Toleransi Beragama dalam Perspektif Alkitab dan Mahatma Gandhi
Oleh: Christian Siregar (d3046)
Toleransi beragama adalah konsep yang sangat penting dalam masyarakat modern; terlebih di Indonesia yang masyarakatnya majemuk. Alkitab dan Mahatma Gandhi, salah seorang tokoh politik India yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah dunia, memiliki pandangan yang menarik tentang toleransi beragama.
Dalam Alkitab, toleransi beragama ditegaskan dalam sejumlah ayat. Misalnya, dalam Matius 5:43-48 Yesus mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia siapapun orangnya, termasuk mengasihi musuh dan mendoakan orang yang telah menganiaya, apalagi orang yang hanya berbeda agama. Lalu, dalam Galatia 3:28, Rasul Paulus menulis, “Tidak ada lagi perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani, tidak ada lagi perbedaan antara budak dan orang merdeka, tidak ada lagi perbedaan antara laki-laki dan perempuan, karena kamu semua adalah satu dalam Kristus.” Ayat ini menekankan bahwa semua orang, tanpa memandang agama, ras, atau status sosial, adalah sama derajat dan nilai di hadapan Tuhan.
Mahatma Gandhi, pemimpin spiritual India, juga memiliki pandangan yang serupa tentang toleransi beragama. Gandhi percaya bahwa semua agama memiliki kebenaran dan nilai yang sama, dan bahwa tidak ada agama yang lebih baik dari yang lain. Ia mengatakan, “Saya percaya bahwa semua agama besar dunia adalah sama-sama benar, dan bahwa mereka semua berasal dari Tuhan yang sama.”
Gandhi yang memperjuangkan ahimsa (tanpa kekerasan) juga menekankan pentingnya menghormati dan memahami agama lain. Ia mengatakan, “Saya tidak ingin orang lain menjadi Kristen, saya hanya ingin mereka menjadi lebih baik, lebih seperti Yesus.” Ini menunjukkan bahwa Gandhi tidak ingin memaksa orang lain untuk meninggalkan agama mereka (Kristenisasi), tetapi ia ingin mereka menjadi lebih baik dan lebih spiritual (meneladan Kristus).
Dalam perspektif Alkitab dan Mahatma Gandhi, toleransi beragama bukanlah hanya tentang membiarkan orang lain beribadah dengan cara mereka sendiri, tetapi juga tentang menghormati dan memahami agama lain. Ini berarti bahwa kita harus memiliki sikap yang terbuka dan inklusif, dan tidak memandang agama lain sebagai ancaman atau kesalahan.
Dalam masyarakat modern, toleransi beragama sangat penting untuk mencapai perdamaian dan kesetaraan. Dengan memahami dan menghormati agama lain, kita dapat membangun jembatan antara masyarakat yang berbeda agama dan menciptakan masyarakat yang lebih harmonis.
Kesimpulannya, Alkitab dan Mahatma Gandhi memiliki pandangan yang serupa tentang toleransi beragama, yaitu bahwa semua agama memiliki kebenaran dan nilai yang sama, dan bahwa kita harus menghormati dan memahami agama lain. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih toleran dan harmonis berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar ‘45.