{"id":4169,"date":"2022-11-03T11:52:08","date_gmt":"2022-11-03T04:52:08","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=4169"},"modified":"2022-11-03T11:52:08","modified_gmt":"2022-11-03T04:52:08","slug":"memaknai-sumpah-pemuda-pada-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2022\/11\/memaknai-sumpah-pemuda-pada-era-digital\/","title":{"rendered":"Memaknai Sumpah Pemuda Pada Era Digital"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh:&nbsp; Stefanus Luigi Marcellino | PPTI 12&nbsp; | 2502041306<\/p>\n\n\n\n<p>Pada masa penjajahan, negara Indonesia tidak seperti yang dikenal saat ini. Rakyat Indonesia&nbsp; masih berjuang sesuai dengan daerah masing-masing melawan penjajah. Satu per satu daerah&nbsp; Indonesia dikuasai oleh para penjajah. Banyak pahlawan yang gugur dalam pertempuran demi&nbsp; melindungi bangsa Indonesia. Namun, dengan kekalahan ini justru membuat pemuda-pemuda<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia menyadari bahwa agar mampu mengalahkan para penjajah, bangsa Indonesia harus&nbsp; berani untuk bersatu menyatukan kekuatan dan menghadapi pertempuran bersama-sama. Dengan&nbsp; demikian, lahirlah ikrar yang disampaikan oleh para pemuda Indonesia yang bertekad untuk&nbsp; bersatu dalam gerakan nasionalisme memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tepatnya pada&nbsp; tanggal 28 Oktober 1928 yang bernama Sumpah Pemuda.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumpah Pemuda ini sebagai motivasi dan semangat bagi rakyat Indonesia untuk mewujudkan&nbsp; sebuah negara yang memiliki identitas. Hal ini menjadi babak baru bagi perjuangan bangsa&nbsp; Indonesia yang awalnya bersifat lokal menjadi nasional. Sumpah Pemuda membangun semangat&nbsp; atas dasar kesamaan nasib dan juga cita-cita, yaitu kemerdekaan Indonesia. Puncak dari semangat&nbsp; ini terdapat pada tanggal 17 Agustus 1945 di mana negara Indonesia telah merdeka dan sejak itu&nbsp; Indonesia yang terdiri dari beragam suku, Bahasa, agama, budaya, etnis, dan golongan resmi&nbsp; menjadi satu kesatuan yang utuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, Indonesia telah memasuki era digital di mana semua bidang yang terdapat di negara&nbsp; Indonesia telah menggunakan teknologi untuk melancarkan aktivitas manusia sehari-hari. Namun,&nbsp; bagaimana cara kita memaknai Sumpah Pemuda di era digital ini? Mari simak penjelasan berikut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Menciptakan Inovasi untuk Memajukan Bangsa Indonesia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Masa pandemi membuat bangsa Indonesia menyadari akan pentingnya teknologi. Semua aktivitas&nbsp; sehari-hari bisa dilaksanakan dengan bantuan teknologi. Banyak sekali inovasi-inovasi baru yang&nbsp; diciptakan oleh para pemuda Indonesia, seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan&nbsp; masih banyak lagi. Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan juga melatih kreativitas rakyat&nbsp; Indonesia, khususnya para pemuda generasi penerus bangsa. Tidak perlu membuat inovasi yang&nbsp; rumit. Kita bisa mencoba untuk menciptakan inovasi baru yang bisa menyelesaikan permasalahan&nbsp; kecil, seperti keseharian kita.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Menggunakan Media Sosial dengan Bijak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Semua orang pasti pernah menggunakan dan memiliki akun media sosial. Era digital ini&nbsp; memudahkan rakyat Indonesia untuk menemukan informasi baik dari dalam negeri maupun luar&nbsp; negeri. Akan tetapi, tidak semua informasi itu baik untuk kita, seperti berita hoax. Sebagai pemuda&nbsp; Indonesia, kita harus pandai memilah informasi yang kita terima dengan bijak. Selain menerima,&nbsp; kita juga bisa memberi informasi dengan mudah juga. Jangan pernah menyebarkan berita hoax&nbsp; karena itu dapat menimbulkan perpecahan. Kita juga harus memiliki sikap toleransi karena cita<\/p>\n\n\n\n<p>cita utama bangsa Indonesia adalah mempertahankan persatuan dan kesatuan negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga, dengan era digital ini dapat membantu kita dalam mewujudkan cita-cita yang&nbsp; terkandung dalam Sumpah Pemuda. Kita bisa menemukan inovasi-inovasi baru yang bisa<\/p>\n\n\n\n<p>mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia dan juga kita sebagai pemuda harus bisa&nbsp; membedakan hal yang baik dan buruk agar bisa mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh:&nbsp; Stefanus Luigi Marcellino | PPTI 12&nbsp; | 2502041306 Pada masa penjajahan, negara Indonesia tidak seperti yang dikenal saat ini. Rakyat Indonesia&nbsp; masih berjuang sesuai dengan daerah masing-masing melawan penjajah. Satu per satu daerah&nbsp; Indonesia dikuasai oleh para penjajah. Banyak pahlawan yang gugur dalam pertempuran demi&nbsp; melindungi bangsa Indonesia. Namun, dengan kekalahan ini justru membuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":4170,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[626,773,716],"class_list":["post-4169","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mahasiswa","tag-era-digital","tag-pemuda","tag-sumpah-pemuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4169","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4169"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4169\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4171,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4169\/revisions\/4171"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}