{"id":1226,"date":"2020-03-09T17:01:10","date_gmt":"2020-03-09T10:01:10","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/character-building\/?p=1226"},"modified":"2020-03-09T17:01:13","modified_gmt":"2020-03-09T10:01:13","slug":"pancasila-sebagai-fondasi-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2020\/03\/pancasila-sebagai-fondasi-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara\/","title":{"rendered":"PANCASILA SEBAGAI FONDASI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA"},"content":{"rendered":"\n<p>Nama\u00a0\u00a0 : Anronius Oberlin Gultom ( NIM\u00a0\u00a0\u00a0 : 2301935810) <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"156\" height=\"186\" src=\"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Anronius.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1228\" \/><figcaption> <br> <br> <br><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Bangsa yang kuat adalah\nbangsa yang memiliki fondasi dan pedoman yang kokoh dan jelas. Fondasi dan pedoman suatu bangsa&nbsp; disebut sebagai dasar negara. Dasar negara\nmerupakan suatu nilai-nilai yang mengatur tatanan kehidupan berbangsa serta\nmengatur tatanan pemerintahan suatu bangsa. Para pejuang negeri ini telah&nbsp; merumuskan dan menitipkan suatu fondasi dalam bentuk ide, gagasan, atau prinsip\nyang dijadikan sebagai dasar kehidupan bersama bangsa ini. Fondasi yang diambil dari bahasa sansekerta\nyaitu, Pancasila yang mana panca yang berarti lima dan sila yang berarti\nprinsip menjadi landasan dan pedoman bangsa ini dalam menyikapi cara\nberkehidupan yang baik. Ide yang diambil dari perjuangan bangsa ini dalam\nmemperjuangkan kemerdekaan dirangkum dan dirumuskan ke dalam lima prinsip.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketuhanan yang maha esa, menjadi\nprinsip pertama dari dasar negara bangsa ini. Prinsip ini mengambil sisi rohani\ndalam kehidupan bersama bangsa ini. Pentingnya keintiman dengan sang pencipta\nadalah salah satu maksud dari prinsip ini. Pejuang bangsa ini sadar bahwa\nperjuangan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan &nbsp;pastinya ada campur tangan dari sang pencipta.\nMelalui prinsip tersebut para pejuang bangsa ini menitipkan pesan bahwa bangsa\nini ada atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa, maka dari itu sebagai upaya dalam\nmelanjutkan perjuangan mereka setiap insan di bangsa ini harus&nbsp; mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.\nPrinsip ini menjadi landasan keberagaman&nbsp;\nagama dan kepercayaan seluruh insan bangsa ini. Prinsip ini menjelaskan\nbahwa Indonesia adalah bangsa yang berketuhanan dan setiap insan di bangsa ini\nbebas memeluk agama dan kepercayaan mereka masing-masing serta negara menjamin\ndan melindungi agama dan kepercayaan mereka. Prinsip ini mengajarkan pentingnya\nkeintiman dengan Tuhan, sikap saling menghormati , menjaga kerukunan antar umat\nberagama, dan setiap insan bangsa tidak boleh memaksakan suatu agama atau\nkepercayaan kepada orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemanusiaan yang adil\ndan beradab, menjadi prinsip kedua dari dasar negara bangsa ini. Salah satu\nmaksud dari prinsip ini adalah setiap insan bangsa ini memiliki derajat, hak,\ndan kewajiban yang sama. Prinsip ini&nbsp;\nmengambil sisi kemanusiaan bahwa setiap insan harus menjunjung tinggi\nnilai-nilai kemanusiaan, menghormati setiap perbedaan, serta membela segala\nkebenaran. Suatu maksud yang sangat penting bahwa setiap insan harus mencintai\nsesama manusia serta menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai salah satu\nlandasan hidup mereka dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan\nberkemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Persatuan Indonesia,\nmenjadi prinsip ketiga dari dasar negara bangsa ini. Indonesia terdiri atas\nberagam pulau,bahasa daerah, suku, ras, etnis, agama, kepercayaan, serta warna\nkulit. Disinilah peran dari prinsip ini, melalui prinsip ini setiap insan\nbangsa ini mendapatkan persamaan kedudukan dan persamaan kesejahteraan yang\ndiatur dibawah naungan negara guna untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa\nIndonesia. Pentingnya prinsip ini telah diterapkan pada masa pemberontakan G30S PKI, peristiwa tersebut\nmenjadi bukti pentingnya semangat dan tekad untuk mempertahankan keutuhan\nnegara melalui sepakatnya segenap bangsa indonesia untuk menjaga persatuan\nbangsa. Mencintai, menjaga, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan\nbangsa adalah nilai terpenting dari prinsip ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kerakyatan yang dipimpin\noleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, menjadi prinsip\nkeempat dari dasar negara bangsa ini.