Seri Khazanah Budaya Nusantara: Rumah Adat Krong Bade (Rumoh Aceh)

Oleh: Oleh: Rina Patriana Chairiyani

Rumah adat Aceh merupakan gambaran kehidupan sekaligus identitas bagi masyarakatnya. Semua rumah adat Aceh memiliki model yang sama yaitu berbentuk rumah panggung. Model rumah panggung ini mengandung filosofis tersendiri, baik dari sisi kehidupan sosial maupun kesesuaian lingkungan. Pertama, makna filosofi terkait keselamatan yang ditunjukkan melalui jarak antara tanah dan lantai dasar rumah. Jarak panggung ini dibuat cukup tinggi agar penghuni rumah aman dari serangan binatang buas maupun bencana alam seperti banjir. Kedua, saat hari-hari biasa, bagian kolong rumah digunakan untuk berbagai kegiatan. Mulai dari tempat bermain anak-anak, kaum ibu menumbuk beras, hingga tempat rehat setelah bertani atau melaut Untuk pilihan warnanya rumah adat Aceh beragam, disertai dengan motif ukiran cantik bernuansa cerah. Ukiran inilah yang menentukan tingkat ekonomi pemilik rumah (mediaindonesia.com, 2024).

Salah satu rumah adat Aceh adalah Krong Bade atau sering disebut dengan nama Rumoh Aceh. Rumah Krong Bade berbentuk persegi panjang yang memanjang dari timur ke barat, merupakan rumah panggung dengan ketinggian berkisar 2,5 – 3 meter dari permukaan tanah. Adapun, tiang penyangga rumah ini terbuat dari kayu. Dinding dan lantai terbuat dari papan, serta alasnya terbuat dari bambu atau trieng. Atapnya terbuat dari rumbia atau daun enau yang dianyam. Biasanya untuk menyatukan antar bagian bangunan cukup diikat dengan Taloe meu-ikat atau rotan. Ijuk, dan kulit pohon waru. Rumah ini memiliki tangga dengan jumlah anak tangga yang ganjil (Detik.com, 2023). Di dalam rumoh Aceh ini, hanya memiliki tiga ruang, yaitu depan untuk ruang santai dan menerima tamu, ruang tengah untuk tempat rehat, dan ruang belakang untuk tempat makan dan dapur (mediaindonesia.com, 2024).

Rumah Krong Bade juga memiliki perlambangan, biasanya dihiasi dengan beragam dekorasi. Hal ini menandakan sebagai kekayaan pemilik rumah. Rumah ini memiliki relung-relung seperti renda. Hiasan ini biasanya ditemukan di bagian dinding-dinding dan semua bahan pembuatannya diambil dari kayu-kayu alam agar rumah ini dapat berdiri dan bertahan lama. Untuk pembangunan rumah adat ini biasanya diadakan rapat keluarga terlebih dahulu yang dipimpin tetua adat. Rapat ini dibuat agar tidak ada perpecahan antara anggota keluarga mengenai pendirian rumah. Hal tersebut juga melambangkan usaha untuk menjaga persatuan keluarga (Detik.com, 2023).

Referensi:

Detik.com. 2023. https://www.detik.com/sumut/budaya/d-7089610/mengenal-rumah-adat-tradisional-aceh-krong-bade.

Mediaindonesia, 2024. Delapan Rumah Adat Aceh Beserta Keunikannya. https://mediaindonesia.com/pendidikan/653961/rumah-adat-aceh

Rina Patriana Chairiyani