{"id":4970,"date":"2023-03-02T11:19:51","date_gmt":"2023-03-02T04:19:51","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=4970"},"modified":"2023-03-02T11:19:51","modified_gmt":"2023-03-02T04:19:51","slug":"dilema-lebih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2023\/03\/dilema-lebih\/","title":{"rendered":"Dilema \u201clebih\u201d"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: Simon Mangatur<\/p>\n<p>\u201cLebih\u201d bisa jadi sebuah kata yang memberi tekanan, dorongan, hasrat bahkan ambisi. \u201cLebih\u201d bisa membuat kehidupan tidak pernah sampai pada kepuasan dan terus membawa diri keluar dari zona nyaman. \u201cLebih\u201d bisa jadi juga sebuah kata yang membawa pada frustasi, kekecewaan, dan keputusasaan.<\/p>\n<p>Lebih pintar, lebih cantik, lebih kaya, lebih sukses, lebih terkenal, lebih maju, lebih banyak pengikut, kata-kata ini saja sudah cukup memberikan tekanan bagi generasi zaman ini, dan tekanan itu akan semakin kuat ketika ditambahkan lagi kata \u201charus\u201d<\/p>\n<p>\u201cKamu harus lebih rajin!\u201d<\/p>\n<p>\u201cKamu harus lebih pintar!\u201d<\/p>\n<p>\u201cKamu harus lebih sukses!\u201d<\/p>\n<p>\u201cKamu harus lebih cantik!\u201d<\/p>\n<p>\u201cKamu harus lebih kaya!\u201d<\/p>\n<p>Belum lagi ketika kata \u201clebih\u201d dan \u201charus\u201d itu diikuti dengan contoh pembanding;<\/p>\n<p>\u201cKamu harus lebih rajin seperti si\u2026.!\u201d<\/p>\n<p>\u201cKamu harus lebih pintar seperti si \u2026!\u201d<\/p>\n<p>\u201cKamu harus lebih sukses seperti si \u2026!\u201d<\/p>\n<p>Sehingga kerap kali indentitas diri disamakan dengan pencapain-pencapain dari usaha-usaha untuk \u201charus lebih\u201d. Alhasil bila \u201clebih\u201d tidak diikuti dengan kata-kata yang positif, maka sebaliknya malah diikuti oleh kata-kata negative, lebih \u2013 hancur, gagal, terpuruk, mengecewakan dan sebagainya.<\/p>\n<p>Celakanya lagi, lebih hancur, gagal, terpuruk dan mengecewakan itu dijadikan identitas diri. \u201cAku orang hancur,\u201d \u201cAku orang gagal,\u201d \u201cAku orang terpuruk\u201d dan lagi lagi. Inilah dilema \u201clebih,\u201d ia bisa membawa ke atas namun juga bisa ke bawah. Bisa membawa lebih baik, namun juga bisa lebih buruk.<\/p>\n<p>Namun dilema itu tetap harus dihadapi, karena kehidupan menghendaki sebuah dinamika, kehidupan menghendaki kita \u201clebih\u201d ke arah yang baik. Sekalipun \u201clebih\u201d bisa menuju ke bawah dan bukan ke atas, bukan berarti kita tidak mengambil pilihan untuk menjadi lebih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Simon Mangatur \u201cLebih\u201d bisa jadi sebuah kata yang memberi tekanan, dorongan, hasrat bahkan ambisi. \u201cLebih\u201d bisa membuat kehidupan tidak pernah sampai pada kepuasan dan terus membawa diri keluar dari zona nyaman. \u201cLebih\u201d bisa jadi juga sebuah kata yang membawa pada frustasi, kekecewaan, dan keputusasaan. Lebih pintar, lebih cantik, lebih kaya, lebih sukses, lebih terkenal, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":3113,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[1028],"class_list":["post-4970","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-dilema-lebih"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4970"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4970\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4971,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4970\/revisions\/4971"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}