{"id":1232,"date":"2020-03-09T17:06:58","date_gmt":"2020-03-09T10:06:58","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=1232"},"modified":"2020-03-09T17:15:33","modified_gmt":"2020-03-09T10:15:33","slug":"pancasila-sebagai-dasar-kehidupan-bersama-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2020\/03\/pancasila-sebagai-dasar-kehidupan-bersama-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Pancasila sebagai Dasar Kehidupan Bersama di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"220\" height=\"261\" src=\"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Haryanto-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1240\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Oleh Haryanto Wibowo <\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia adalah\nnegara yang sangat kaya terdiri lebih dari 17.000 pulau, memiliki beraneka\nsumber daya alam, keanekaragaman flora dan fauna, Indonesia juga merupakan\nnegara dengan penduduk terbanyak ke&nbsp; 4\ndidunia yang memiliki lebih dari 260.000.000 penduduk yang heterogen atau\nberarti Indonesia memiliki keanekaragaman yang sangat banyak seperti agama,\nras, suku, budaya dan bahasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya\nkeanekaragaman tersebut menimbulkan banyaknya ide, pendapat dan pandangan yang\nberbeda-beda, tidak jarang karena banyaknya perbedaan tersebut dapat\nmenimbulkan intoleransi, yang dominan menindas yg minoritas dan kerusuhan. Hal\ntersebut dapat menyebabkan adanya perpecahan bagi bangsa Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p>Menurut\nsaya Pancasila sangat penting dalam kehidupan bersama di Indonesia, perpecahan\ntersebut dapat dihindarkan apabila masing-masing individu memiliki rasa\nPancasila didalam dirinya, Pancasila merupakan ideologi bangsa atau dasar\nnegara dari Indonesia yang lahir saat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan,\npancasila lahir untuk seluruh masyarakat bangsa Indonesia tanpa memandang\nagama, suku, ras ataupun golongan, Pancasila ada untuk menyatukan seluruh\nmasyarakat Indonesia dari Sabang sampai dengan Merauke.<\/p>\n\n\n\n<p>Pancasila\ndapat menciptakan semangat untuk bersatu, jika Pancasila tidak hanya dihafalkan\ntetapi dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat maka tidak akan ada larangan\nberibadah bagi masyarakat minoritas karena seharusnya pada Pancasila di sila\npertama \u201cKeTuhanan Yang Maha Esa\u201d negara menjamin setiap masyarakat untuk dapat\npercaya kepada Tuhan dan beribadah dengan tenang sesuai agama yang dijalani tanpa\ngangguan. Masyarakat harus saling toleransi, menghormati setiap orang yang\nsedang menjalankan ibadahnya dan hidup rukun antar umat beragama.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan\npada sila ke 2 \u201cKemanusian yang adil dan beradab\u201d dapat menciptakan sebuah\nsikap atau perbuatan manusia yang sesuai dengan hakekat dan kodrat manusia yang\nberakal budi dan berbudaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya rasa Pancasila didalam setiap individu dapat menciptakan rasa persamaan sebagai sesama rakyat Indonesia tanpa membedakan\u00a0 suku, agama, ras dan golongan. Kita sebagai rakyat Indonesia tidak boleh rasis terhadap sesama dan juga harus melakukan kegiatan kemanusian terhadap sesama tanpa membedakan &#8211; bedakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Masyarakat\nIndonesia juga harus mengutamakan kepentingan bangsa dan mengembangkan jiwa\ngotong royong didalam diri masing-masing karena gotong royong adalah budaya\nasli Indonesia dan sesuai dengan sila ke 3 \u201cpersatuan Indonesia\u201d untuk\nmenghindari Indonesia dari perpecahan atau gerakan sepratisme.<\/p>\n\n\n\n<p>Pancasila\nmengajarkan kita untuk merumuskan atau mengambil setiap keputusan dengan cara\nmusyawarah hingga mencapai sebuah mufakat, bukan dengan saling serang atau\nmalah melempar \u2013 lempar kursi seperti para anggota salah satu partai yang\nbelakangan viral videonya. Pada saat mengambil keputusan juga harus bijaksana\nyang artinya dipimpin dengan pikiran yang sehat dan berbagai pertimbangan\nsesuai dengan sila ke 4 \u201cKerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan\ndalam permusyawaratan \/ perwakilan\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada\nlagi ketidakadilan didalam bermasyarakat khususnya pada persoalan hukum, tidak\nseharusnya hukum tajam kebawah dan tumpul keatas. Pembangunan infrastruktur\nharuslah merata dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, tidak hanya\ndipulau jawa saja. Setiap masyarakat seharusnya mendapatkan apa yang menjadi\nhaknya sesuai dengan sila ke 5 \u201cKeadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia\u201d,\ntidak ada lagi ketimpangan atau berat sebelah.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya\nberkesimpulan pancasila sangat penting sebagai dasar kehidupan bersama di\nIndonesia karena dapat menciptakan sebuah keharmonisan, keadilan dan kerukunan\nantar sesama, meciptakan semangat persatuan untuk kepentingan bangsa. Pancasila\nharus di internalisasi pada setiap individu sejak kecil agar kedepannya\nIndonesia menjadi negara kesatuan yang menjunjung tinggi toleransi dan dapat\nmewujudkan cita cita bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Referensi: <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-ilmu-pengetahuan-umum\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"ISRgeL1145\"><a href=\"https:\/\/www.ilmupengetahuanumum.com\/10-negara-dengan-jumlah-penduduk-populasi-terbanyak-di-dunia\/\">10 Negara dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Dunia<\/a><\/blockquote><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;10 Negara dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Dunia&#8221; &#8212; Ilmu Pengetahuan Umum\" src=\"https:\/\/www.ilmupengetahuanumum.com\/10-negara-dengan-jumlah-penduduk-populasi-terbanyak-di-dunia\/embed\/#?secret=lPLNaEj5DI#?secret=ISRgeL1145\" data-secret=\"ISRgeL1145\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/rumus.co.id\/makna-sila-ke-2\/\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/2019\/04\/13\/21035381\/jokowi-unggulkan-infrastruktur-sebagai-solusi-ketimpangan-dan-ketidakadilan\">https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/2019\/04\/13\/21035381\/jokowi-unggulkan-infrastruktur-sebagai-solusi-ketimpangan-dan-ketidakadilan<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.ekaikhsanudin.net\/2011\/10\/sila-ke-4-kerakyatan-yang-dipimpin-oleh.html\">https:\/\/www.ekaikhsanudin.net\/2011\/10\/sila-ke-4-kerakyatan-yang-dipimpin-oleh.html<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Haryanto Wibowo Indonesia adalah negara yang sangat kaya terdiri lebih dari 17.000 pulau, memiliki beraneka sumber daya alam, keanekaragaman flora dan fauna, Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke&nbsp; 4 didunia yang memiliki lebih dari 260.000.000 penduduk yang heterogen atau berarti Indonesia memiliki keanekaragaman yang sangat banyak seperti agama, ras, suku, budaya dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-1232","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1232","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1232"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1232\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1246,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1232\/revisions\/1246"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}