MENCINTAI LINGKUNGAN MENURUT KRISTEN

Nama : Maruasas Simanjuntak

NIM : 2201866560

& DAULAT MARULITUA

Hal alam semesta seperti yang tertulis di kitab Kejadian 1:1

“Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya”

Pada pasal Kejadian 1 ayat 1-31 dan Kejadian 2 ayat 1- 7 yang berisi tentang Allah menciptakan langit, bumi,dan segala isi nya mulai dari adanya terang dan gelap, Allah menciptakan cakrawala, tumbuh-tumbuhan,benda penerang cakrawala yaitu matahari,bulan,juga bintang-bintang ,binatang di udara,air,dan darat , pada akhirnya Allah menciptakan manusia.

Pada Pasal ini,Alkitab menyatakan bahwa Allah yang menciptakan bumi ini ,tempat kita dapat hidup dan bernafas. Kemudian melalui Kolose 1:16 kita diberitahu bahwa “Allah menciptakan “segala sesuatu” di dalam dan oleh Yesus Kristus.” Pada dasarnya, Alkitab mengajarkan bahwa Yesus adalah Pencipta alam semesta,tempat dimana kita dapat melakukan segala sesuatu yang dengan kehendaknya kita diberikan kepercayaan untuk menjaga kelestarian alam semesta,melestarikan dan menjaga apa yang Tuhan telah percayakan kepada kita sebagai manusia,tugas kita adalah untuk merawat alam yang ada di bumi. Tuhan menciptakan kita sebagai manusia di bumi ini tentu ada maksud dan tujuanNya mengenai alam semesta yang diciptakanNya .Pada Amsal 3:19-22 yang menyatakan bahwa (19) Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, (20) dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun. (21) Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu.

Dengan ayat-ayat ini Tuhan mengatakan kepada kita untuk memelihara alam ,bukan merusak atau menghancurkan alam itu sendiri secara perlahan-lahan.

Sesungguhnya, Tuhan telah menciptakan alam semesta beserta isinya dengan teramat sangat indah. Itu merupakan anugerah yang amat besar, yang terlebih dahulu Dia sediakan sebelum menciptakan manusia. Mengapa? Supaya ketika manusia hadir, keindahan itu sudah bisa dinikmati secara langsung. Sejak semula, Tuhan pun sudah menyatakan bahwa apa yang Dia ciptakan adalah baik. Tanaman, pohon-pohon berbuah, tunas-tunas muda, itu diciptakan dengan baik

Kelestarian alam harus dijaga. Manusia dalam menjalani hidup sangat bergantung pada keadaan alam. Jika alam sekitar baik, manusia akan nyaman dalam menjalani hidup, sedangkan jika rusak akan merasa terancam. Alam semesta juga telah memenuhi segala kebutuhan hidup manusia. Semua yang dibutuhkan manusia, bahkan juga makhluk-makhluk Tuhan lainnya, telah tersedia di alam ini. Dengan demikian, menjaga kelestarian alam memang sangat penting

Agama secara implisit mengajarkan umat beragama untuk mengetahui, dan menyadari arti penting menjaga lingkungan sehari-hari. Karena agama mengajarkan setiap umatnya untuk peduli terhadap lingkungan. Agama mengajarkan bagaimana menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Bahwa setiap kerusakan alam, lingkungan pada akhirnya akan memberikan dampak buruk jangan panjang kepada diri manusia sendiri. Berdasarkan penjelasan dari Kitab Suci, Gereja mengajarkan bahwa manusia adalah citra Allah. Sebagai citra Allah manusia adalah mahluk pribadi yang memiliki kodrat sosial. Manusia sebagai pribadi adalah bersifat unik dan menyejarah sekaligus bersifat kekal. Ia memiliki kesadaran akan keberadaan dirinya dihadapan sesame dan lingkungannya.

Alam semesta beserta segala isinya adalah milik Tuhan (Mazmur 24:1)”

Krisis lingkungan terjadi akibat dua hal yaitu proses alam itu sendiri dan akibat dari ulah manusia. Seperti contoh kasus banjir di Jakarta pada tahun 2014 yaitu banjir akibat sampah yang menumpuk sehingga menutup tiga dari empat pintu air di karet. Hal ini terjadi karena manusia yang semena-mena dan tidak merawat lingkungan, membuang sampah ke sungai, membuang limbah pabrik ke sungai. Banjir pada kasus ini adalah bencana yang terjadi karena ulah manusia yang tidak bertanggung-jawab atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Padahal sebagai manusia, kita harusnya menjaga dan melestarikan alam semesta, sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan kepada kita dalam firmanNya. Namun dewasa ini banyak manusia yang telah melupakan makna bahwa Tuhan adalah pencipta bumi dan kita sebagai manusia diciptakan untuk menjaga bumi ini. Sehingga manusia lebih bersikap sebagai penguasa bumi dan melakukan segala sesuatu di bumi dengan sesuka hati untuk keuntungan diri sendiri dan kelompok, tanpa memikirkan kelestarian,kebersihan,dan kesehatan lingkungan.Padahal jika manusia tidak menjaga dan melestarikan alam, tentunya hidup manusia juga akan mengalami kesulitan baik cepat atau lambat. seperti kegiatan yang terganggu akibat banjir sehingga tidak bisa pergi dari satu tempat ke tempat yang lain, krisis air akibat penggunaan air yang serakah dan tanpa pertimbangan. Udara yang tidak sehat bahkan beracun karena polusi dan asap kendaraan yang setiap hari melintas di kota-kota.

