{"id":5288,"date":"2023-10-12T08:36:48","date_gmt":"2023-10-12T01:36:48","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=5288"},"modified":"2023-10-12T08:36:48","modified_gmt":"2023-10-12T01:36:48","slug":"reaktif-atau-responsif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2023\/10\/reaktif-atau-responsif\/","title":{"rendered":"Reaktif atau Responsif?"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Jamson Siallagan (D5050)<\/strong><\/p>\n<p>Dalam menghadapi situasi atau peristiwa tertentu ada orang yang bersikap reaktif dan ada yang responsif. Reaktif dan responsif merupakan dua sikap yang berbeda dalam memberikan tanggapan. \u00a0Secara umum sikap reaktif cenderung dianggap lebih negatif sedangkan responsif merupakan sikap yang positif.<\/p>\n<p>Makna &#8220;reaktif&#8221; \u00a0mengacu pada perilaku atau tindakan yang dilakukan dalam tanggapan terhadap situasi atau peristiwa tertentu yang \u00a0cenderung tidak terkontrol, impulsif, atau tidak bijaksana. Seorang yang reaktif sering mengambil tindakan tanpa mempertimbangkan dan \u00a0tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang atau dampaknya pada diri mereka sendiri atau orang lain (impulsif). Sikap reaktif seringkali didorong oleh \u00a0emosi yang tidak terkendali, seperti marah, frustrasi, atau ketakutan, \u00a0sehingga\u00a0 kadang kala berdampak pada hilanganya kendali diri dan bertindak tanpa pertimbangan yang matang. Tanpa pertimbangan yang matang \u00a0\u00a0dan \u00a0hanya menanggapi situasi dengan spontanitas akan \u00a0berpotensi merugikan \u00a0hubungan antarpribadi, karier, atau kehidupan secara umum. Jadi sikap reaktif \u00a0yang cenderung \u00a0negatif merupakan \u00a0tindakan yang \u00a0kurang bijaksana, tidak terkendali, dan merugikan. Untuk menghindari perilaku reaktif yang negatif, penting untuk mengembangkan keterampilan pengendalian diri, pemikiran kritis, dan kemampuan untuk merespons dengan bijaksana dalam berbagai situasi.<\/p>\n<p>Seseorang yang responsif adalah seseorang yang memiliki kemampuan dan kecenderungan untuk memberikan tanggapan \u00a0\u00a0dengan tepat dan bijaksana. Cepat atau lambat dalam memberikan tanggapan dilakukan dengan \u00a0mengenali dan memahami situasi atau permintaan atau kebutuhan \u00a0yang ada di sekitar mereka. Mereka dapat berkomunikasi dengan bijaksana dan \u00a0efektif dengan orang lain, termasuk memberikan tanggapan atau menjawab pertanyaan dengan jelas dan tepat waktu. Tanggapan \u00a0yang diberikan didorong oleh kepedulian terhadap orang lain. \u00a0Mereka cenderung memahami dan menghargai kebutuhan orang lain serta memberikan dukungan atau bantuan jika diperlukan. Terkadang mereka \u00a0juga bersifat proaktif dalam tindakan mereka, artinya mereka tidak hanya menunggu situasi muncul, tetapi juga mencari cara untuk meningkatkan situasi atau membantu orang lain tanpa diminta. Sifat responsif adalah sifat yang dianggap positif dalam hubungan sosial, pekerjaan, dan interaksi sehari-hari. Ini membantu dalam membangun hubungan yang kuat, mengatasi masalah dengan efektif, dan memberikan dukungan kepada orang lain.<\/p>\n<p>Jangan terlalu reaktif, sebaliknya\u00a0 marilah kita menjadi pribadi yang responsif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Jamson Siallagan (D5050) Dalam menghadapi situasi atau peristiwa tertentu ada orang yang bersikap reaktif dan ada yang responsif. Reaktif dan responsif merupakan dua sikap yang berbeda dalam memberikan tanggapan. \u00a0Secara umum sikap reaktif cenderung dianggap lebih negatif sedangkan responsif merupakan sikap yang positif. Makna &#8220;reaktif&#8221; \u00a0mengacu pada perilaku atau tindakan yang dilakukan dalam tanggapan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2884,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[1205,1206],"class_list":["post-5288","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-pribadi-reaktif","tag-pribadi-responsif"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5288","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5288"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5288\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5289,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5288\/revisions\/5289"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5288"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5288"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5288"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}