{"id":2792,"date":"2021-07-12T06:42:57","date_gmt":"2021-07-11T23:42:57","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=2792"},"modified":"2021-07-12T06:42:58","modified_gmt":"2021-07-11T23:42:58","slug":"karakteristik-servant-leadership-dalam-perspektif-masa-kini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2021\/07\/karakteristik-servant-leadership-dalam-perspektif-masa-kini\/","title":{"rendered":"Karakteristik Servant Leadership Dalam Perspektif Masa Kini"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh: Nuah Perdamenta Tariga<\/p>\n\n\n\n<p>Esensi yang sangat mendasar dari kepemimpinan adalah melangkah jauh untuk menunjukkan cara yang muncul dari suatu keterbukaan yang tidak lazim terhadap inspirasi.&nbsp;&nbsp;Selain inspirasi, pemimpin juga harus berinisiatif menyajikan ide dan menyiapkan strukturnya, dan mengambil risiko kegagalan bersamaan dengan mengambil kesempatan untuk sukses. Dalam konteks servant-leadership, \u2018para pelayan yang berpotensi memimpin akan melakukan tindakan kepemimpinan dan ketika layak memimpin, mereka tinggal mengikuti cara-cara para servant- leader&nbsp;&nbsp;mereka. Sepertinya&nbsp;&nbsp;sekilas pemimpin dan pelayan&nbsp;&nbsp;terlihat kontradiktif, namun sebenarnya dengan melayani pihak lain, terutama bawahan\/pengikut, pemimpin yang berperan servant- first&nbsp;&nbsp;dan berkorban memperjuangkan pemenuhan kebutuhan bawahan\/pengikut akan menimbulkan kepercayaan yang besar dari bawahan dan berdampak luar biasa pada bawahan sehingga pada akhirnya bawahan&nbsp;&nbsp;&nbsp;akan&nbsp;&nbsp;mengikuti&nbsp;leader melakukan pelayanan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dapat dikatakan pendekatan servant-leadership memiliki kesamaan dengan pendekatan manajemen \u2018Deming quality movement\u2019, \u2018Blake and Mouton managerial grid\u2019, dan lainnya, namun pendekatan ini banyak&nbsp;&nbsp;menekankan esensi moral dalam pelayanan, dalam tindakan kepemimpinan, bukan sekadar leadership style.&nbsp;&nbsp;Pendekatan ini sangat kompatibel dengan pendekatan yang bertujuan untuk personal development seperti: Covey seven habits&nbsp;&nbsp;dan konsep Goleman emotional intelligence.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Karakteristik servant-leadership<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah karakteristik dari servant-leader :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Listening: fokus pada mendengarkan untuk mengidentifikasi dan memperjelas kebutuhan dan keinginan\/hasrat kelompok<\/li><li>Empathy:\u00a0\u00a0mencoba memahami perasaan dan emosi orang lain.\u00a0<\/li><li>Healing: berjuang membuat dirinya dan orang lain terhindar dari kegagalan atau penderitaan<\/li><li>Awareness: sangat menyadari\u00a0\u00a0kekuatan dan keterbatasan dirinya<\/li><li>Persuasion: lebih menekankan pada persuasi daripada otoritas posisional\u00a0\u00a0ketika membuat keputusan dan mencoba memengaruhi orang lain.<\/li><li>Conceptualization : meluangkan waktu dan upaya untuk berkembang\u00a0berdasarkan\u00a0\u00a0berpikir konseptual. Servant-leader mencari keseimbangan antara\u00a0fokus pada kegiatan hari perhari jangka pendek dengan orientasi konseptual jangka panjang.<\/li><li>Foresight: menunjukkan perilaku melihat jauh ke depan hasil atau pencapaian\/prestasi yang diasosiasikan dengan tindakan atau situasi saat kini<\/li><li>Stewardship: memiliki anggapan bahwa dirinya adalah untuk melayani \u2013mengatur orang dan\u00a0\u00a0sumber daya yang harus dikelola.<\/li><li>Commitment to the growth of people\/other: berkomitmen terhadap orang di luar peran pekerjaannya sekarang. Servant-leader\u00a0\u00a0komit untuk \u2018menguasai\u2019 lingkungan .<\/li><li>Building community: berupaya menciptakan sense of community baik ke dalam maupun ke luar organisasi.\u00a0\u00a0<\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Nuah Perdamenta Tariga Esensi yang sangat mendasar dari kepemimpinan adalah melangkah jauh untuk menunjukkan cara yang muncul dari suatu keterbukaan yang tidak lazim terhadap inspirasi.&nbsp;&nbsp;Selain inspirasi, pemimpin juga harus berinisiatif menyajikan ide dan menyiapkan strukturnya, dan mengambil risiko kegagalan bersamaan dengan mengambil kesempatan untuk sukses. Dalam konteks servant-leadership, \u2018para pelayan yang berpotensi memimpin akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[175,92,172],"class_list":["post-2792","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","tag-leadership","tag-nuah-perdamenta-tarigan","tag-servant-leadership"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2792","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2792"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2792\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2793,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2792\/revisions\/2793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}