{"id":5290,"date":"2023-10-12T08:42:36","date_gmt":"2023-10-12T01:42:36","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=5290"},"modified":"2023-10-12T08:42:36","modified_gmt":"2023-10-12T01:42:36","slug":"menangisi-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2023\/10\/menangisi-bangsa\/","title":{"rendered":"Menangisi \u00a0\u00a0Bangsa"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Jamson Siallagan<\/strong><\/p>\n<p>Menangisi bangsa merupakan bentuk kepedulian yang mendalam terhadap kesejahteraan, keamanan, ataupun nasib \u00a0bangsanya. Tangisan yang lahir dari mata yang melihat sekelilingnya dan rasa cinta yang mengalir dari hati terhadap bangsanya. Ketika seseorang menangisi bangsanya, itu menunjukkan bahwa ia memahami atau merasa prihatin terhadap penderitaan dan kesulitan yang dihadapi oleh orang-orang di sekitarnya. \u00a0Di saat orang lain mungkin tidak peduli dan terus menikmati kesenangan diri sendiri, seorang yang peduli akan bangsanya akan terus menangis \u00a0disertai dengan doa-doa yang dipanjatkan tanpa henti \u00a0untuk kesejahteraan \u00a0dan keselamatan bagi seluruh \u00a0bangsa. Meminta kepada Tuhan agar para pemimpin bangsa ini \u00a0\u00a0dikaruniai \u00a0kebijaksanaan, keadilan, dan integritas sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang baik demi kepentingan bersama. Doa yang diiringi dengan tangisan merupakan dukacita mendalam atas nasib bangsanya dan berharap terjadinya perubahan.<\/p>\n<p>Rasa solidaritas\u00a0 akan tercermin dalam \u00a0dukacitanya atas bangsa. Hal ini \u00a0menunjukkan bahwa seseorang merasa terhubung dengan orang-orang dalam masyarakat tersebut dan ingin menunjukkan dukungan moral kepada mereka. Solidaritas \u00a0melibatkan perasaan persatuan dan kesatuan di antara warga negara sekalipun dalam keberagaman \u00a0\u00a0agama, etnis, budaya, atau latar belakang lainnya. Semua dapat \u00a0merasakan persatuan \u00a0sebagai anggota komunitas yang lebih besar sehingga bersama-sama \u00a0menunjukkan dukungan dan kepedulian terhadap sesama dalam situasi kesulitan dengan \u00a0bersedia membantu sesama warga negara yang membutuhkan bantuan.<\/p>\n<p>Dukacita tersebut \u00a0bisa menjadi dorongan untuk mencoba memperbaiki situasi. Ini akan \u00a0menginspirasi individu atau kelompok untuk bergerak dan melakukan tindakan yang dapat meningkatkan kehidupan dan kondisi masyarakat tersebut, seperti upaya kemanusiaan, sosial, atau politik.\u00a0 Kesadaran sosial akan terus bertumbuh dalam tangisan tersebut melalui \u00a0kepedulian terhadap isu-isu sosial dan ingin mengubah ketidakadilan \u00a0yang mungkin ada dalam masyarakat.<\/p>\n<p>Tangisan atas bangsa sebagai \u00a0bentuk ekspresi empati, dan kepedulian yang mendalam terhadap nasib dan kondisi orang-orang dalam masyarakat tertentu. Ini dapat menjadi langkah awal dalam usaha untuk menciptakan perubahan positif atau memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Jamson Siallagan Menangisi bangsa merupakan bentuk kepedulian yang mendalam terhadap kesejahteraan, keamanan, ataupun nasib \u00a0bangsanya. Tangisan yang lahir dari mata yang melihat sekelilingnya dan rasa cinta yang mengalir dari hati terhadap bangsanya. Ketika seseorang menangisi bangsanya, itu menunjukkan bahwa ia memahami atau merasa prihatin terhadap penderitaan dan kesulitan yang dihadapi oleh orang-orang di sekitarnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2884,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[1181,1208,1207],"class_list":["post-5290","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-empati","tag-solidaritas","tag-tangisi-bangsa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5290"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5291,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5290\/revisions\/5291"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}