Memahami Identitas Nasional Dan Menumbuhkan Rasa Nasionalisme

Oleh : Jesse Orlanda | PPTI 12 | 2502041230

Secara etimologis, identitas nasional berasal dari kata identitas dan nasional. Identitas berasal dari bahasa Inggris yang berarti ciri, tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau kelompok sehingga dapat dibedakan antara satu dengan yang lainnya. Sedangkan kata nasional merujuk pada suatu konsep kebangsaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa identitas nasional Indonesia berarti ciri, tanda, atau jati diri yang melekat pada bangsa Indonesia sehingga dapat dibedakan dengan bangsa lain. Identitas nasional yang dimiliki Indonesia tersebut mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia.

Namun, mengingat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, ras, budaya, ras, dan agama, sehingga sejak awal identitas Indonesia memiliki perbedaan. Oleh karena itu, Indonesia masih harus berproses dan terus-menerus dipupuk untuk menjadi sebuah bangsa yang memiliki identitas nama Indonesia itu sendiri. Sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4, hakikat identitas nasional Indonesia ialah falsafah negara yaitu Pancasila dan konstitusi negara yaitu UUD 1945 yang teraktualisasi dan tercermin kedalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang tercermin dalam identitas nasional bersifat terbuka untuk terus-menerus diberikan makna baru yang relevan dengan kondisi dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk mempertahankan nilai-nilai bangsa Indonesia itu sendiri, maka sebagai warga Indonesia harus memahami dengan benar identitas Indonesia dan menanamkan rasa cinta tanah air yang diwujudkan dengan cara mengamalkan nilai-nilai yang tertera dalam Pancasila serta menjadikannya sebagai dasar hidup bangsa Indonesia. Hakikat identitas nasional yang menunjukkan jati diri Indonesia juga tercermin dalam simbol-simbol negara, antara lain bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambang negara Pancasila, semboyan negara yaitu Bhineka Tunggal Ika, dan konsepsi wawasan nusantara.

Sumber: https://www.alodokter.com/memahami-krisis-identitas-dan-cara-menghadapinya

Sayangnya, identitas nasional Indonesia mulai memudar seiring dengan hilangnya semangat kebangsaan atau nasionalisme. Secara terminology, nasionalisme adalah paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Rasa nasionalisme diharapkan tumbuh dan tertanam dalam diri masyarakat Indonesia sehingga muncul rasa persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, nasionalisme berperan penting dan sangat diperlukan dalam kelangsungan negara. Namun berbagai permasalahan yang dihadapi Indonesia menjadi faktor utama hilangnya nasionalisme terutama pada generasi muda. Permasalahan tersebut datang dari luar maupun dalam, seperti kesenjangan sosial ekonomi, ketidakadilan dalam penegakan hukum terutama pada hak asasi manusia, pemerataan pembangunan dan teknologi, terorisme, radikalisme, korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta globalisasi. Generasi muda yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa mulai banyak yang mengalami disorientasi dan krisis identitas sebagai rakyat Indonesia. Pudarnya rasa nasionalisme menyebabkan lemahnya ketahanan nasional dan semakin mudah ditembus oleh pihak luar sehingga dapat mengancam dan memecah bangsa Indonesia.

Generasi muda perlu kembali menanam rasa nasionalisme dan membiarkannya tumbuh dalam dirinya agar kelak Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan kembali memaknai identitasnya sebagai Indonesia. Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan, salah satunya adalah mengikuti pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Selain itu juga dapat dilakukan dengan melakukan upacara bendera dengan khidmat, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, mencitai produk Indonesia, serta menyebarkan warisan budaya Indonesia ke kancah internasional. Dengan begitu, harapannya rasa nasionalisme dapat terus tumbuh dan melekat dalam diri serta identitas nasional dapat dipahami.

Jesse Orlanda