{"id":3364,"date":"2022-03-16T11:46:25","date_gmt":"2022-03-16T04:46:25","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=3364"},"modified":"2022-03-16T11:46:26","modified_gmt":"2022-03-16T04:46:26","slug":"stop-phubbing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2022\/03\/stop-phubbing\/","title":{"rendered":"Stop Phubbing"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh: Hari Sriyanto<\/p>\n\n\n\n<p>Kemajuan teknologi komunikasi telah membuat perilaku kita berubah. Hal itu dapat dilihat dari berubahnya kebiasaan orang dalam aktivitas sehari-hari. Dulu di pagi hari orang biasanya membaca koran untuk mengikuti perkembangan berita. Kebiasaan itu kini sudah jarang atau bahkan tidak lagi dilakukan oleh banyak orang. Dengan <em>smartphone<\/em>, orang bisa mengikuti perkembangan berita. Berbagai informasi bisa diperoleh dari benda kecil yang bisa kita genggam tersebut, Apa yang pernah dikatakan oleh mendiang <strong>Steve Jobs<\/strong>, kini sudah menjadi kenyataan ; \u2018Dunia dalam genggaman\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Smartphone<\/em> juga telah merubah perilaku orang saat bersilaturahmi pada <em>moment-moment<\/em> khusus. Orang&nbsp; dulunya sering memberikan ucapan Lebaran, Natal dan tahun baru, dengan mengirimkan kartu ucapan melalui pos. Kebiasaan itu sudah tak umum lagi dilakukan. Silaturahmi \/ ucapan hari raya kini bisa dilakukan dengan mengirim pesan melalui <strong>What\u2019s Up<\/strong>. Dulu orang harus melakukan perjalanan jauh untuk bersilaturahmi dengan keluarga atau sahabatnya yang tinggal di kota lain. <em>Smartphone<\/em> kini telah menjadikan dua orang di belahan dunia yang berbeda, bisa saling menatap melalui <em>video call<\/em>. Begitulah yang terjadi, kemajuan tehnologi komunikasi, membuat orang bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak terpikirkan, hidup menjadi lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kenyataannya, kemajuan tehnologi komunikasi, tidak selalu memberi efek yang positif. Dampak negatif dari kemajuan teknologi komunikasi mulai dirasakan banyak orang. Ada yang mengatakan, <em>smartphone<\/em> membuat orang semakin individualis. Orang cenderung tidak menghiraukan orang-orang disekitarnya, \u2018dan lebih asik berkomunikasi dengan orang yang jaraknya jauh\u2019. Hingga muncullah istilah \u2018mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang&nbsp; dekat.\u2019 Ungkapan itu saya pikir memang benar adanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kita perhatikan saat ini banyak orang yang duduk bersebelahan, mengobrol namun tidak saling melihat, karena salah satunya berbicara sambil asik memperhatikan <em>handphone<\/em>-nya. Kondisi itu disebut dengan istilah <strong><em>Phone Snubbing<\/em><\/strong> atau disingkat <strong><em>pubbing<\/em><\/strong> (penghinaan melalui telepon). Menurut <em>Healthline<\/em>, <strong><em>pubbing<\/em><\/strong> merupakan tindakan menghina seseorang yang diajak bicara secara langsung, dengan menfokuskan perhatian pada ponsel pada saat yang bersamaaan. Istilah <strong><em>pubbing<\/em><\/strong> mulai dikenal&nbsp;&nbsp; pada Mei 2012,&nbsp;saat <em>McCann Melbourne<\/em>&nbsp;bersama&nbsp;<em>Macquarie Dictionary<\/em>,&nbsp; mengundang&nbsp;&nbsp;&nbsp; para <em>lexicographers<\/em>(editor\/ penyusun kamus), penulis buku dan puisi, dan&nbsp; memperkenalkan kata<em>&nbsp;phubbing<\/em>&nbsp;di media dengan kampanye&nbsp;<em><strong>Stop Phubbing<\/strong><\/em><em>.