Kemanusiaan yang Berkeadilan dan Berkeadaban

Nama : Helen Puspitarini & Catarina Manurung

Kemanusiaan yang berkeadilan dan berkeadaban merupakan tujuan bangsa Indonesia. Ini tertera pada Pancasila pada sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Alangkah lebih baik jika kita memahami terlebih dahulu mengenai makna sila kedua tersebut. Sila kedua ini tertuju kepada masyarakat Indonesia agar dapat menanamkan sikap keadilan dan berkeadaban. Keadilan merupakan kelayakan dalam bertindak secara adil bagi sesama manusia. Sedangkan berkeadaban adalah mengorientasikan sikap agar berperilaku secara berbudaya. Beradab ialah berperilaku sesuai dengan nilai-nilai kebenaran.

Hidup sesuai nilai-nilai budaya bangsa dan nilai keadilan sosial, guna kebaikan bersama dan menciptakan ketentraman dan kesejahteraan. Jika dikaitkan dengan kehidupan manusia berbagai contoh sikap adil dengan sesama kita, antara lain: memberikan kesempatan yang sama kepada orang lain, melihat orang yang lebih membutuhkan. Keadilan dapat juga kita lihat dalam berbagai aspek yaitu di bidang ekonomi, politik, juga budaya. Keadilan di sini dalam arti kita tidak boleh berlaku sewenang-wenang terhadap sesama. Kita tidak boleh memperlakukan orang lain sebagai benda mati atau instrument saja, harus ada kepedulian dari hati kita terhadap orang lain. Kepedulian ini tidak memandang umur, melainkan hati kita yang memiliki sikap kemanusiaan antar sesama.

Sebagai masyarakat Indonesia kita harus mempraktekkan Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan. Dengan demikian kita juga akan merasakan kebaikan yang kita berikan. Keadilan dan berkeadaban merupakan hal pokok atau wajib untuk dipatuhi karena kita hidup bersama orang lain. Sebagai contoh setiap hari senin ada peraturan pelaksanaan upacara bendera dan ada peraturan setiap siswa harus memenuhi aturan itu. Kita menerapkan Pancasila dalam kehidupan kita, mulai dari anak kecil sampai dengan orang dewasa, dengan melestarikan kebudayaan kita Keberagaman dalam hal agama, suku, budaya, bahasa dan lain-lain. Oleh karena itu kita wajib mencintai budaya Indonesia dan sekaligus melestarikannya.

Setelah mengetahui tentang pengertian kemanusiaan yang adil dan beradab. Lalu bagaimana cara kita menanamkan aspek kemanusiaan yang adil dan beradab? Sebagai sesama manusia harus saling memiliki rasa kemanusiaan, dan juga rasa toleransi terhadap orang lain. Semua orang tentu memiliki hak masing-masing, tetapi ingat orang lain juga memiliki hak yang sama dengan kita, oleh karena itu kita harus mampu bersikap adil dengan diri sendiri dan adil dengan sesama manusia, tidak mengambil hak orang lain dan tidak menyalahgunakan hak asasi manusia. Manusia yang beradab pasti akan melakukan hal yang baik dan tidak akan melanggar hukum, tidak melanggar norma dan saling menghormati hak orang lain.

Ingat apapun di dalam kehidupan kita, orang juga memiliki kesempatan yang sama.  Contoh hal yang umum seperti makan, mandi, tidur, jalan-jalan, berbicara, berpikir, berpendapat. Itu memang hal yang sangat umum, baik tidak kita sadari atau kita sadari kita hidup dengan prinsip Pancasila, mulailah hargai dari hal yang kecil atau menurut kita tidak bermakna. Mulai dari hal kecil kita dapat belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dalam hal toleransi, keadilan, keberadaban akan menjadikan hidup kita menjadi bermakna bagi orang lain dan bagi Tuhan. Cara agar kita memiliki sikap adil dan beradab dan kemanusiaan dalam lingkungan masyarakat dapat dilakukan dengan mengikuti kegiatan organisasi masyarakat. Jika di lingkungan sekolah disarankan mengikuti berbagai macam kegiatan organisasi, seperti: Palang Merah Remaja (PMR), organisasi kepramukaan, dan lain-lain. Ayo mulai belajar menerapkan kepada diri sendiri dan juga kepada orang lain, sehingga menjadi pedoman kita sebagai manusia yang bijaksana.

REFERENSI

https://www.kompasiana.com/shofianna1010/5ce5c3833ba7f76a2773dab2/menanamkan-jiwa-kemanusiaan-yang-adil-dan-beradab

https://www.coursehero.com/file/p7r0q0g0/2-Basis-relasi-sosial-adalah-kemanusiaan-keadilan-dan-keberadaban-3-Kegiatan/