Bhinneka Tunggal Ika di Tengah Arus Globalisasi

Oleh: Nikodemus Thomas Martoredjo, S.S.,M.M.,M.Si

Bhinneka Tunggal Ika, apakah hanya semata-semata sebagai semboyan dari Negara Indonesia atau memiliki makna yang perlu kita gali lebih dalam lagi? Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” berasal dari  kata Bhinneka Tunggal Ika yang dikutip dari sebuah tulisan dalam kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Kitab itu berbahasa Jawa Kuno. Secara hurufiah “Bhinneka” yang memiliki arti beraneka ragam atau berbeda-beda, sedangkan Tunggal berarti “satu” dan “Ika” berarti itu. Jka digabungkan akan bermakna walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu yaitu Bangsa Indonesia. Walaupun beragam suku, agama, ras dan lain sebagainya, tetap satu sebagai satu bangsa.

Dari waktu ke waktu hingga sampai hari ini, kita mengenal “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai semboyan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia (NKRI) yang memilik fungsi sebagai landasan persatuan dan kesatuan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk implementasi dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika itu dapat terwujud dalam bentuk:

  1. Perilaku influsif, di mana individu menjadi satu dengan kelompok masyarakat luas.
  2. bersikap pluralistik, yang artinya tidak memperlakukan atau memandang remeh pihak atau kelompok lain, di mana adanya persatuan mengatasi berbagai keberagaman agama, budaya dan juga suku sehingga menjalin kerukunan, toleran dan juga rasa saling menghormati antara satu sama lain.
  3. tidak mencari menangnya sendiri, menghargai pendapat orang lain yang beragam, tidak mementingkan ego sendiri untuk merasa lebih unggul dibandingkan pihak atau kelompok lain
  4. mengutamakan musyawarah, inti kesamaan yang dirundingkan untuk mencapai mufakat dimana solusi yang saling dirembug bersama-sama dengan kesepakatan dari setiap pihak.
  5. adanya toleransi dalam perbedaan itu merupakan komponen krusial dalam perwujudan semboyan ini, dimana harus ada kesadaran akan perbedaan dimana tiap individu harus diperlakukan secara adil, tidak ada perlakuan khusus terhadap satu pihak dengan tujuan menciptakan situasi yang rukun dan juga tentram.

Demikian beberapa implementasi yang dapat dilakukan berdasarkan dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Namun, apakah implementasi tersebut yang hanya dapat tertulis di kertas? Dapatkah benar-benar dapat terapkan dalam hidup bermasyarakat terutama dalam jaman yang sangat bergantung pada perkembangan teknologi? Era dimana ketidakpedulian terhadap semboyan negara semakin meningkat.

Situasi saat ini dimana anak remaja cenderung mengikuti tren dibandingkan mempelajari sejarah. Mereka lebih mementingkan ego sehingga munculnya sikap bertindak sebelum berpikir dahulu. Hal itu sangat berlawanan dengan ajaran semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Sudah seharusnya generasi muda memiliki kesadaran atau sikap respek terhadap makna dari semboyan tersebut. Untuk membangun rasa kesadaran dan kepekaan terhadap individu lain perlu terbuka bersosialisasi dengan baik, di mana pergaulan akan memiliki dampak yang sangat besar untuk pertumbuhan karakter hidup bersama. Dengan karakter yang ditanamkan dari pergaulan tersebut, dapat ditingkatkan kesadaran bahwa perbedaan dengan orang lain adalah suatu anugerah akan perlahan terbangun dan menjadi pondasi yang baik untuk dapat mempertahankan makna atau arti dari Bhinneka Tunggal Ika.

Oleh  karena itu kaum milenial sebagai generasi penerus dari era globalisasi ini perlu mencari pergaulan dan komunitas yang baik.  Dari pergaulan tersebut dapat dibangun karakter diri dan kesadaran yang kuat akan kebersamaan sebagaimana makna Bhinneka Tunggal Ika. Sekilas terlihat sangatlah simpel, namun memiliki arti yang sangat kuat untuk menjaga kerukunan hidup bermasyarakat di tengah arus globalisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Syarifiyana, 2018, “Eksistensi Kebhinnekaan dalam Indonesia Masa Kini”, 24 Maret 2022 Pukul 22:14, https://www.hipwee.com/opini/eksistensi-kebhinnekaan-dalam-indonesia-masakini/

Latifatul Dwi, 2021, “Makna, Fungsi, dan Contoh Bhinneka Tunggal Ika” 24 Maret 2022 Pukul 22:21, https://katadata.co.id/safrezi/berita/61654a061ae92/makna-fungsi-dan-contohbhinneka-tunggal-ika

Nikodemus Thomas Martoredjo, S.S.,M.M.,M.Si