{"id":2886,"date":"2021-07-15T12:48:07","date_gmt":"2021-07-15T05:48:07","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=2886"},"modified":"2021-07-15T12:48:07","modified_gmt":"2021-07-15T05:48:07","slug":"manfaat-kesabaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2021\/07\/manfaat-kesabaran\/","title":{"rendered":"Manfaat kesabaran"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Oleh: Jamson Siallagan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kesabaran merupakan kemampuan mengelola emosi dan pikiran dalam menghadapi situasi yang sulit. Kesabaran memberikan manfaat besar dalam hidup kita. Marilah kita lihat berbagai manfaat dari kesabaran&nbsp;&nbsp;dalam&nbsp;&nbsp;uraian di bawah ini:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Sikap sabar membuat kita hidup bijaksana.\u00a0<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Dengan pengertian (wawasan yang luas) kita dapat bersabar\u00a0\u00a0menghadapi situasi apapun. Orang sabar diibaratkan seperti seorang dengan hidung dan nafas panjang dan si pemarah yang tidak sabar diibarakatkan seorang yang punya nafas pendek. Si penyabar dengan atrikan nafas yang dalam akan bersikap tenang,\u00a0\u00a0ulet atau fleksibel menghadapi tekanan hidup, kalau kaku akan patah dan jadi orang bodoh.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>2.  Sikap sabar membantu menyelesaikan masalah.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang yang yang tidak penyabar akan cepat marah selalu ketika menanggagpi berbagai interaksi kehidupan sehingga menimbulkan pertengkaran, perbantahan. Ketidaksabaran membuat seseorang cepat tersinggung dan mudah berkelahi sedangkan orang sabar\u00a0\u00a0suka damai, tidak cepat tersinggung, tidak menambah ketegangan. Sebuah contoh misalnya, dalam keluarga ketika terjadi pertengkaran atau perkelahian antara\u00a0\u00a0dua anak. Bagi orange tua yang tidak penyabar maka ia akan menghadapinya\u00a0\u00a0dengan\u00a0\u00a0emosi dan\u00a0marah-marah, maka\u00a0\u00a0suasananya pun\u00a0\u00a0menjadi tambah kacau. Tetapi jika orang tua sabar maka dapat mengajak anak-anak membicarakan, memberikan ketenangan, damai, dan pemulihan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>3.  Menang atas diri sendiri<\/p>\n\n\n\n<p>Ada pepatah yang mengatakan, \u201cLebih baik memiliki panjang sabar daripada kekuasan\u201d. Banyak orang dapat menguasai kota, tapi tidak dapat mengendalikan diri sendiri.\u00a0Ia bisa saja menguasai dengan kekerasan, berbagai macam cara., namun ia tidak dapat mengendalikan dirinya dengan cara tersebut. Mengendalikan diri sendiri itu memang sulit, namun dengan\u00a0\u00a0kesabaran\u00a0kita akan mampu mengendalkikan diri sendiri\u00a0\u00a0dan menjadi suatu kemenangan besar.<\/p>\n\n\n\n<p>4.  Memiliki akal sehat saat menghadapi kritikan\u00a0dan\u00a0\u00a0rela memaafkan orang lain.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Pada umumnya tiap orang lebih senang di puji daripada di kritik. Namun orang sabar akan mengahadapi kritikan dengan positif, tidak cepat marah, bahkan mampu memaafkan&nbsp;jika ada pelanggaran. Pepatah Perancis mengatakan bahwa&nbsp;&nbsp;\u201cKesabaran itu pahit, tapi buahnya manis\u201d.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada&nbsp;&nbsp;&nbsp;anggapan salah bahwa seolah-olah&nbsp;&nbsp;orang sabar selalu diinjak-injak orang. Mungkin itu bisa disebut sabar yang pasif atau dungu, karena haknya diambil diam-diam saja.&nbsp;&nbsp;Bersikap sabar secara positif bukan sikap pasif, namun aktif untuk berkarya dan menjaga relasi dengan orang lain untuk lebih baik.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Jamson Siallagan Kesabaran merupakan kemampuan mengelola emosi dan pikiran dalam menghadapi situasi yang sulit. Kesabaran memberikan manfaat besar dalam hidup kita. Marilah kita lihat berbagai manfaat dari kesabaran&nbsp;&nbsp;dalam&nbsp;&nbsp;uraian di bawah ini:&nbsp; Sikap sabar membuat kita hidup bijaksana.\u00a0 Dengan pengertian (wawasan yang luas) kita dapat bersabar\u00a0\u00a0menghadapi situasi apapun. Orang sabar diibaratkan seperti seorang dengan hidung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":2884,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[235],"class_list":["post-2886","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-kesabaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2886","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2886"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2886\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2887,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2886\/revisions\/2887"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2886"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2886"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2886"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}