Ketika Anggota Dua Fandom Bertemu (1)

Oleh: Kartika Yulianti

Di suatu Minggu pagi pada bulan Mei 2025, setelah selesai jalan kaki 5500 langkah di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), saya duduk di bangku panjang di seberang gedung Indonesia Arena sambil menunggu dijemput. Tidak lama kemudian, saya melihat satu keluarga turun dari mobil. Ibu, bapak, dan dua anak lelaki remaja. Mereka menurunkan beberapa dus air mineral dan container berisi makanan dan membawanya ke sebelah bangku di mana saya duduk.

Saya menyapa dengan bertanya kepada ibunya, “untuk event ya Bu?”

“Iya, nanti sore di Indonesia Arena kan ada konser J-Hope”, jawab ibu itu.

Oh iya, J-Hope yang rapper di grup BTS mengadakan konser solo selama 2 hari di Jakarta. Saya menyukai lagu-lagu dan koreografinya BTS yang dikenal energik, kompleks, sinkron, dan sering kali menggabungkan gaya hip-hop dan penceritaan naratif. Tetapi, saya belum cukup tertarik untuk menonton konser solo J-Hope meskipun dia anggota BTS. Kalau konser comebacknya BTS tahun ini, setelah beberapa anggotanya kembali dari wajib militer, nah itu saya akan ikut ticket war bersaing dengan gen-Z para ARMY-nya BTS. Jika beruntung berhasil mendapatkan tiketnya, saya tentu akan menghadiri live concertnya di Jakarta akhir tahun nanti. Jika tidak, bersama teman yang ARMY garis kerasnya BTS saya akan menginap di hotel terdekat venue konser mereka. Niat sekali ya?!

“Kemarin banyak ARMY datang dari luar kota masih membawa koper, langsung datang ke counter pengambilan tiket, belum sempat ke hotel atau tempat menginap. Karena itu, untuk mengantisipasi agar ARMY, khususnya yang hari ini datang dari luar kota tidak kehausan dan kelaparan, kami sekeluarga berinisiatif menyediakan minuman dan makanan,” ibu itu bercerita kepada saya.

A.R.M.Y (atau ARMY) adalah nama fandom BTS. Singkatan dari Adorable Representative M.C for Youth. ARMY adalah salah satu fandom terbesar di dunia dengan puluhan juta penggemar global. BTS sendiri singkatan dari Bangtan Sonyeondan (juga dikenal sebagai the Bangtan Boys) atau Bulletproof Boy Scouts.

Bangtan berarti tahan terhadap peluru, sehingga nama BTS ini memiliki makna menangkis stereotip, kritik, dan ekspektasi yang menyerang remaja seperti peluru, serta menjaga nilai-nilai dan citra remaja masa kini. Sejak 2017, grup yang resmi debut pada 13 Juni 2013 ini mengadopsi makna bahasa Inggris “Beyond The Scene” yang melambangkan kaum muda yang tumbuh dan melampaui realitas yang mereka hadapi.

“Saya dan suami saya ARMY. Berawal dari pendampingan kami terhadap anak-anak saat menonton TV atau menonton video di media sosial, eh lama-lama kami ketularan jadi ARMY,” ibu itu melanjutkan ceritanya.

Saya tertawa seraya menyodorkan tangan, “kenalkan, saya seorang SEONHOHADA.”

Ya, saya dengan bangga mengakui bahwa saya anggota fandom aktor Kim Seon-Ho. Saya penggemar garis kerasnya Kim Seon-Ho.

Kami tertawa, mengingat usia kami yang tidak lagi muda, tetapi menjadi anggota fandom artis Korea Selatan.

Di wajah kami mulai ada kerut-kerut tanda penuaan. Rambut juga sudah beruban. Di dengkul mulai terasa nyeri yang juga tanda penuaan. Tetapi, boleh banget dong kami BERJIWA MUDA. Hahaha.

Senang sekali di usia hampir 50 tahun ini (oh yeah, I don’t lie about my age), saya bertemu dengan orang-orang berusia 45 tahun ke atas yang tidak malu-malu mengakui dirinya anggota fandom boy band dan aktor Korea Selatan.

Seperti kata Titi DJ dan Indra Lesmana di dalam lagu mereka Dunia Boleh Tertawa yang hits di tahun 90an:

“Dunia boleh tertawa, karena kita bahagia, kita yang tak ingin menipu diri sendiri.”

Kartika Yulianti