{"id":4002,"date":"2022-10-31T13:37:59","date_gmt":"2022-10-31T06:37:59","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=4002"},"modified":"2022-10-31T13:37:59","modified_gmt":"2022-10-31T06:37:59","slug":"hari-sumpah-pemuda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2022\/10\/hari-sumpah-pemuda\/","title":{"rendered":"Hari Sumpah Pemuda"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh: Mikel Vanesius Tanutomo &#8211; 2502040354 \u2013 PPTI 11<\/p>\n\n\n\n<p>Tanggal 28 Oktober merupakan hari yang diperingati masyarakat Indonesia sebagai&nbsp; hari sumpah pemuda. Meskipun selalu diperingati setiap tahunnya, tidak banyak yang&nbsp; mengetahui dan mengerti apa makna sebenarnya dibalik peristiwa ini. Dalam setiap peristiwa,&nbsp; pasti terdapat sebuah nilai yang ingin dicapai. Nilai tersebut dapat berubah dari waktu ke waktu&nbsp; seiring dengan perubahan zaman. Walaupun banyak nilai telah berubah, hari sumpah pemuda&nbsp; tetap diperingati sampai zaman sekarang. Pastinya terdapat suatu nilai yang ingin dijaga dalam&nbsp; peristiwa ini. Pertanyaannya, apakah nilai tersebut?<\/p>\n\n\n\n<p>Pada zaman penjajahan, banyak masyarakat Indonesia dari seluruh daerah berjuang&nbsp; untuk melawan penjajah demi mendapatkan kemerdekaan. Sayangnya, banyak dari perjuangan&nbsp; tersebut masih bersifat teritorial atau berorientasi hanya pada daerah tertentu saja. Bisa&nbsp; dikatakan Indonesia belum menjadi Indonesia yang seutuhnya pada saat itu. Namun, terdapat&nbsp; sekelompok pemuda yang melahirkan suatu konsep mengenai sebuah bangsa yang satu, yaitu&nbsp; kebangsaan Indonesia. Lahirnya konsep persatuan dan kebangsaan tersebut merupakan&nbsp; tonggak utama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda merupakan ikrar&nbsp; yang menegaskan realisasi terhadap konsep persatuan ini, sehingga dibalik Sumpah Pemuda,&nbsp; terdapat nilai persatuan dan kebangsaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nilai persatuan dan kebangsaan dibalik ikrar Sumpah Pemuda merupakan nilai-nilai&nbsp; yang diperlukan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Namun apakah berarti&nbsp; setelah kemerdekaan tersebut sudah tercapai, nilai-nilai tersebut menjadi tidak diperlukan dan&nbsp; kehilangan makna? Jawabannya adalah tidak. Nilai-nilai tersebut tetap diperlukan untuk&nbsp; mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Seluruh perjuangan yang telah dikerahkan&nbsp; masyarakat Indonesia tidak boleh dibiarkan begitu saja. Sebagai masyarakat Indonesia, kita&nbsp; juga harus tetap mengamalkan nilai persatuan dan kesatuan tersebut demi menjaga dan&nbsp; mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peringatan hari sumpah pemuda merupakan salah&nbsp; satu cara untuk menanamkan nilai persatuan dan kebangsaan tersebut kepada seluruh&nbsp; masyarakat Indonesia. Selain memperingati hari sumpah pemuda, kita juga perlu mendalami&nbsp; makna dari hari sumpah pemuda itu sendiri, kita harus memahami nilai yang terkandung di&nbsp; dalamnya, dan kita juga harus memperjuangkan nilai tersebut, yaitu nilai persatuan dan&nbsp; kebangsaan, karena itulah kewajiban kita sebagai masyarakat NKRI, Negara Kesatuan&nbsp; Republik Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Mikel Vanesius Tanutomo &#8211; 2502040354 \u2013 PPTI 11 Tanggal 28 Oktober merupakan hari yang diperingati masyarakat Indonesia sebagai&nbsp; hari sumpah pemuda. Meskipun selalu diperingati setiap tahunnya, tidak banyak yang&nbsp; mengetahui dan mengerti apa makna sebenarnya dibalik peristiwa ini. Dalam setiap peristiwa,&nbsp; pasti terdapat sebuah nilai yang ingin dicapai. Nilai tersebut dapat berubah dari waktu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":4003,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[725,716],"class_list":["post-4002","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mahasiswa","tag-28-oktober-2022","tag-sumpah-pemuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4002","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4002"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4002\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4004,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4002\/revisions\/4004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}