Apresiasi Radio Broadcasters Ekspektasi Listeners

Oleh: Silverius CJM Lake

Bulan February 2026 adalah bulan yang momental. Beberapa moment sepanjang February 2026 diperingati dengan sangat menarik. Beberapa fokus disebutkan antara lain; World Radio Day (2/13), Valentine’s Day (2/14), Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili (2/17), Rabu Abu Masa Pra-Paskah (2/18), Bulan Ramadhan (2/19), dan HUT Ke-69 BCA (2/21).

Mini Article ini mengangkat salah satu moment yaitu the World Radio Day. Kembali ke tahun 2011, negara-negara anggota United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menyebutkan Hari Radio Sedunia untuk apresiasi penyiar-penyiar berita, suara-suara mereka yang jelas dan keras, serta kisah-kisah yang diceritakan kepada publik nasional dan internasional. Kemudian the United Nations (UN) adopsi dan eksekusi February 13, 2012, sebagai the World Radio Day. Opsi dan upaya negara-negara UNESCO termasuk Republik Indonesia (1950) merupakan ketekadan yang utuh untuk apresiasi dan support penyiaran radio, penyebaran informasi yang benar, serta pengembangan seni, budaya, dan intelektualitas publik. Dalam hal ini dapat dikatakan juga bahwa penyiaran radio korelasi dengan ekspektasi intelektualitas mahasiswa-dosen Civitas Academica.

Selanjutnya, penyiaran radio di era digital kini perlu dikaitkan dengan teknologi digital. Menurut MC Lemon (Filsafat Sejarah 2003), menghadapi dunia masa sekarang yang ditandai dengan revolusi IT dalam komunikasi dan globalisasi, manusia harus hati-hati menghadapinya serta tidak membesar-besarkan dampak dari revolusi tersebut. MC Lemon sebenarnya menggunakan serta memerkuat apa yang dikatakan JJ Rouseau bahwa manusia tidak dapat menyangkal kemajuan dalam bidang seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi zaman sekarang. Manusia harus mampu menemukan makna dari kemajuan tersebut, terlebih menemukan makna kesadaran keberadaan manusia dalam sejarah manusia.

Model pendekatan Filsafat Sejarah terhadap sejarah manusia dalam era digital masa kini dapat digunakan untuk moderasi dampak Iptek melalui kesadaran manusia dan perilaku positif. Karena itu, pada Hari Radio Sedunia patut dijadikan momentum yang bermakna dengan memberikan penghormatan dan penghargaan bagi mereka yang setia dan taat pada penyiaran radio serta pendengarnya. Masih terdengar Radio Republik Indonesia (RRI, 11 September 1945) serta radio swasta yang lain. Masih teringat pada Radio Australia ketika masih berada di SDK1 Kefamenanu Timor. Ingatan tersebut menunjukkan bahwa siaran radio selalu aktual, relevan, progresif, dan karakteristik. Jika dikaitkan dengan teknologi digital, internet, IT, maka penyiar-penyiar radio secara manusiawi tetap memengaruhi berbagai atribut manusia antara lain; adaptability, social awareness, and collaboration (BGA).

Silverius CJM Lake