Life is A Series of Joys and Sorrows (2)

Oleh: Kartika Yulianti, S.Pd, M.Sc.Ph.D

Hi Ed! How have you been?

Saya balik bertanya pada Ed.

Lalu Ed mengabari saya kalau dia baru saja mendapat pekerjaan dan ingin mentraktir saya makan siang di Nijmegen.

“Bagaimana jika kita makan siang di sebuah restoran di tepi sungai Waal?”

Tentu saja saya menyambut tawaran itu dengan gembira.

Lalu kami pun bertemu di restoran itu. Setelah cium pipi 3x khas Belanda, cipika cipiki cipika dan berpelukan, kami mencari spot yang nyaman.

Kami memesan salad dan garlic bread. Untuk minumannya Ed memesan kopi dan still water, sedangkan saya hanya memesan jus apel. Kamu tahu tidak, di Belanda harga air putih dalam botol kemasan lebih mahal daripada harga segelas jus.

Orang Belanda hanya makan berat di malam hari. Menu sarapan dan makan siang ringan saja. Sarapan dengan susu dan pisang atau setangkup roti. Menu makan siang biasanya salad, apel/buah lainnya, telur rebus, atau roti. Menu makan malam yang agak berat seperti pasta, stamppot, hutspot, atau pannenkoeken. Kalori dari makan malam ini mereka bakar di keesokan harinya dengan bersepeda ke tempat mereka berkegiatan. Para profesor, anggota dewan, bahkan perdana menteri Belanda pun bersepeda ke kantoornya.

Ed dan saya asyik ngobrol sampai makanan kami habis.

“Saya senang sekali dengan kabar baik ini, Ed. Again, gefeliciteerd en proost!” kata saya sambil mengajaknya bersulang.

Seekor burung kecil hinggap di wooden board di mana masih ada remahan roti bawang putih sisa kami makan.

“Wow, burung ini pun kebagian rezeki dari perayaan kecil hari ini,” kata saya dengan gembira.

Lalu Ed menimpali, “kamu tahu a Swedish proverb ini, Kartika? A shared joy is a double joy, a shared sorrow is half a sorrow.”

Jika kita berbagi kegembiraan, kegembiraan kita akan bertambah, sedangkan sharing troubles make them feel lighter.

Ya, saya dan terlebih Ed sangat bersuka cita waktu itu. Masa sulit berhasil dilalui Ed dengan baik tanpa membuatnya menjadi manusia yang bitter. Kemudian datanglah tahun yang menyenangkan untuk dia dan keluarga kecilnya.

Begitulah. Life is a series of joys and sorrows. It is a blend of happiness and hardship, with both emotions intertwined, yet essential for a rich and  meaningful life.

Goodbye 2025. Hello 2026. I hope you all enjoy the ride!

Kartika Yulianti, S.Pd, M.Sc.Ph.D