{"id":4132,"date":"2022-11-01T14:36:09","date_gmt":"2022-11-01T07:36:09","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=4132"},"modified":"2022-11-01T14:36:10","modified_gmt":"2022-11-01T07:36:10","slug":"menjadikan-sumpah-pemuda-menjadi-pedoman-hidup-sehari-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2022\/11\/menjadikan-sumpah-pemuda-menjadi-pedoman-hidup-sehari-hari\/","title":{"rendered":"\u201cMenjadikan Sumpah Pemuda Menjadi Pedoman Hidup Sehari-hari\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh: Jefferson Johan | PPTI 12 | 2502041224 |<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika hari peringatan Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober, seringkali terdapat banyak acara&nbsp; televisi yang menayangkan semarak semangat Sumpah Pemuda. Banyak sekali kegiatan perayaan&nbsp; yang dibuat guna menyambut peringatan sumpah pemuda, seperti acara lomba, upacara, jalan jalan, sampai ke diskon-diskon. Animo masyarakat terhadap perayaan Sumpah Pemuda masih&nbsp; sangat tinggi di Indonesia. Namun, ketika mulai ditanya tentang apa isi Sumpah Pemuda, banyak<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">sekali masyarakat Indonesia baik itu anak-anak, remaja, maupun dewasa yang masih sulit&nbsp; menjawab tentang isi Sumpah Pemuda. Padahal, isi dari Sumpah Pemuda pasti seringkali dibahas&nbsp; dalam pelajaran kewarganegaraan sejak masih di bangku sekolah. Akan menjadi sangat&nbsp; memalukan apabila rakyat Indonesia sendiri tidak mengetahui apa itu isi dari Sumpah Pemuda&nbsp; yang telah membangun negara Indonesia ketika bangkit dari keterpurukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada saat perumusan Sumpah Pemuda, semangat para pahlawan bangsa di Kongres Pemuda II&nbsp; sangatlah tinggi. Mereka bercita-cita membawa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku&nbsp; bangsa menjadi bangsa yang satu dan bangsa yang besar. Seperti kata Bapak Pendiri Bangsa&nbsp; Soekarno, \u201cBangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.\u201d Ungkapan&nbsp; tersebut sangatlah benar, karena apabila tidak ada Sumpah Pemuda mungkin tidak akan ada&nbsp; Indonesia yang sekarang. Tidak akan ada juga negara Indonesia yang nyaman dihuni seperti&nbsp; sekarang ini. Bisa saja muncul negara Sumatera, negara Jawa, negara Sulawesi, dan sebagainya. Cita-cita para pahlawan saat itu sangatlah besar dan pada akhirnya dituangkan dalam Sumpah&nbsp; Pemuda. Melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda ini, perlahan-lahan bangsa&nbsp; Indonesia bangkit dari keterpurukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai pemuda Indonesia, sangatlah penting bagi masyarakat Indonesia menjiwai Sumpah&nbsp; Pemuda yang mengajak kita untuk mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia,&nbsp; mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Semangat Sumpah Pemuda ini jangan sampai kendor apalagi dilupakan. Mulai hari ini, marilah&nbsp; berjanji untuk kita semua sebagai warga negara Indonesia menerapkan nilai-nilai mulia Sumpah&nbsp; Pemuda menjadi landasan bagaimana kita berpikir dan berperilaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai penutup, hendaklah kita masyarakat Indonesia membuat keputusan untuk memegang teguh nilai Sumpah Pemuda dalam hidup. Karena jika tidak ada Sumpah Pemuda maka tidak akan&nbsp; ada Indonesia yang satu, utuh, dan damai.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Jefferson Johan | PPTI 12 | 2502041224 | Ketika hari peringatan Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober, seringkali terdapat banyak acara&nbsp; televisi yang menayangkan semarak semangat Sumpah Pemuda. Banyak sekali kegiatan perayaan&nbsp; yang dibuat guna menyambut peringatan sumpah pemuda, seperti acara lomba, upacara, jalan jalan, sampai ke diskon-diskon. Animo masyarakat terhadap perayaan Sumpah Pemuda masih&nbsp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":4133,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[770,716],"class_list":["post-4132","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mahasiswa","tag-pedoman-hidup","tag-sumpah-pemuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4132"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4134,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4132\/revisions\/4134"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}