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kampanye&nbsp;<em><strong>Stop Phubbing<\/strong><\/em><em> dilakukan untuk mengajak semua orang kembali melakukan kebiasaan lama, semisal <\/em>acara keluarga atau bertemu dengan teman,&nbsp; diisi dengan mengobrol atau bercanda satu sama lain. &nbsp;Langkah itu perlu diambil, karena penelitian yang dilakukan para peneliti&nbsp;<em>Hankamer School of Business dari Baylor University,<\/em>&nbsp;Texas terhadap 453 responden&nbsp; menunjukkan, <em><strong>phubbing<\/strong><\/em>menjadi penyebab 40-50% berakhirnya rumah tangga, dan hubungan romantic, serta menurunkan kepuasan hubungan antar individu dalam konteks yang lebih luas<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi inilah yang seharusnya membuat kita sadar bahwa <em><strong>phubbing<\/strong><\/em>merupakan tindakan tidak terpuji, karena tidak menghargai orang lain. Meski orang tersebut merupakan orang dekat kita, baik itu keluarga, teman atau kekasih, sebaiknya kita tidak melakukan <em>Phubbing<\/em>. Bila selama ini kita sering melakukan <em>Phubbing<\/em>, sebaiknya mulai mengurangi atau bahkan meninggalkan kebiasaan negatif tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana caranya ? Misalnya bisa instropeksi bagaimana perilaku kita sendiri, saat menggunakan&nbsp;<em>smartphone<\/em>.&nbsp;Kita&nbsp; harus memiliki rasa empati pada orang lain yang sedang bersama kita saat itu. Langkah lain adalah dengan membiasakan men-<em>setting<\/em>&nbsp;<em>smartphone <\/em>menjadi&nbsp;<em>silent mode<\/em>, saat bertemu&nbsp; dengan teman atau rekan kerja. Bila perlu kita taruh&nbsp;<em>smartphone<\/em> dalam tas atau di saku. Langkah ini lebih baik daripada ditaruh di atas meja, yang membuat kita bisa tergoda dan lebih berkonsenrasi ke <em>handhone<\/em>. Lalu bagaimana kalau lawan bicara kita yang melakukan <em><strong>phubbing<\/strong><\/em><strong>&nbsp;<\/strong>?&nbsp; Bila itu terjadi, kita&nbsp; bisa&nbsp; mengatakan&nbsp; keberatan dengan tindakannya yang lebih sibuk dengan <em>smartphone<\/em>-nya.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Kemajuan teknologi yang memudahkan kehidupan manusia, harus digunakan dengan baik, dan sesuai pada tempatnya. Kemajuan tehnologi diharapkan tidak&nbsp; menjadikan kita melupakan etika dan norma-norma yang selama inu berlaku. Demikian juga dengan kemajuan tehnologi komunikasi. Smartpone &nbsp;<\/em>merupakan teknologi yang memungkinkan kita berkomunikasi dan terhubung dengan siapa saja di mana saja dan kapan saja. Meski demikian, saat berinteraksi dengan orang yang berada jauh, kita harus tetap memperdulikan orang-orang yang saat itu berada di sekitar kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Kehadiran <em>smartphone<\/em> saat ini merupakan kebutuhan penting, meski demikian kita harus menggunakannya dengan bijak\u00a0 setidaknya mengurangi <strong><em>phubbing<\/em><\/strong>. Mari kita hormati orang-orang di sekitar kita, agar kita tidak dianggap, tak memiliki sopan-santun karena mengabaikan etika, hanya gara-gara menggunakan <em>smartphone<\/em>. Bila menggunakan <em>smartphone <\/em>sebaiknya dilakukan saat kita sendirian, atau saat\u00a0 tidak sedang bertemu seseorang. Kalaupun kita terpaksa harus menggunakan <em>smartphone<\/em> karena urusan mendesak, sebaiknya meminta ijin dengan orang yang sedang bersama kita. (Hari Sriyanto \/ D2715)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Hari Sriyanto Kemajuan teknologi komunikasi telah membuat perilaku kita berubah. Hal itu dapat dilihat dari berubahnya kebiasaan orang dalam aktivitas sehari-hari. Dulu di pagi hari orang biasanya membaca koran untuk mengikuti perkembangan berita. Kebiasaan itu kini sudah jarang atau bahkan tidak lagi dilakukan oleh banyak orang. Dengan smartphone, orang bisa mengikuti perkembangan berita. Berbagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2989,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[393,396,394,395],"class_list":["post-3364","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-phubbing","tag-security","tag-smartphone","tag-steve-jobs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3364","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3364"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3364\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3365,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3364\/revisions\/3365"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}