{"id":4139,"date":"2022-11-01T15:04:01","date_gmt":"2022-11-01T08:04:01","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=4139"},"modified":"2022-11-01T15:04:01","modified_gmt":"2022-11-01T08:04:01","slug":"refleksi-diri-dalam-ikrar-sumpah-pemuda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2022\/11\/refleksi-diri-dalam-ikrar-sumpah-pemuda\/","title":{"rendered":"Refleksi Diri Dalam Ikrar Sumpah Pemuda"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh: Jevent Natthannael | PPTI 12 | 2502041256 |<\/p>\n\n\n\n<p>Sumpah pemuda adalah salah satu hari penting yang diperingati di Indonesia setiap tanggal 28&nbsp; Oktober. Hari Sumpah Pemuda sendiri diperingati untuk mengenang semangat persatuan yang&nbsp; telah ada dan diwujudkan dalam sumpah persatuan pemuda-pemuda Indonesia terdahulu. Sumpah&nbsp; pemuda yang dicetuskan para pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 ini berisikan tiga ikrar dari&nbsp; para pemuda, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li><strong><em>Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.<\/em><\/strong><\/li><li><strong><em>Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.<\/em><\/strong><\/li><li><strong><em>Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.<\/em><\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Sumpah pemuda saat itu adalah salah satu alat pemersatu bangsa yang berperan sangat penting&nbsp; pada masanya. Namun, bagaimana dengan peran sumpah pemuda bagi bangsa dan negara sekarang&nbsp; ini? Sebagai salah satu pemuda Indonesia, saya berkesempatan untuk menyampaikan pemikiran,&nbsp; pendapat, dan refleksi diri saya terhadap peranan sumpah pemuda dalam kehidupan pribadi saya.&nbsp; Sebagai pemuda Indonesia di zaman sekarang ini, saya merasa peranan dan nilai-nilai sumpah&nbsp; pemuda sudah mulai luntur dari diri para pemuda Indonesia. Berkaca pada kehidupan sendiri,&nbsp; sebagai pemuda pun saya sering kali gagal menerapkan nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupa&nbsp; sehari-hari. Dimulai dari kesadaran sebagai putra Indonesia yang bertumpah darah yang satu, tanah&nbsp; air Indonesia, sering kali saya mempertanyakan mengenai identitas diri sebagai pemuda Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang ini, saya sulit merasa bangga akan tanah air Indonesia dikarenakan masih seringnya&nbsp; rendah diri terhadap bangsa asing. Seringkali kebudayaan asing menjadi patokan kehidupan saya&nbsp; dibandingkan budaya Indonesia itu sendiri. Setelah saya berinteropeksi diri, saya berkesimpulan&nbsp; bahwa hal ini disebabkan karena semakin jauhnya nilai-nilai ke-Indonesian di zaman sekarang ini&nbsp; dibandingkan pada zaman dahulu. Selain itu, prestasi Indonesia juga seringkali tertutupi dengan&nbsp; prestasi dari bangsa asing yang menyebabkan saya dan mungkin banyak lagi pemuda lainnya yang&nbsp; menjadi kurang sadar akan prestasi-prestasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, saya berefleksi diri untuk lebih&nbsp; mengenal dan peduli dengan nilai-nilai Indonesia terdahulu dan prestasi yang telah diperoleh bumi&nbsp; pertiwi ini. Dari nilai kebahasaan pun juga saya juga masih belum sepenuhnya menjunjung tinggi&nbsp; nilai Bahasa Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari perilaku dan interaksi sehari-hari saya yang lebih&nbsp; sering dan lebih nyaman menggunakan bahasa asing dibandingkan bahasa Indonesia. Juga dari&nbsp; segi kebahasaan, saya cenderung lebih memahami bahasa asing dibandingkan bahasa Indonesia&nbsp; secara menyeluruh. Untuk itu perlu bagi saya untuk terus belajar mengenai bahasa Indonesia dan&nbsp; terus menumbuhkan rasa cinta akan bahasa Indonesia dengan cara lebih sering menggunakan&nbsp; bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, tetap membaca sastra dalam bahasa Indonesia, dan&nbsp; banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang terakhir, dari segi kebangsaan seringkali saya mempertanyakan identitas&nbsp; kebangsaan Indonesia saya. Hal ini dikarenakan garis keturunan saya yang berasal dari suku&nbsp; Tionghua, yang secara garis besarnya merupakan suku asli dari Cina bukan Indonesia. Seringkali&nbsp; muncul dalam pemikiran saya, apakah saya benar-benar diterima dan bangga menjadi bangsa&nbsp; Indonesia. Dengan mempelajari lebih dalam lagi mengenai sejarah dan hukum yang ada di&nbsp; Indonesia, saya dapat belajar dan lebih yakin akan identitas saya sebagai bangsa Indonesia. Salah&nbsp; satu ada di dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia No.12 Tahun 2014 yang memaparkan&nbsp; tentang status keturunan Cina yang tinggal di Indonesia sebagai bangsa Indonesia sejati selama&nbsp; mereka dengan sadar dan mengakui Indonesia sebagai tanah airnya dan bersikap setia kepada &nbsp;Negara Republik Indonesia, sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal 26 ayat (1) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, negara Indoneisa secara pasti dan&nbsp; jelas mengakui keberadaan saya sebagai bagian dari bangsa Indonesia selama saya juga secara&nbsp; sadar dan benar mengakui kedaulatan dan identitas saya sebagai keturunan tanah air Indonesia.&nbsp; Dengan begitu, saya bisa dengan yakin dan tegas menyatakan diri saya sebagai bangsa Indonesia&nbsp; yang sejati dengan hidup sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia, salah satunya adalah nilai nilai yang ada pada sumpah pemuda.<\/p>\n\n\n\n<p>Referensi : https:\/\/jdih.kemenkeu.go.id\/fulltext\/2014\/12TAHUN2014Kpres.HTM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Jevent Natthannael | PPTI 12 | 2502041256 | Sumpah pemuda adalah salah satu hari penting yang diperingati di Indonesia setiap tanggal 28&nbsp; Oktober. Hari Sumpah Pemuda sendiri diperingati untuk mengenang semangat persatuan yang&nbsp; telah ada dan diwujudkan dalam sumpah persatuan pemuda-pemuda Indonesia terdahulu. Sumpah&nbsp; pemuda yang dicetuskan para pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":4140,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[721,716],"class_list":["post-4139","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mahasiswa","tag-pemuda-indonesia","tag-sumpah-pemuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4139"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4141,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4139\/revisions\/4141"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}