Berkah dan Tantangan Sila Pertama Pancasila

Oleh: David Samuel Setiawan (Mahasiswa Binus Alam Sutera, Tangerang)

Seperti yang kita tahu isi sila pertama pada Pancasila adalah ”Ketuhanan yang Maha Esa” yang dalampenerapannya membuat negara kita Indonesia ini menjadi negara yang agamis. Hal tersebut membawa berkah dan tantangan tersendiri bagi kita bangsa Indonesia.

Indonesia adalah negara agamis dan hal tersebut membawa berkah dan tantangannya tersendiri. Berkahnya adalah bagaimana kita dapat menganut agama kita dengan bebas, namun tidak memberi kebebasan untuk tidak beragama. Tantangannya adalah bagaimana para penganut berbeda agama ini dapat bertoleransi satu sama lain. Tantangan satu lagi adalah bagaimana para penganut agama hanya menganut agmanya secara formalitas, karena merupakan kewajiban warga negara di Indonesia, artinya mereka tidak mempraktikkan hal yang mereka anut dalam kehidupan sehari secara substansial-bermakna aktual.

Kemudian di dalam mempraktekan agama yang baik dan benar ada beberapa dimensi yang harus dipenuhi. Dimensi penting adalah menjalankan ibadah kita secara rutin dan mempraktikan ibadah kita tidak hanya di dalam tempat ibadah (ritual oriented), tetapi di manapun kita berada. Banyak orang memiliki pemikiran yang salah akan kehidupan ibadahnya dan kehidupan sehari-harinya. Mereka kelihatannya rajin beribadah, namun  mereka dalam kehidupan nyatanya masih melakukan kegiatan seperti korupsi dll. Oleh karena hal tersebut kehidupan ibadah kita sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari kita sebagai warga negara yang mengandung asas Pancasila.

Dimensi yang tak kalah pentingnya adalah pengetahuan di mana kita harus selalu memperdalam pengetahuan kita dalam agama yang kita anut lewat membaca kitab suci agama masing-masing, agar kita tidak mudah dibodohi oleh tokoh-tokoh agama yang belum tentu benar pengajarannya dan dapat menyesatkan kita umatnya.

Dalam beragama kita juga tidak boleh radikal. Dalam artian bahwa kita tidak boleh begitu saja mengikuti hal yang tertulis di dalam kitab suci kita secara mentah-mentah. Dibutuhkan penafsiran positif dan sikap kritis. Apakah hal ini akan memunculkan praktik radikalisme atau tidak.  Kebanyakan ajaran radikal muncul karena orang tersebut mempelajari kitab sucinya tanpa melihat konteks isinya apakah relevan untuk dipraktikkan di zaman sekarang ini ataukah tidak.

Selain radikalisme ada juga fanatisme harus dihindari yang merupakan cara pandang orang melihat agamanya paling benar sendiri dan agama lain dijelek-jelekkan. Karena kita hidup berdasarkan negara bebas beragama, maka kita sudah seharusnya menghormati agama orang lain dan tidak perlu menjelek-jelekan agama saudara-saudari kita yang lain.

Sebagai mahasiswa kita seharusnya mempraktekan kehidupan agama kita di dalam kehidupan nyata kita baik di sekolah, di kampus, di ruang perkuliahan, maupun di lingkungan pekerjaan dan pergaulatan sosial kita nanti. Sehingga nilai-nilai positif dari agama kita akan tercermin di dalam sikap dan perbuatan kita yang baik dan positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

  1. Kaka cakeppp ¹_¹ Kak mau nanya dong Pancasila berarti konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh Bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani kehidupan.Pernyataan ini menunjukkan Fungsi Pancasila sebagai …. Gak tau sumpah kaa tolongggggg :( Maap ya ka kalau gak sopan:)

    • Bisa saja Fungsi pancasila sebagai Pandangan hidup bangsa Indonesia