{"id":4185,"date":"2022-11-03T12:38:10","date_gmt":"2022-11-03T05:38:10","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=4185"},"modified":"2022-11-03T12:38:11","modified_gmt":"2022-11-03T05:38:11","slug":"relevansi-nilai-sumpah-pemuda-dengan-perkembangan-zaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2022\/11\/relevansi-nilai-sumpah-pemuda-dengan-perkembangan-zaman\/","title":{"rendered":"Relevansi Nilai Sumpah Pemuda dengan Perkembangan Zaman"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh: Zakaria Berlam Pragusma | 2502040612 | PPTI 12 |<\/p>\n\n\n\n<p>Sumpah pemuda adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah negara kita, pada&nbsp; hari ini lah seluruh pemuda menyatukan suara. Para pemuda menyuarakan sumpah bahwa kita&nbsp; adalah satu dan sebagai suatu kesatuan memperjuangkan negara kita agar terbebas dari jeruji&nbsp; para penjajah hingga merdeka lah Indonesia Raya. Peristiwa bersejarah ini terjadi pada 27-28&nbsp; Oktober 1928 di Batavia (sekarang disebut dengan Jakarta) dan selalu kita peringati pada&nbsp; tanggal 28 Oktober dengan membacakan sumpah-sumpah yang telah dirumuskan oleh para&nbsp; pendahulu kita. Di zaman yang sudah berkembang ini dimana segala hal sudah di automisasi&nbsp; menggunakan tekhnologi, apakah nilai-nilai yang ada pada Sumpah pemuda masih relevan&nbsp; dengan kehidupan pemuda zaman sekarang?<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum kita membahas relevansi Sumpah Pemuda pada zaman ini, mari kita baca&nbsp; terlebih dahulu isi dari Sumpah Pemuda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah &nbsp;Indonesia.<\/li><li>Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.<\/li><li>Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa &nbsp;Indonesia.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Dari ketiga sumpah ini, kita bisa dapatkan nilai-nilai sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Nasionalisme: Adanya rasa kebersamaan, perasaan senasib, kedekatan fisik maupun&nbsp; nonfisik, dan persamaan tujuan, mendorong bangkitnya nasionalisme dalam diri bangsa&nbsp; Indonesia.<\/li><li>Persatuan: Sumpah Pemuda membuktikan bahwa perbedaan yang ada di Indonesia&nbsp; tidaklah menjadi pemecah, melainkan pemersatu, sebagai bentuk perwujudan dari&nbsp; Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu.<\/li><li>Persaudaraan: Adanya kesamaan nasib dapat menimbulkan dan mempererat rasa&nbsp; kebersamaan serta persaudaraan. Hal ini tentunya dapat membuka kesadaran bahwa&nbsp; kepentingan bersama itu jauh lebih utama dan penting daripada kepentingan individu&nbsp; atau golongan tertentu saja.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Pada masa ini, para remaja sudah mulai terkena dampak tekhnologi. Hampir seluruh remaja&nbsp; sudah memiliki gadget, bahkan balita pun sudah memiliki gadget nya sendiri untuk bermain.&nbsp; Masih kah nilai-nilai di atas relevan dengan zaman tekhnologi ini? Jawabannya iya, nilai nilai tersebut masih relevan hanya saja implementasi dari nilai-nilai tersebut berubah<\/p>\n\n\n\n<p>bentuk. Dari yang awalnya kita berkumpul dan menyuarakan suara secara langsung&nbsp; sekarang kita menggunakan gadget sebagai perantara dalam mengutarakan suara kita.&nbsp; Nasionalisme masih lah berlaku entah kapan pun dan dimanapun, namun bentuk dari&nbsp; nasionalisme ini sudah berubah dengan adanya tekhnologi. Kita juga bisa lebih mudah&nbsp; dalam menyebarkan nilai-nilai sumpah pemuda dengan adanya tekhnologi yang amat&nbsp; memudahkan kehidupan kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Zakaria Berlam Pragusma | 2502040612 | PPTI 12 | Sumpah pemuda adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah negara kita, pada&nbsp; hari ini lah seluruh pemuda menyatukan suara. Para pemuda menyuarakan sumpah bahwa kita&nbsp; adalah satu dan sebagai suatu kesatuan memperjuangkan negara kita agar terbebas dari jeruji&nbsp; para penjajah hingga merdeka lah Indonesia Raya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":4186,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[720,784,716],"class_list":["post-4185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mahasiswa","tag-para-pemuda","tag-perkembangan-zaman","tag-sumpah-pemuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4187,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4185\/revisions\/4187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}