Motivasi Belajar dalam Perspektif Motivational Crowding (MC)

Oleh: Christian Siregar (D3046)

Motivasi belajar adalah salah satu faktor penting dalam mencapai kesuksesan akademis. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, konsep Motivational Crowding (MC) telah menjadi topik yang menarik dalam penelitian motivasi belajar. Teori ini dikembangkan oleh Edward Deci dan Richard Ryan pada 1971 yang kemudian diperkenalkan melalui buku mereka berjudul “Intrinsic Motivation” pada 1975. MC adalah fenomena di mana motivasi intrinsik (yang berasal dari dalam diri) seseorang dapat tergantikan oleh motivasi ekstrinsik (yang berasal dari luar dirinya), sehingga mengurangi keinginan dari dalam diri sendiri untuk belajar.

Dalam perspektif MC, motivasi belajar dapat dibagi menjadi dua jenis: motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah keinginan untuk belajar karena kesenangan dan minat, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah keinginan untuk belajar karena faktor luar, seperti hadiah atau pengakuan.

Menurut teori MC, motivasi intrinsik adalah sumber motivasi yang lebih kuat dan tahan lama, karena didasarkan pada keinginan internal. Namun, motivasi ekstrinsik dapat menggantikan motivasi intrinsik jika tidak diatur dengan baik. Misalnya, jika seorang siswa diberikan hadiah untuk setiap nilai A yang diperoleh, maka motivasi intrinsik mereka untuk belajar dapat tergantikan oleh motivasi ekstrinsik untuk mendapatkan hadiah.

Untuk menghindari efek negatif dari MC, maka penting bagi pendidik dan orang tua untuk memahami bagaimana mengatur atau mempengaruhi motivasi belajar siswa secara positif dan berkelanjutan. Salah satu cara adalah dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan minat dan kesenangan dalam belajar. Selain itu, pendidik juga dapat menggunakan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa dapat merasa lebih terlibat dan termotivasi.

Dalam jangka panjang, motivasi belajar yang didasarkan pada motivasi intrinsik dapat membantu siswa mencapai kesuksesan akademis yang lebih besar dan lebih tahan lama. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami konsep MC dan membangun motivasi belajar siswa dengan baik, sehingga mereka dapat mencapai potensi penuh mereka.

Dalam menghadapi tantangan MC, perlu ada kerja sama antara semua pihak pemangku kepentingan (stakeholder); terutama pendidik, orang tua, dan siswa. Misalnya pendidik perlu menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan mendukung, sehingga siswa dapat mengembangkan motivasi intrinsik mereka dan mencapai kesuksesan akademis yang lebih besar. Dengan demikian, kita sebagai tenaga pendidik dapat membantu para siswa untuk melalui proses belajar dengan baik dan mencapai tujuan belajar mereka.

Christian Siregar