{"id":2331,"date":"2024-05-31T12:00:09","date_gmt":"2024-05-31T05:00:09","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/?p=2331"},"modified":"2024-07-15T14:25:05","modified_gmt":"2024-07-15T07:25:05","slug":"the-relationship-between-career-calling-and-workaholism","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/05\/31\/the-relationship-between-career-calling-and-workaholism\/","title":{"rendered":"The Relationship between Career Calling and Workaholism"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Career Calling dan workaholism adalah dua konsep yang sering dibicarakan dalam diskusi tentang pekerjaan dan kesejahteraan individu. Kedua konsep ini sama-sama mencerminkan tentang komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan, namun keduanya memiliki motivasi dan konsekuensi yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Career calling adalah perasaan bahwa seseorang dilahirkan untuk melakukan pekerjaan tertentu. Seseorang yang merasakan career calling melihat pekerjaan yang mereka lakukan sebagai bagian penting dari indentitas dan hidup mereka, salah satunya adalah untuk berkontribusi kepada masyarakat. Ciri-ciri career calling adalah :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Rasa tujuan<br \/>\nTidak hanya bekerja untuk mendapatkan materi namun pekerjaan akan dipandang sebagai misi hidup.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li>Kepuasan intrinsik<br \/>\nSeseorang akan merasa puas yang disebabkan karena pekerjaan itu sendiri, bukan karena dari imbalan eksternal.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li>Motivasi internal<br \/>\nSeorang career calling akan memiliki dorongan\/motivasi yang berasal dari dalam diri bukan karena tekanan eksternal.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Workaholism atau kecanduan kerja adalah kondisi dimana seseorang merasa terdorong untuk bekerja secara berlebihan dan merasa cemas saat tidak bekerja. Perilaku ini sering berdampak pada ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ciri \u2013 ciri dari workaholism adalah :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Memiliki jam kerja berlebihan<br \/>\nSeorang workaholics akan menggunakan sebagian besar waktunya untuk bekerja, bahkan mereka rela untuk bekerja diluar jam kerja yang wajar.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li>Pikiran terus menerus tentang pekerjaan<br \/>\nKetika diluar jam kerja mereka selalu memikirkan tentang pekerjaan. Hal ini sering menyebabkan seseorang tidak fokus ketika diajak berbicara hal lain selain pekerjaan.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li>Kesulitan melepas pekerjaan<br \/>\nWorkaholics sering kali merasa cemas atau bersalah saat tidak bekerja.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hubungan antara career calling dan workaholism sangatlah kompleks. Seseorang yang merasakan career calling mungkin dapat menunjukkan perilaku yang mirip dengan workaholism, misalnya bekerja berjam-jam dan sangat fokus pada pekerjaan mereka. Namun, keduanya memiliki perbedaan antara lain :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Motivasi<br \/>\nCareer calling didasari oleh rasa tujuan dan makna dari pekerjaan, sedangkan workaholism didorong oleh kebutuhan untuk menghindari perasaan negative atau tekanan eksternal.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li>Kesejahteraan psikologis<br \/>\nCareer calling dikaitkan dengan kesejahteraan psikologi yang baik dan kepuasan hidup yang tinggi, sedangkan workaholism dikaitkan dengan stress, kelelahan, dan masalah kesehatan mental.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li>Keseimbangan hidup<br \/>\nSeorang career calling lebih mampu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sedangkan workaholics sering mengorbankan aspek kehidaupan demi pekerjaan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biasanya career calling memiliki kepuasan kerja yang tinggi karena merasa pekerjaan mereka bermakna dan memiliki kesejahteraan psikologis yang baik. Sebaliknya, workaholism dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan termasuk fisik dan mental. Selain itu, workahilics sering mengalami masalah dalam hubungan sosial dan keluarga yang disebabkan karena ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua konsep ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap pekerjaan. Yang membedakan adalah motivasi dan dampak pada kesejahteraan individu. Penting bagi individu dan perusahaan untuk memahami perbedaan ini dan dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung antara keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Lintang Rizka Ramadhani, S.Psi<br \/>\nPenyunting : Ajeng Diah Hartawati, M.Psi, Psikolog<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Referensi:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/374563194_The_Relationship_between_Career_Calling_and_Workaholism_The_Mediating_Role_of_Career_Orientation\">https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/374563194_The_Relationship_between_Career_Calling_and_Workaholism_The_Mediating_Role_of_Career_Orientation<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/etd.repository.ugm.ac.id\/penelitian\/detail\/197651\">https:\/\/etd.repository.ugm.ac.id\/penelitian\/detail\/197651<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Career Calling dan workaholism adalah dua konsep yang sering dibicarakan dalam diskusi tentang pekerjaan dan kesejahteraan individu. Kedua konsep ini sama-sama mencerminkan tentang komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan, namun keduanya memiliki motivasi dan konsekuensi yang berbeda. Career calling adalah perasaan bahwa seseorang dilahirkan untuk melakukan pekerjaan tertentu. Seseorang yang merasakan career calling melihat pekerjaan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2306,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v15.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>The Relationship between Career Calling and Workaholism - BINUSIAN Journey<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/05\/31\/the-relationship-between-career-calling-and-workaholism\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Relationship between Career Calling and Workaholism - BINUSIAN Journey\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Career Calling dan workaholism adalah dua konsep yang sering dibicarakan dalam diskusi tentang pekerjaan dan kesejahteraan individu. Kedua konsep ini sama-sama mencerminkan tentang komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan, namun keduanya memiliki motivasi dan konsekuensi yang berbeda. Career calling adalah perasaan bahwa seseorang dilahirkan untuk melakukan pekerjaan tertentu. Seseorang yang merasakan career calling melihat pekerjaan yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/05\/31\/the-relationship-between-career-calling-and-workaholism\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUSIAN Journey\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-31T05:00:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-15T07:25:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Artikel-Mei-2024.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"312\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 minutes\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/\",\"name\":\"BINUSIAN Journey\",\"description\":\"BINUS Higher Education\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/05\/31\/the-relationship-between-career-calling-and-workaholism\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Banner-Artikel-Mei-2024.png\",\"width\":700,\"height\":312},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/05\/31\/the-relationship-between-career-calling-and-workaholism\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/05\/31\/the-relationship-between-career-calling-and-workaholism\/\",\"name\":\"The Relationship between Career Calling and Workaholism - BINUSIAN Journey\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/05\/31\/the-relationship-between-career-calling-and-workaholism\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-05-31T05:00:09+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-15T07:25:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/#\/schema\/person\/9d69644c34ecff72bfff573058c73ee8\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/05\/31\/the-relationship-between-career-calling-and-workaholism\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/#\/schema\/person\/9d69644c34ecff72bfff573058c73ee8\",\"name\":\"jouradmin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/81d0510bcc3b42f39d4454ef6e02a9016117b664ea20341b982889716a45878b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"jouradmin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2331"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2332,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2331\/revisions\/2332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}