{"id":2141,"date":"2024-02-29T12:00:02","date_gmt":"2024-02-29T05:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/?p=2141"},"modified":"2024-07-16T10:15:31","modified_gmt":"2024-07-16T03:15:31","slug":"cara-ngadepin-bos-toxic-tanpa-ngorbanin-mental-health","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/02\/29\/cara-ngadepin-bos-toxic-tanpa-ngorbanin-mental-health\/","title":{"rendered":"Cara Ngadepin Bos Toxic Tanpa Ngorbanin Mental Health"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Pernahkah kamu sebelumnya menghadapi atasan yang <em>toxic<\/em> di kantor ? misalnya tidak kompeten, arahan tidak jelas, target tidak realistis, micromanage, atau hobi blaming. Menghadapi atasan yang toxic menjadi tantangan besar di lingkungan kerja dan sangat mungkin menyebabkan frustasi. Kita tidak mungkin dapat mengubah kepribadian atau perilaku bos kita. Namun, yang bisa kita lakukan adalah beradaptasi dan melakukan strategi untuk menjaga kesehatan mental kita tanpa mengorbankan produktivitas dan profesionalisme.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Studi Gallup menyebutkan 82% perusahaan gagal memilih kandidat yang pas untuk menjadi seorang manajer. Hal tersebut menyebabkan sebagian besar pengalaman kerja kita akan berhadapan dengan bos yang kurang kompeten. Lalu bagaiman cara menghadapi bos seperti ini di kantor ?<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Adaptasi dengan gaya kepemimpinannya<br \/>\nAdaptasi dengan gaya kempemimpinan atasan kita merupakan keterampilan yang penting di dunia kerja. Setiap atasan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda dan kemampuan beradaptasi akan memperkuat hubungan professional serta \u00a0meningkatkan kinerja tim. Pertama yang bisa kamu lakukan adalah amati bagaimana cara komunikasi, memberi feedback, dan delegasi pekerjaan dari sataanmu. Kemudian ikuti caranya dan berkontribusi sesuai preferensinya. Contonya ketika kamu menghadapi bos yang micromanage kamu sebaiknya menjadi lebih proaktif dan rajin mengisi laporan. Ketika mengahadapi bos yang sering menuntut kamu bisa request bantuan atau waktu tambahan jika diperlukan.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li>Lengkapi kekurangannya<br \/>\nSetiap pekerja pasti memiliki kekurangan masing-masing, tidak terkecuali dengan bos kita. Apabila kamu memutuskan untuk stay di perusahaan maka satu-satunya pilihan adalah bagaimana kamu mendukung bosmu. Tuliskan apa kekurangan, kebiasaan buruk, atau kesalahan yang sering dia lakukan. Kemudian cari tahu apa yang bisa kamu tambal dari situ.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li>Eksplor peluang lain di internal perusahaan<br \/>\nBisa saja kamu punya peluang untuk tidak menjadi tim bos tersebut. Apabila kamu masih ingin tetap di perusahaan tersebut kamu bisa mengajukan ke bidang HRD untuk mutasi ke posisi yang kamu minati di dapartemen lain.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"4\">\n<li>Cari support system<br \/>\nLangkah ini juga sangat penting untuk menjaga kesejahteraan mental, meningkatkan produktivitas, dan lebih merasa terhubung dengan lingkungan kerja. Kamu bisa mengenali rekan kerja yang positif, berpartisipasi dalam kegiatan perusaan, atau sekedar menjadi pendengan yang baik untuk rekan lainnya. Harapannya mereka akan dapat membantumu dalam menghadapi situasi sulit di kantor.<\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"5\">\n<li>Jangan lupa <em>self-care<br \/>\n<\/em>Perhatikan juga kebutuhan diri sendiri misalnya pastikan kamu mendapatkan waktu istirahat yang cukup khusus nya di malam hari. Kemudian latihan fisik seperti jalan kaki, yoga, atau yang dapat membantu melepaskan endorphin dan meningkatkan suasana hati. Asupan seperti makanan sehat dan seimbang karena nutrisi yang bagus dapat berkontribusi pada tingkat energi dan fokus. <em>Self-care<\/em> adalah suatu proses yang sangat personal. Penting untukmu untuk menemukan strategi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi diri sendiri.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menghadapi bos <em>toxic<\/em> tidak selalu mudah dan tetap menjaga kesehatan mental itu sangat penting. Terapkanlah strategi-stretegi agar dapat membantumu mengatasi situasi tersebut dengan lebih baik ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Lintang Rizka Ramadhani, S.Psi.<br \/>\nPenyunting : Ajeng Diah Hartawati, M.Psi, Psikolog<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Referensi : <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/Cy5ew_cSlHa\/?img_index=2\">https:\/\/www.instagram.com\/p\/Cy5ew_cSlHa\/?img_index=2<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah kamu sebelumnya menghadapi atasan yang toxic di kantor ? misalnya tidak kompeten, arahan tidak jelas, target tidak realistis, micromanage, atau hobi blaming. Menghadapi atasan yang toxic menjadi tantangan besar di lingkungan kerja dan sangat mungkin menyebabkan frustasi. Kita tidak mungkin dapat mengubah kepribadian atau perilaku bos kita. Namun, yang bisa kita lakukan adalah beradaptasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2116,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v15.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Ngadepin Bos Toxic Tanpa Ngorbanin Mental Health - BINUSIAN Journey<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/02\/29\/cara-ngadepin-bos-toxic-tanpa-ngorbanin-mental-health\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Ngadepin Bos Toxic Tanpa Ngorbanin Mental Health - BINUSIAN Journey\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pernahkah kamu sebelumnya menghadapi atasan yang toxic di kantor ? misalnya tidak kompeten, arahan tidak jelas, target tidak realistis, micromanage, atau hobi blaming. Menghadapi atasan yang toxic menjadi tantangan besar di lingkungan kerja dan sangat mungkin menyebabkan frustasi. Kita tidak mungkin dapat mengubah kepribadian atau perilaku bos kita. Namun, yang bisa kita lakukan adalah beradaptasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/02\/29\/cara-ngadepin-bos-toxic-tanpa-ngorbanin-mental-health\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUSIAN Journey\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-29T05:00:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-16T03:15:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Februari-2024.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"312\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 minutes\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/\",\"name\":\"BINUSIAN Journey\",\"description\":\"BINUS Higher Education\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/02\/29\/cara-ngadepin-bos-toxic-tanpa-ngorbanin-mental-health\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Februari-2024.jpg\",\"width\":700,\"height\":312},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/02\/29\/cara-ngadepin-bos-toxic-tanpa-ngorbanin-mental-health\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/02\/29\/cara-ngadepin-bos-toxic-tanpa-ngorbanin-mental-health\/\",\"name\":\"Cara Ngadepin Bos Toxic Tanpa Ngorbanin Mental Health - BINUSIAN Journey\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/02\/29\/cara-ngadepin-bos-toxic-tanpa-ngorbanin-mental-health\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-02-29T05:00:02+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T03:15:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/#\/schema\/person\/9d69644c34ecff72bfff573058c73ee8\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2024\/02\/29\/cara-ngadepin-bos-toxic-tanpa-ngorbanin-mental-health\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/#\/schema\/person\/9d69644c34ecff72bfff573058c73ee8\",\"name\":\"jouradmin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/81d0510bcc3b42f39d4454ef6e02a9016117b664ea20341b982889716a45878b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"jouradmin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2141"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2141\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2373,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2141\/revisions\/2373"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}