“Menjadikan Sumpah Pemuda Menjadi Pedoman Hidup Sehari-hari”

Oleh: Jefferson Johan | PPTI 12 | 2502041224 |

Ketika hari peringatan Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober, seringkali terdapat banyak acara  televisi yang menayangkan semarak semangat Sumpah Pemuda. Banyak sekali kegiatan perayaan  yang dibuat guna menyambut peringatan sumpah pemuda, seperti acara lomba, upacara, jalan jalan, sampai ke diskon-diskon. Animo masyarakat terhadap perayaan Sumpah Pemuda masih  sangat tinggi di Indonesia. Namun, ketika mulai ditanya tentang apa isi Sumpah Pemuda, banyak

sekali masyarakat Indonesia baik itu anak-anak, remaja, maupun dewasa yang masih sulit  menjawab tentang isi Sumpah Pemuda. Padahal, isi dari Sumpah Pemuda pasti seringkali dibahas  dalam pelajaran kewarganegaraan sejak masih di bangku sekolah. Akan menjadi sangat  memalukan apabila rakyat Indonesia sendiri tidak mengetahui apa itu isi dari Sumpah Pemuda  yang telah membangun negara Indonesia ketika bangkit dari keterpurukan.

Pada saat perumusan Sumpah Pemuda, semangat para pahlawan bangsa di Kongres Pemuda II  sangatlah tinggi. Mereka bercita-cita membawa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku  bangsa menjadi bangsa yang satu dan bangsa yang besar. Seperti kata Bapak Pendiri Bangsa  Soekarno, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” Ungkapan  tersebut sangatlah benar, karena apabila tidak ada Sumpah Pemuda mungkin tidak akan ada  Indonesia yang sekarang. Tidak akan ada juga negara Indonesia yang nyaman dihuni seperti  sekarang ini. Bisa saja muncul negara Sumatera, negara Jawa, negara Sulawesi, dan sebagainya. Cita-cita para pahlawan saat itu sangatlah besar dan pada akhirnya dituangkan dalam Sumpah  Pemuda. Melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda ini, perlahan-lahan bangsa  Indonesia bangkit dari keterpurukan.

Sebagai pemuda Indonesia, sangatlah penting bagi masyarakat Indonesia menjiwai Sumpah  Pemuda yang mengajak kita untuk mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia,  mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Semangat Sumpah Pemuda ini jangan sampai kendor apalagi dilupakan. Mulai hari ini, marilah  berjanji untuk kita semua sebagai warga negara Indonesia menerapkan nilai-nilai mulia Sumpah  Pemuda menjadi landasan bagaimana kita berpikir dan berperilaku.

Sebagai penutup, hendaklah kita masyarakat Indonesia membuat keputusan untuk memegang teguh nilai Sumpah Pemuda dalam hidup. Karena jika tidak ada Sumpah Pemuda maka tidak akan  ada Indonesia yang satu, utuh, dan damai.

Jefferson Johan