Sebaiknya kita sebagai manusia merawat dan melestarikan bumi ini,alam semesta yang sudah Tuhan percayakan kepada kita. Mulai dari hal kecil,dari hal kecil lama-lama beranjak ke hal-hal yang besar.Mulai dari buang sampah pada tempatnya,mengurangi penggunaan plastik sehingga pencemaran dapat perlahan-lahan berkurang. Membantu membersihkan sampah yang ada di pantai atau gunung pada saat kita berada di sana.Terlebih ,harusnya kita sadar bahwa alam semesta ini adalah tempat dimana kita tinggal dan menikmati hidup, oleh karena itu kita tidak mau alam ini rusak,sehingga tidak lagi menjadi tempat yang indah. Sekaligus kita menjalankan amanat Tuhan bahwa kita harus memelihara alam semesta yang Tuhan telah percayakan kita untuk tinggal didalamnya.

Sangat memprihatinkan melihat bagaimana perilaku manusia yang terus merusak alam demi keuntungan sesaat dan kepentingan pribadi. Semakin lama, kita semakin sulit menemukan alam yang masih segar. Apa yang terjadi hari-hari ini agaknya sulit membuat Tuhan bersukacita atas ciptaan-ciptaan-Nya. Manusia terus saja merusak kelestarian lingkungan. Membuang sampah sembarangan, sungai-sungai tercemar limbah industri dan buangan dari rumah-rumah pemukiman penduduk, asap kotor yang keluar dari cerobong pabrik-pabrik dan knalpot kendaraan, semua itu merusak segala keindahan yang Tuhan sediakan bagi kita. Kerusakan lingkungan dan menipisnya lapisan ozone membuat dunia ini semakin lama semakin hancur. Segala tumbuhan hijau dan segar musnah digantikan oleh besi-besi dalam berbagai bentuk. Semakin lama, manusia yang diciptakan Allah secara istimewa semakin tidak menghargai karya Penciptanya. Selain merusak lingkungan, menghancurkan ekosistem, dan lain-lain, manusia juga berani saling membinasakan satu sama lain. Padahal, semua manusia sama-sama ciptaan Tuhan yang sangat berharga, bahkan mulia di mata-Nya. Namun, di mata sesama manusia, nyawa itu dihargai sangat murah, letaknya berada sangat jauh di bawah ego dan kepentingan diri sendiri. Tuhan sudah begitu baik dengan menganugerahkan keselamatan kepada kita lewat Kristus, tetapi kita begitu sulit untuk sekadar menghargai kebaikan-Nya.

“Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia (Kisah Para Rasul 17:24-25)”

Segala keindahan alam sejak semula Dia ciptakan sebagai gambaran kasih-Nya kepada kita. Itu merupakan hadiah yang luar biasa indah, yang diberikan kepada kita. Seharusnya, Tuhan bisa bersukacita melihat semua ciptaan-Nya hidup dengan baik, harmonis, damai, dan penuh kasih. Gambaran yang sebaliknya tentu membuat-Nya sangat kecewa. Dia menciptakan yang indah, tetapi kita merusaknya. Lalu, ketika bencana datang silih berganti, kita malah berani menyalahkan Tuhan. Pemazmur sudah menyerukan agar kita mau mulai berpikir untuk membuat Tuhan bisa bersukacita atas ciptaan-Nya. Itu bisa dilakukan dengan menjaga kelestarian lingkungan, mengambil bagian dalam gerakan-gerakan penghijauan, dan tidak ikut-ikutanmencemarkan lingkungan dengan perilaku-perilaku kita yang buruk.

Bersyukurlah jika hari ini masih bisa melihat alam yang indah, meski tidak lagi mudah. Akan tetapi, apakah anak cucu kita kelak masih bisa menyaksikannya? Tuhan menitipkan milik-Nya kepada kita untuk dikelola, dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan. Jika kita mau melakukannya, di sanalah Allah akan bersukacita melihat seluruh ciptaan-Nya di muka bumi ini dapat saling bekerja sama dalam menghormati hasil karya-Nya yang agung. Jika Anda melihat sekeliling Anda hari ini dan masih mendapati sesuatu yang indah, bersyukurlah untuk itu. Dan, mari kita jaga bersama-sama agar anak cucu kita masih bisa menyaksikan keindahan alam itu dan dengan sendirinya merasakan bentuk cinta kasih Tuhan lewat anugerah-Nya atas alam yang indah.