{"id":4026,"date":"2022-10-31T15:35:03","date_gmt":"2022-10-31T08:35:03","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=4026"},"modified":"2022-10-31T15:35:04","modified_gmt":"2022-10-31T08:35:04","slug":"makna-dan-peran-sumpah-pemuda-bagi-gen-z","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2022\/10\/makna-dan-peran-sumpah-pemuda-bagi-gen-z\/","title":{"rendered":"Makna dan Peran Sumpah Pemuda Bagi Gen Z"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh: Alexandro Alvin Valentino | PPTI 11<\/p>\n\n\n\n<p>Sumpah Pemuda adalah tonggak utama dalam sejarah kemerdekaan&nbsp; Indonesia dan dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan&nbsp; cita cita berdirinya negara Indonesia. Keputusan Kongres Pemuda yang&nbsp; diselenggarakan pada 27-28 Oktober di Jakarta menegaskan cita cita akan&nbsp; \u201ctanah air Indonesia\u201d, \u201cbangsa Indonesia\u201d, dan \u201cBahasa Indonesia\u201d. Dari cita&nbsp; cita tersebut, lahirlah ikrar yang seperti sekarang kita dengar yaitu Ikrar&nbsp; Sumpah Pemuda<\/p>\n\n\n\n<p>1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu,&nbsp; tanah Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p>2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa&nbsp; Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung Bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumpah Pemuda tentunya memiliki makna yang penting bagi Gen Z. Demi&nbsp; mewujudkan persatuan dan keutuhan NKRI, para pemuda dan pemudi&nbsp; Indonesia mengorbankan waktu, tenaga, harta, pikiran, dan jiwanya untuk&nbsp; menyatukan bangsa Indonesia. Tentunya ini memberikan kita gambaran&nbsp; bahwa makna sumpah pemuda adalah menyatukan perjuangan bangsa&nbsp; Indonesia. Makna Sumpah Pemuda yang kedua adalah rasa cinta tanah air.&nbsp; Hal ini dapat kita lakukan dengan mencintai keragaman budaya, keyakinan,&nbsp; Bahasa, dan suku.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumpah Pemuda yang memiliki makna mendalam akan membangun&nbsp; semangat juang untuk mencapai tujuan. Semangat juang inilah yang dapat&nbsp; menjadi contoh nyata bagi generasi muda saat ini untuk mengambil langkah&nbsp; menuju kemerdekaan. Tentunya untuk mencapai tujuan tersebut, kita sebagai&nbsp; warga negara Indonesia harus bangga dalam berbahasa Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak dideklarasikannya Sumpah Pemuda, kebanggaan sudah terlihat pada&nbsp; semua pemuda yang mengembangkannya. Setiap baris yang&nbsp; menggabungkan semangat juang dan rasa bangga menjadi bangsa&nbsp; Indonesia mewujudkan esensi Sumpah Pemuda. Kita ingin dari generasi ke&nbsp; generasi mampu memaknai dengan baik cita-cita luhur penggagas lahirnya&nbsp; semangat pemuda dalam persatuan dan kesatuan. Namun, tetap harus&nbsp; mampu merefleksikan semangat perjuangan para pemuda pada saat itu&nbsp; ketika memegang tombak untuk mencapai kemerdekaan. Untuk menghargai&nbsp; perjuangan pemuda masa lalu, generasi milenial saat ini harus menghasilkan&nbsp; ide, kreativitas dan inovasi untuk mempertahankan eksistensi kemerdekaan&nbsp; itu sendiri. Mengenai kreativitas, kita bisa mengamati hasil karya-karya&nbsp; terdahulu untuk menghasilkan karya-karya baru sehingga dapat mengasah&nbsp; keterampilan milenial.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Alexandro Alvin Valentino | PPTI 11 Sumpah Pemuda adalah tonggak utama dalam sejarah kemerdekaan&nbsp; Indonesia dan dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan&nbsp; cita cita berdirinya negara Indonesia. Keputusan Kongres Pemuda yang&nbsp; diselenggarakan pada 27-28 Oktober di Jakarta menegaskan cita cita akan&nbsp; \u201ctanah air Indonesia\u201d, \u201cbangsa Indonesia\u201d, dan \u201cBahasa Indonesia\u201d. Dari cita&nbsp; cita tersebut, lahirlah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":4027,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[733,734,716],"class_list":["post-4026","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mahasiswa","tag-gen-z","tag-makna-sumpah-pemuda","tag-sumpah-pemuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4026","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4026"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4026\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4029,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4026\/revisions\/4029"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4026"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4026"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4026"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}