Ketika Anggota Dua Fandom Bertemu (2)

Oleh: Kartika Yulianti

BTS adalah boy group yang telah menjadi salah satu ikon paling fenomenal dalam sejarah musik Korea Selatan dan dunia. Grup ini terdiri dari 7 orang antara lain: Jung Kook (lead vocalist), V (vocals), Jimin (vocalist), Suga (lead rapper), RM (main rapper), Jin (vocals), dan J-Hope (rapper). Selain kesuksesan mereka di industri musik, BTS juga meraih berbagai penghargaan di ranah media sosial, mendapat pengakuan dari Guiness World Records dan majalah Time, serta menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2018.

BTS secara konsisten menyuarakan berbagai isu sosial dan politik lewat lirik lagu dan aksi nyata mereka, dengan menyoroti tekanan dalam dunia pendidikan, ketimpangan sosial, kesehatan mental, serta proses pencarian identitas diri. Mereka juga menyampaikan kritik terhadap sistem yang dianggap menekan generasi muda, serta menunjukkan dukungan terhadap gerakan sosial seperti Black Lives Matter.

Lantas bagaimana dengan fenomena fandom K-pop dan K-drama?

Fenomena fandom K-pop dan K-drama merujuk pada komunitas penggemar yang sangat antusias, terstruktur, dan aktif di media sosial, serta menunjukkan loyalitas tinggi dengan mendukung idola melalui streaming, pembelian album atau merchandise, dan berbagai fan project (proyek penggemar).

ARMY (Adorable Representative M.C. for Youth) sebagai fandom BTS dimaknai sebagai pasukan yang selalu berdiri bersama dan melindungi BTS yang penuh kasih dan perwakilan BTS yang membawa pesan untuk generasi muda agar selaras dengan nilai-nilai yang diangkat BTS seperti mencintai diri sendiri dan peduli terhadap sesama. Hubungan antara ARMY dan BTS melambangkan dukungan yang kuat antara artis dan penggemar.

SEONHOHADA sebagai fandom aktor Kim Seon-Ho secara harfiah bermakna melakukan kegiatan yang berhubungan dengan Kim Seon-Ho sebagaimana kata ‘hada’ dalam bahasa Korea memiliki arti melakukan. Keterikatan emosional penggemar terhadap aktor idolanya semakin kuat karena berbagai aktivitas mereka terfokus kepada Kim Seon-Ho.

Aktivitas fandom seperti ARMY dan SEONHOHADA tidak hanya sebatas menonton konser, drama, atau film, tetapi juga melibatkan berbagai kegiatan kolektif, baik secara online maupun offline. SEONHOHADA Indonesia sendiri sering melakukan kegiatan sosial yang terinspirasi dari aktor idola kami yang terkenal dermawan. Misalnya, dalam rangka ulang tahun Kim Seon-Ho, SEONHOHADA Indonesia di setiap bulan Mei menggalang dana untuk kegiatan sosial dan memberikan donasi ke panti asuhan dan lembaga sosial.

Tahun lalu, salah satu kegiatannya adalah mengajak anak-anak panti asuhan menonton film anak di bioskop. Saya juga menawarkan diri untuk melakukan storytelling, membacakan cerita kepada anak-anak panti asuhan dengan memberikan pesan dan nilai-nilai yang dianut Kim Seon-Ho. Tentu kami pun bersenang-senang merayakan ulang tahun Kim Seon-Ho di setiap tanggal 8 Mei dan bahkan merayakannya selama satu bulan penuh, supaya SEONHOHADA yang kebanyakan adalah perempuan (baik single maupun married) bisa bergantian datang merayakan ulang tahunnya di kafe dan restoran yang dipilih oleh pengurus SEONHOHADA Indonesia.

“Kabarnya BTS akan melakukan world tour tahun 2026 ya Bu?,” tanya saya kepada ibu anggota ARMY yang dermawan itu.

“Iyes! We are so looking forward to their comeback!,” jawab ibu itu dengan antusias.

Sayang jemputan saya sudah datang, sehingga percakapan kami berhenti di situ.

Saya berpamitan, “Sayang sekali, jemputan saya sudah datang. OK ibu, hwaiting (semangat) ya! Semoga ibu dan keluarga sehat selalu dan banyak rezeki karena sudah berbagi kepada sesama ARMY. Annyeonghi gyeseyo!”

Ibu itu menjawab, “annyeonghi gaseyo” yang artinya pergilah dengan selamat.

Kartika Yulianti