Menjelang Seperempat Abad CBDC
Oleh: Agung Setiawan, S.Hum., M.Hum.
Momentum perjalanan singkat unit CBDC Binus University dalam Raker dan Rekreasi Bersama Cirebon-Kuningan pada 14-15 Agustus 2026 yang lalu tidak hanya menjadi bentuk penguatan implementasi Integrated Caturdharma, namun juga menjadi refleksi perjalanan kinerja dan kolaborasi menuju usia seperempat abad dalam kebersamaan pada tahun 2027 nanti. Kenangan dalam setiap kegiatan di Kuningan dan setiap detik kebersamaan yang kekal di dalamnya membawa semangat dan energi baru bagi para pendidik karakter untuk terus konsisten menerjemahkan visi luhur Binus, Fostering and Empowering the Society.
Kebersamaan semacam ini menjadi tolak ukur dalam pendidikan karakter dalam nilai-nilai seperti kepedulian, penghargaan terhadap sesama, kerja sama, dialog dan tanggung jawab yang diteruskan ke ruang-ruang kelas. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali terhubung dan bertumbuh bersama dalam merefleksikan apa yang kita bangun, jaga dan teruskan untuk memasuki usia perak CBDC. Gathering di Kuningan menjadi pengingat bahwa sebelum membentuk karakter mahasiswa, kita pun perlu terus membentuk dan merawat karakter sebagai sebuah komunitas. Apa yang kita bangun dalam ruang-ruang dialog dan kolaborasi juga merupakan laboratorium karakter yang harus dihidupkan oleh mahasiswa pada dimensi sosial mereka di masyarakat.
Napak tilas ke beberapa situs di Kuningan telah memperdalam makna keberagaman. Keberagaman merupakan sesuatu yang perlu dihidupi bersama melalui perjalanan refleksi historis dan kultural serta spiritual kebangsaan. Perjalananan ini menjadi laboratorium karakter sekaligus bagaimana pendidikan karakter tumbuh melalui hidup bersama. CBDC menghidupi kembali pentingnya dialog dan komunikasi mencapai titik temu melalui refleksi historis di Gedung Perundingan Linggarjati sebagai karakter kewarganegaraan yang kokoh yang selalu ditekankan kepada mahasiswa. Selanjutnya menumbuhkan kebersamaan dan solidaritas atas keberagaman keberagama-an pada komunitas lokal Sunda Wiwitan di Cagar Budaya Paseban Tri Panca Tunggal dan ziarah spiritual di Gua Maria Fatima Sawer Rahmat. Kunjungan ini mengingatkan juga bahwa SDGs seperti penanganan perubahan iklim, kesetaraan dan toleransi sebenarnya sudah lama hidup dalam kearifan lokal kita. Hal ini selaras dengan pondasi integrasi SDGs ke dalam proyek kelas mahasiswa yang telah dimulai CBDC dalam beberapa tahun ke belakang.
Melalui refleksi dari bumi Kuningan ini, CBDC siap membawa mahasiswa untuk terus membina masyarakat dan memberdayakan bangsa dengan tetap berpijak pada akar budaya yang kuat.