{"id":4009,"date":"2022-10-31T14:58:47","date_gmt":"2022-10-31T07:58:47","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=4009"},"modified":"2022-10-31T14:58:47","modified_gmt":"2022-10-31T07:58:47","slug":"makna-sumpah-pemuda-bagi-saya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2022\/10\/makna-sumpah-pemuda-bagi-saya\/","title":{"rendered":"Makna Sumpah Pemuda Bagi Saya"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Oleh: Paul Calvin \u2013 2502040386 \u2013 PPTI 11<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut saya, Sumpah Pemuda menjadi sebuah deklarasi bahwa perjuangan rakyat Indonesia tidak&nbsp; lagi bersifat kedaerahan (berdasarkan bahasa, agama, suku, adat istiadat, dan budaya), melainkan sudah&nbsp; dalam bentuk kesatuan yang kuat (sebagai bangsa di dalam satu negara). Melalui Sumpah Pemuda, hadirlah&nbsp; sebuah kesadaran bagi masyarakat Indonesia bahwa kita merupakan bangsa yang satu. Hal ini didasarkan&nbsp; pada tujuan yang sama, yaitu menjaga dan membangun Indonesia sebagai negara yang merdeka dan bebas&nbsp; untuk hidup dalam keberagaman. Saya sangat bersyukur bahwa Sumpah Pemuda dapat menjadi pedoman&nbsp; untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia sehingga&nbsp; setiap warga dapat hidup secara bebas dalam keberagaman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Makna Sumpah Pemuda bagi saya sangatlah penting, yaitu sebagai satu pedoman yang bisa dipegang&nbsp; secara bersama oleh orang-orang di lingkungan saya agar dapat terus bekerja sama mencapai tujuan&nbsp; bersama. Melihat bahwa Sumpah Pemuda menjadi sebuah dasar yang sangat penting, saya dapat belajar&nbsp; dari Sumpah Pemuda bahwa untuk menghasilkan sesuatu yang besar, diperlukan pengorbanan yang besar&nbsp; juga. Pengorbanan para pemuda untuk mewujudkan persatuan satu bangsa dan negara sangatlah tidak&nbsp; mudah. Namun dari pengorbanan yang tidak mudah tersebut, lahirlah sebuah kemerdekaan yang&nbsp; menumbuhkan semangat juang untuk mencapai tujuan-tujuan yang tinggi. Berangkat dari sana, Sumpah&nbsp; Pemuda menjadi sebuah semangat yang hidup dalam diri saya untuk terus menjalani kehidupan yang rukun&nbsp; dalam keberagaman dengan semangat untuk memperjuangkan tujuan yang telah saya tetapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya juga bersyukur bahwa Sumpah Pemuda ini menjadi dasar untuk membangkitkan nasionalisme&nbsp; masyarakat Indonesia dan mempererat rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Semangat tersebut&nbsp; menjadi dasar yang kuat dalam mencapai tujuan bersama. Rasa nasionalisme juga menjadi dasar dari rasa&nbsp; kebanggaan akan persatuan Indonesia. Saya sendiri bangga akan bangsa, tanah air, dan bahasa Indonesia&nbsp; yang satu. Bagi saya, nasionalisme yang sama juga dapat menjaga keutuhan bangsa. Di tengah&nbsp; perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat dan luas, cara pikir dan pandangan&nbsp; manusia juga semakin beragam. Tak jarang kondisi tersebut menghasilkan pikiran atau pandangan yang&nbsp; berbeda, atau bahkan bertentangan. Dengan adanya jiwa nasionalisme yang sama, saya cukup yakin bahwa&nbsp; setiap pribadi dapat saling menghargai pendapat dan mendiskusikan hal tersebut lebih lanjut agar tercapai&nbsp; alternatif atau keputusan yang tepat dan yang dapat diterima oleh pihak yang sebelumnya bertentangan dengan guna untuk mencapai tujuan bersama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Paul Calvin \u2013 2502040386 \u2013 PPTI 11 Menurut saya, Sumpah Pemuda menjadi sebuah deklarasi bahwa perjuangan rakyat Indonesia tidak&nbsp; lagi bersifat kedaerahan (berdasarkan bahasa, agama, suku, adat istiadat, dan budaya), melainkan sudah&nbsp; dalam bentuk kesatuan yang kuat (sebagai bangsa di dalam satu negara). Melalui Sumpah Pemuda, hadirlah&nbsp; sebuah kesadaran bagi masyarakat Indonesia bahwa kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":4010,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[727,716],"class_list":["post-4009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mahasiswa","tag-rakyat-indonesia","tag-sumpah-pemuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4009"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4009\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4012,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4009\/revisions\/4012"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4010"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}