&nbsp;\nTerkandung 2 kata kunci dalam prinsip ini yaitu&nbsp; kerakyatan , menjelaskan rasa kecintaan\nterhadap rakyat, memperjuangkan cita-cita rakyat dan memiliki jiwa kerakyatan. Dan musyawarah,\nmenjelaskan pentingnya bekerjasama dalam mengambil keputusan, menghargai setiap\nkeputusan, dan mengedepankan kepentingan bersama. Prinsip ini juga mengajarkan\nuntuk tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong\nroyong&nbsp; serta setiap keputusan harus diterima dan dipertanggung jawabkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Keadilan sosial bagi\nseluruh rakyat Indonesia, menjadi prinsip terakhir dari dasar negara bangsa\nini. Keadilan berarti menerima hak dan memberi kewajiban sesuai kebutuhan masing-masing\nindividu. Prinsip ini mengajarkan hal-hal penting yaitu, bangsa Indonesia tidak\nmengenal adanya golongan mayoritas ataupun minoritas maka dari itu semua status\nsetiap individu di bangsa ini hakikatnya adalah sama. Prinsip ini menjelaskan\nbahwa memperlakukan sesuatu harus secara adil dalam segala aspek kehidupan baik\ndalam bidang ekonomi, hukum, kebudayaan, dan sosial, serta mengajar sikap\nberani memperjuangkan keadilan untuk diri sendiri dan juga untuk orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Pentingnya pancasila sebagai dasar\nkehidupan bersama bangsa indonesia dapat tercermin dari maksud dan tujuan\nkelima prinsip dalam pancasila. Pemahaman yang baik dari setiap prinsip\npancasila dapat membantu terjalinnya hubungan yang harmonis antar setiap insan\nbangsa ini. Perbedaan tak lagi menjadi alasan bangsa ini terpecah melainkan\nperbedaan haruslah dijadikan sebagai kekuatan yang besar yang membawa bangsa\nini ke level yang lebih tinggi. Pancasila menuntun setiap insan bangsa agar\nberketuhanan, berkemanusiaan, bersatu dalam keberagaman, mementingkan\nkepentingan bersama, serta berkeadilan. Mari hafal, pahami, dan amalkan prinsip\nini niscaya hidup akan aman, damai, dan sejahtera.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;\u201cPancasila itu jiwa dan raga kita. Ada di\naliran darah dan detak jantung kita, pererat keutuhan bangsa dan negara. Saya\nJokowi , Saya Indonesia, Saya Pancasila, kalau kamu?\u201d&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &#8211; Joko Widodo.<\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pancasila\">https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pancasila<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.liputan6.com\/citizen6\/read\/706890\/pancasila-perekat-persatuan-bangsa?related=dable&#038;utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&#038;utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Fcitizen6%2Fread%2F706890%2Fpancasila-perekat-persatuan-bangsa\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama\u00a0\u00a0 : Anronius Oberlin Gultom ( NIM\u00a0\u00a0\u00a0 : 2301935810) Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki fondasi dan pedoman yang kokoh dan jelas. Fondasi dan pedoman suatu bangsa&nbsp; disebut sebagai dasar negara. Dasar negara merupakan suatu nilai-nilai yang mengatur tatanan kehidupan berbangsa serta mengatur tatanan pemerintahan suatu bangsa. Para pejuang negeri ini telah&nbsp; merumuskan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-1226","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1226"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1231,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1226\/revisions\/1231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}