Berpikirlah Positif, Jangan Berpikir Kotor ( Don’t Dirty Mind )

Oleh : Sigit Pandu Cahyono., S.Pd.,M.Pd  (Dosen Character Building Binus University)

Berpikir positif bukan berarti kita mengabaikan situasi hidup yang kurang menyenangkan. Berpikir positif berarti bahwa kita mendekati ketidaknyamanan dengan cara yang lebih positif dan produktif, berpikir bahwa yang terbaik akan terjadi, bukan yang terburuk. Berpikir positif sering dimulai dengan self-talk. Self-talk dapat diartikan sebagai pikiran yang tak terucapkan yang muncul di kepala. Pikiran otomatis ini bisa positif atau negatif. Beberapa self-talk berasal dari logika dan alasan, mungkin juga muncul dari kesalahpahaman yang dibuat karena kurangnya informasi, atau harapan dari ide-ide yang terbentuk sebelumnya tentang apa yang mungkin terjadi.

Memiliki pikiran yang positif memungkinkan kita untuk mengatasi situasi stres dengan lebih baik, sehingga mengurangi efek kesehatan yang berbahaya. Orang yang positif dan optimis juga cenderung menjalani gaya hidup yang lebih sehat, melakukan lebih banyak aktivitas fisik, mengikuti diet yang lebih sehat, dan tidak merokok atau minum alkohol secara berlebihan. Jika pikiran yang melintas di kepala kita sebagian besar negatif, pandangan hidup kita cenderung pesimis. Jika pikiran kita sebagian besar positif, kemungkinan besar kita adalah orang yang optimis atau seseorang yang mempraktikkan pemikiran positif.

Positive thinking adalah suatu sikap mental yang membuat kita berharap untuk mendapatkan hasil yang baik dan menguntungkan. Dengan kata lain, positive thinking mempunyai pengertian proses dalam menciptakan pikiran yang baik untuk mengubah energi positif menjadi suatu kenyataan. Dari arti positive thinking kita sudah dapat memahami bagaimana cara berpikir positif dapat memberikan rasa optimis dalam menghadapi suatu keadaan yang mungkin tidak menyenangkan. Intinya, kekuatan positive thinking dapat menciptakan kebahagiaan dan ketenangan lahir dan batin dalam menghadapi situasi apa pun.

Mengapa positive thinking penting? Karena jika pada pikiran kita sebagian besar positif, maka kita akan menjadi fokus pada hal-hal baik, pikiran bahagia, dan hasil yang sukses. Sebaliknya, jika pikiran kita sebagian besar negatif, maka kita akan menjadi fokus pada hal-hal buruk, pikiran sedih, hasil dan tindakan yang gagal dan berperilaku negatif pula. “Berpikir positif lebih dari sekadar slogan. Berpikir positif dapat mengubah cara kita bersikap. Dan saya sangat percaya bahwa ketika saya berpikir positif, itu tidak hanya membuat saya lebih baik, tetapi juga membuat orang-orang di sekitar saya menjadi lebih baik.”

Pikiran negatif merupakan mengacu dalam pola berpikir negatif mengenai diri sendiri dan bentuk lingkungannya. Pikiran negatif dapat mempengaruhi cara berpikir mengenai diri sendiri dan bagaimana memandang dunia, bahkan hingga mengganggu pekerjaan, belajar, dan aktivitas sehari-hari. Akhirnya, pikiran ini berkembang sebagai gangguan kecemasan, penyakit mental, gangguan kepribadian, bahkan sampai menderita skizofrenia.

Tidak seluruh orang yang berpikir negatif punya penyakit mental, sama halnya jika seluruh orang mengalami penyakit mental juga tidak berarti selalu memiliki pikiran negatif. Namun, berpikir negatif bisa menghambat kesehatan mental dan kualitas hayati, apalagi waktu jika kamu tidak sanggup menangani atau mengontrol pikiran itu. Oleh karena itu, kamu perlu mengenali apa yang mengakibatkan pikiran negatif tersebut bisa terus muncul dalam dirimu.

Jika kita sering memikirkan hal kecil dan membayangkannya menjadi hal yang besar sampai mengganggu diri sendiri selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan lebih lama, itu tandanya kamu sudah memiliki pikiran negatif. Seperti yang kita ketahui bahwa pikiran negatif bisa menciptakan kecemasan, murung, bahkan sampai stres. Dalam praktiknya, berpikir negatif bahkan sanggup menghilangkan perasaan senang dan mempengaruhi kesehatan fisik seseorang. Menurut teori terapi kognitif, pikiran dan nilai seseorang menentukan bagaimana mereka melihat dirinya sendiri dan dunia di sekitar mereka. Pikiran dan keyakinan yang dilandasi pesimisme dapat berdampak negatif pada emosi, perasaan, dan kesehatan mental. Manusia yang bahagia ialah manusia yang senantiasa selalu berfikir positif jangan mudah kita berfikir kotor.

Referensi :

  • Renee, S. 2022. “Positive Thinking: How Optimism Can Improve Your Health”, https://www.sunlife.ca/en/tools-and-resources/health-and-wellness/mental-wellness/positive-thinking-how-optimism-can-improve-your-your-health/, diakses pada 11 Feberuari 2022.
  • https://nuansa.nusaputra/2022/05/24/the-power-of-positive-thinking/
  • Endraswara, S. (2016). Berpikir positif orang Jawa. Media Pressindo.
  • Mahaputra, M. R. (2022). Literature Review Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Berpikir Positif. Jurnal Ilmu Multidisplin, 1(1), 33-40.
Sigit Pandu Cahyono., S.Pd.,M.Pd