Teman Makan dan Ingatan

Oleh: Eder Timanta Sitepu, S.Th., M.Th.

Soto Mie Bogor adalah salah satu makanan khas Kota Bogor yang berkuah  dengan campuran mi kuning, bihun, kol, tomat, daging sapi dan risoles, disiram kaldu gurih bening kemerahan, serta diberi taburan bawang goreng, seledri, dan sambal. Rasanya gurih, segar dan kaya rempah. Beberapa waktu lalu, saya makan di salah satu warung Soto Mie Bogor di sekitaran Botani Square Mall. Letaknya persis di jajaran warung makanan Terminal Bus Botani Square Bogor.  Itu ke sekian kalinya saya makan di warung soto mie bogor tersebut. Mengapa saya kembali makan di warung soto mie tersebut? Alasan pertama, Soto Mie Bogor adalah salah satu makanan kesukaan saya. Alasan kedua, warung tersebut menyimpan cerita indah tentang seseorang yang istimewa. Pertama kali makan di warung soto mie tersebut saya ditemani oleh seseorang yang sangat istimewa.

Saya ingat sekali, waktu itu saya baru sembuh dari sakit selama seminggu. Meskipun sudah sembuh dari sakit, nafsu makan saya tak juga membaik. Segala jenis makanan yang saya coba tidak berhasil memperbaiki nafsu makan saya. Tetapi setelah menepati janji untuk pergi bersama ke Bogor, soto mie Bogor saya lahap sampai habis di warung tersebut. Ternyata selain faktor makanan, teman makan juga sangat mempengaruhi nafsu makan. Ya, teman makan mempengaruhi nafsu makan. Kini, warung soto mie bogor tersebut menjadi salah satu tempat favorite saya ketika berkunjung ke Bogor. Saya tidak hanya menikmati soto mie bogor yang gurih, tetapi saya juga menikmati ingatan emosional ketika pertama kali berkunjung ke warung soto mie tersebut. Ya, rasanya penting sekali bagi kita untuk memberi makna pada setiap peristiwa masa lalu dengan ingatan emosional kita.

Tentu saja Ingatan emosional yang kita bangun bukan saja kepada hal-hal yang membahagiakan tetapi juga pada hal-hal yang menyakitkan. Seseorang yang sedang jenuh dengan berbagai rutinitas dapat menyegarkan ingatannya dengan cara mengunjungi tempat-tempat berkesan yang sarat cerita masa lalu, membuka album foto liburan, dan mengingat jejak-jejak indah kehidupan yang membuat segalanya terasa bermakna kembali. Seseorang yang sedang terjebak dalam dalam tekanan, kesulitan hidup dan kegagalan juga dapat menggunakan ingatannya untuk mengingat kembali bagaimana cara lepas dari tekanan, bagaimana cara bangkit dari kegagalan; dan bagaimana cara memupuk keyakinan bahwa kesulitan di masa kini juga pasti terlampaui.

Ingatan-ingatan membahagiakan di masa lalu dapat menjadi titik balik kita untuk bersemangat kembali menjalani hidup. Ingatan-ingatan menyakitkan juga dapat berguna bagi kita untuk beradaptasi merespons berbagai peristiwa di masa kini. Satu peristiwa yang membekas diingatan, entah itu peristiwa menyenangkan atau menyakitkan, dapat menjadi titik balik bagi kita lebih produktif lagi menjalani hidup. Dengan bahasa yang lebih sederhana, kalau ada peristiwa membahagiakan di masa lalu, kenanglah dan berjuanglah untuk mengulanginya kembali. Tetapi kalau ada peristiwa buruk di masa lalu, ingatlah itu sebagai pelajaran.

Eder Timanta Sitepu, S.Th., M.Th.