Foto Bersama Pengelola Posyandu

Jakarta, 2026 — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sejak dini ditunjukkan oleh sekelompok mahasiswa UNIVERSITAS BINA NUSANTARA dalam kegiatan pengabdian masyarakat baru-baru ini. Mengambil peran sebagai relawan petugas Posyandu, para mahasiswa terlibat aktif dalam memastikan kesehatan bayi dan balita di lingkungan Jakarta Barat agar tetap terjaga. Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, ini menjadi bukti nyata bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas di dalam ruang kelas, tetapi juga berdampak langsung di tengah masyarakat.

Alur Registrasi Yang Dibantu oleh Boarders
Area Penimbangan Yang Di Bantu oleh Boarders

Alur Pelayanan yang Terorganisir

Sejak pagi hari, para mahasiswa telah bersiap di pos-pos pelayanan untuk membantu para ibu dan balita yang datang. Adapun kontribusi yang dilakukan meliputi:

  • Registrasi & Administrasi: Menyambut hangat warga dan memastikan pendataan dilakukan secara akurat agar riwayat kesehatan anak tercatat dengan baik.
  • Pengukuran & Penimbangan: Mengoperasikan alat timbang serta mengukur tinggi badan balita.
  • Pencatatan Hasil: Mendokumentasikan setiap angka pertumbuhan sebagai bahan evaluasi kesehatan bagi tenaga kesehatan setempat.
Suasana Area Posyandu Bersama Orang Tua dan Balita

Penyuluhan Gizi: Edukasi di Sela Antrean

Tidak sekadar melakukan pengukuran fisik, para mahasiswa juga berperan sebagai komunikator kesehatan. Sembari memberikan Makanan Tambahan (PMT) yang bergizi, mereka menyisipkan edukasi singkat mengenai pentingnya asupan nutrisi seimbang untuk mencegah stunting.

Semarak dengan Doorprize Kebutuhan Balita

Untuk menambah keceriaan dan meningkatkan motivasi warga dalam memeriksakan anaknya secara rutin, tim mahasiswa juga membagikan doorprize menarik. Hadiah yang diberikan berupa paket kebutuhan dasar bayi dan balita, dan di harapkan dapat menjadi manfaat berarti untuk dipakai.

Harapan Kedepan

Kegiatan yang berakhir pada pukul 11.00 WIB ini meninggalkan kesan positif, baik bagi warga maupun mahasiswa itu sendiri. Melalui aksi ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan balita semakin meningkat, sekaligus mengasah empati sosial mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.