Dilema Moral Dalam Pengambilan Keputusan

Oleh: Adie Erar Yusuf [Faculty Member, Character Building Development Center, Universitas Binus]

Dilema moral suatu kejadian yang sering terjadi saat ini seperti kasus persidangan Sambo dan Mario, terutama berkaitan dengan etika dimana masyarakat memiliki hak yang sama untuk diperlakukan. Di digital dan keterbukaan sekarang ini, status sosial antara kaya dan miskin, laki-laki dan perempuan, muda dan tua  berlomba -lomba untuk diperlakukan dan melakukan perbuatan yang menurutnya  baik untuk dirinya dan lingkungannya. Banyak kejadian yang  menyebabkan timbulnya dilema moral dikehidupan sehari – hari. Dilema moral adalah situasi yang menghadapkan seseorang ke dalam dua pilihan, tetapi tidak satu pun dari pilihan tersebut bisa dianggap sebagai jalan keluar yang tepat. Suatu kondisi  ada dua pilihan yang seimbang dimana dihadapkan untuk memilih di persimpangan, tetapi tidak ada pedoman dan arah yang jelas. Menurut Beauchamp and Childress (1994), untuk mencapai keputusan etik dibutuhkan prinsip dasar moral yaitu prinsip otonomi yang menghormati hak individu, prinsip beneficence yang mengutamakan kebaikan seseorang, prinsip non-maleficence yang melarang tindakan  memperburuk kondisi, prinsip justice  yang mengutamakan keadilan dan fair.

Dilema muncul karena terbentur pada konflik moral, pertentangan batin atau pertentangan antara nilai-nilai yang diyakini dengan kenyataan yang ada

Ada langkah-langkah yang dapat membantu memberikan solusi apabila menghadapi dilema etika sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi pertanyaan etika. Perhatikan apa yang “seharusnya” – pertanyaan normatif tentang apa yang seharusnya terjadi sesuai dengan norma dan standar yang berlaku.
  2. Membuat daftar fakta yang relevan dari dilema. Fakta apa saja yang harus diketahui dan lakukan pengumpulan fakta yang relavan. Seringkali kita tergoda untuk menghindari diskusi etika dengan mengklaim bahwa tidak ada cukup fakta untuk membuat keputusan.
  3. Mengidentifikasi pihak terkait dalam dilema. Pihak yang terkait adalah seseorang yang akan dipengaruhi oleh keputusan yang akan diambil. Identifikasi semua pihak  yang akan terpengaruh dengan keputusan.
  4. Apa saja pilihan dalam kasus ini. Membuat daftar tindakan atau strategi, alternatif, dan pilihan yang mungkin untuk menyelesaikan konflik tersebut. Cari informasi lebih lanjut untuk memperkuat opsi-opsi yang Anda buat.
  5. Apa yang harus dilakukan. Pertimbangkan opsi terbaik berdasarkan nilai inti. Mencari informasi lebih lanjut akan sangat bergunan untuk mendasarkan pilihan Anda pada data terbaik yang tersedia.
  6. Apa dasar pembenaran pilihan tersebut. Berikan alasan yang kuat untuk mendukung opsi Anda berdasarkan pada nilai-nilai yang dipertaruhkan.
  7. Bagaimana mencegah masalah etika. Adakah perubahan sistematis yang bisa dibuat untuk mencegah masalah ini terjadi lagi?

Referensi:

https://www.ekosuhas.com/menghadapi-dilema-etika/

Dr. Adie Erar Yusuf