka seharusnya ia bersifat netral tidak mengandung unsur baik dan buruk. Namun Xunzi cenderung menganggap sifat asli manusia adalah buruk. Di dalam kitab Xunzi [23] tertulis: \u201cSifat manusia mengandung perasaan benci, suka, marah dan sedih, maka hal ini disebut sebagai perasaan\u201d Perasaan itu adalah merupakan sifat asli manusia. Di dalam kitab Xunzi [22],2: \u201cPerasaan adalah merupakan isi dari kandungan bagi sifat asli manusia, dan keinginan merupakan hasilnya\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Xunzi berpendapat bahwa sifat asli manusia adalah buruk sejak ia dilahirkan kedunia yang didasarkan pada konsep perasaan dan keinginan yang ada dalam hati setiap manusia. Oleh karena itu segala kejahatan disebabkan karena manusia memiliki perasaan dan keinginan. Di dalam kitab Xunzi [23]:1 tertulis: \u201cSifat asli manusia menyukai kekayaan dan keuntungan, jika hal ini dibiarkan berkembang maka pertarungan akan selalu terjadi, sifat asli manusia mengandung kebencian dan kecemburuan, jikalau dibiarkan berkembang maka kejahatan akan terjadi dan akan menyebabkan kehilangan kepercayaan di dalam masyarakat, sifat asli manusia mengandung keinginan dan nafsu jikalau dibiarkan akan menimbulkan perbuatan cabul sehingga akan menyebabkan hilanya kesusilaan dan ketulusan di kalangan masyarakat\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Apabila sifat asli manusia tidak diarahkan kepada yang baik, maka sifat tersebut akan tercemar dan manusia akan melakukan segala perbuatan jahat. Maka Xunzi menekankan pada fungsi pendidikan. Bagi Xunzi jika manusia diberikan pendidikan yang baik maka ia dapat menjadi seperti raja Yao, Shun dan Yu. Di dalam kitab Xunzi [23] tertulis: \u201cOrang bijaksana dapat mengubah sifat asli manusia menjadi memiliki kemanusiaan. Setelah terbentuk kemanusiaan, maka akan timbul kesusilaan dan ketulusan, setelah itu barulah peraturan bisa dapat dilaksanakan dengan baik. Maka dikatakan kesusilaan, ketulusan dan peraturan itu dibuat oleh orang bijaksana\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Xunzi orang bijaksana bertanggung jawab untuk mengubah sifat asli manusia yang jahat itu. Cara lain untuk mengubah sifat jahat manusia adalah melalui pendidikan, penyempurnaan diri sendiri, serta pembinaan kesusilaan. Di dalam kitab Xunzi [23]:2 tertulis: \u201cSifat semula manusia adalah jahat. Sifat manusia yang harmoni adalah hasil dari pendidikan manusia.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Xunzi berpandangan bahwa manusia lahir dari alam semesta secara alamiah, karena itu naluri dasar manusia cenderung untuk memenuhi kepuasan keinginan diri sendiri dan akan bersaing dengan manusia yang lainnya untuk memenuhi kebutuhannya, jika ini dibiarkan tidak dibatasi dan dibimbing dengan benar. Pandangan ini membuat Xunzi menyimpulkan bahwa sifat asli manusia adalah buruk daripada baik. Buruk maksudnya selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan egois.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun menurut Xunzi sifat asli manusia dapat dirubah dan kebaikan akan selalu unggul di dalam dunia ini jika melawan keburukan. Xunzi menyatakan bahwa <em>li<\/em> dan <em>yi<\/em> adalah konsep yang dikenalkan oleh para raja Tiongkok kuno sebagai pedoman perilaku manusia, lalu pendidikan adalah merupakan cara yang paling utama untuk merubah sifat asli manusia dan menertibkan negara. Pendidikan maksudnya merujuk pada proses pembelajaran norma sosial dan moral, penerapan dan penegakkan hukum yang dipandu dengan <em>li<\/em>. dimana penerapan <em>li<\/em> sebagai cara untuk memperbaiki tingkah laku manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Xunzi berpandangan bahwa para raja Tiongkok kuno melembagakan <em>li<\/em> untuk tujuan menciptakan ketertiban dalam masyarakat. Keinginan alami membuat manusia mencari pemenuhan atas kebutuhan diri sendiri sampai tak terbatas untuk bersaing demi keuntungan tanpa batas, di mana hal ini akan membawa kekacauan dan kemiskinan dalam masyarakat. Para raja Tiongkok kuno tidak menyukai situasi ini maka mereka menciptakan <em>li<\/em> untuk mengatur dan membimbing keinginan manusia sesuai dengan cara-cara bermoral agar manusia dapat memenuhi kebutuhan dengan aturan-aturan yang baik. Prinsip <em>li<\/em> itu bersumber dari Tuhan yang dirumuskan oleh para raja Tiongkok kuno, dan dilaksanakan oleh para pemimpin. <em>Li<\/em> ini menurut Xunzi ibarat matahari dan bulan bersinar gemilang, empat musim mengikuti siklusnya, bintang-bintang dan planet-planet bergerak sesuai jalurnya. Menurut Xunzi mereka yang mau belajar <em>li<\/em> maka akan menjadi manusia yang seutuhnya dan bagi mereka yang tidak mau belajar <em>li<\/em> akan menjadi layaknya hewan Baik atau buruknya sifat asli manusia, sesungguhnya <em>li<\/em> bertugas untuk mengawal segala perilaku manusia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Kristan \u00a0Xunzi dikenal dengan teorinya yang menyatakan sifat asli manusia adalah buruk. Secara tidak langsung hal ini bertentangan dengan teori yang dikemukakan oleh Mencius bahwa sifat asli manusia pada dasarnya adalah baik, mereka berdua sama-sama mengklaim dirinya sebagai pelanjut ajaran dari Konfusius. Xunzi dikenal sebagai representasi sayap realistik dari ajaran Khonghucu. Xunzi mengatakan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2830,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[562,1223,1226],"class_list":["post-5314","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-manusia","tag-sifat-manusia","tag-xunzi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5314"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5314\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5315,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5314\/revisions\/5315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}