{"id":1925,"date":"2023-05-30T12:00:12","date_gmt":"2023-05-30T05:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/?p=1925"},"modified":"2024-01-09T09:05:37","modified_gmt":"2024-01-09T02:05:37","slug":"beberapa-hal-yang-perlu-kamu-tahu-sebelum-memutuskan-bekerja-di-perusahaan-start-up","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/2023\/05\/30\/beberapa-hal-yang-perlu-kamu-tahu-sebelum-memutuskan-bekerja-di-perusahaan-start-up\/","title":{"rendered":"Beberapa Hal yang Perlu Kamu Tahu sebelum Memutuskan Bekerja di Perusahaan Start-up"},"content":{"rendered":"<p>Beberapa tahun terakhir, terjadi lonjakan jumlah perusahaan <em>start-up <\/em>yang cukup signifikan di Indonesia. Pada tahun 2022, Indonesia tercatat menjadi salah satu dari 10 negara dengan perusahaan rintisan terbanyak (Annur, 2022). Sejak perusahaan <em>start-up <\/em>dalam negeri seperti <em>Gojek, Bukalapak, Tokopedia<\/em>, mulai menunjukkan keberhasilannya, <em>start-up <\/em>menjadi semakin populer di Indonesia. Saat ini bisa kita amati perusahaan-perusahaan <em>start-up <\/em>dari berbagai bidang bisnis terus bermunculan menawarkan berbagai produk dan layanan yang menarik.<\/p>\n<p>Munculnya berbagai perusahaan <em>start-up <\/em>di tanah air tentu saja tidak luput dari perhatian para pencari kerja. <em>Image <\/em>tempat kerja yang <em>fun, <\/em>dinamis, serba canggih, serta identik dengan anak-anak muda menjadikan <em>start-up <\/em>salah satu tempat kerja idaman para <em>freshgraduate<\/em>. Tapi, jika kamu adalah salah satu dari sekian pencari kerja yang tertarik bergabung di perusahaan <em>start-up<\/em>, ada baiknya kamu perlu mengetahui beberapa hal berikut sebelum menyebar lamaran.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Lingkungan kerja yang dinamis<br \/>\n<\/strong>Salah satu karakteristik dari perusahaan <em>start-up <\/em>adalah kerapnya terjadi perubahan, baik dari komposisi dan susunan jabatan, metode kerja, hingga rencana proyek. Perubahan ini biasanya terjadi secara cepat dan terkadang tanpa persiapan. Hal ini dikarenakan sebagai perusahaan rintisan, <em>start-up <\/em>harus tanggap dan gesit dalam merespon dinamika perubahan kebutuhan dan tren di pasar. Hal ini berbeda dengan perusahaan-perusahaan besar yang sudah mapan, di mana berbagai alur, prosedur, serta SOP pekerjaan cenderung sudah baku sehingga tidak mengalami banyak perubahan.<br \/>\nJika kamu merupakaan tipe individu yang mudah bosan dengan pekerjaan yang bersifat berulang, maka bekerja di <em>start-up <\/em>bisa menjadi peluang karier yang bagus. Namun apabila kamu adalah seseorang yang mudah tertekan dengan perubahan yang cepat dan sering, maka mungkin kamu perlu mempertimbangkan ulang keputusan untuk bergabung di <em>start-up<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong><em>Workload <\/em><\/strong><strong>yang tinggi<br \/>\n<\/strong>Kebanyakan perusahaan <em>start-up<\/em> biasanya memiliki jumlah karyawan yang cenderung sedikit. Bahkan berdasarkan laporan MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi) di 2022, sebanyak 72,5% dari seluruh <em>start-up <\/em>di Indonesia memiliki kurang dari 50 orang karyawan (Bayu, 2022). Jumlah ini bisa lebih rendah lagi pada perusahaan-perusahaan <em>start-up <\/em>yang baru memulai sepak terjangnya.<br \/>\nBisa dibayangkan, dengan jumlah pekerja yang relatif kecil dan tanggung jawab yang banyak dan beragam, akan sangat besar risiko terjadinya <em>work overload<\/em>. Jika kamu masih tertarik untuk bekerja di <em>start-up<\/em>, maka pastikan bahwa kamu memiliki kesiapan secara fisik maupun mental untuk memikul beban kerja yang tinggi.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Risiko kestabilan perusahaan<br \/>\n<\/strong>Secara definisi, <em>start-up <\/em>atau perusahaan rintisan merupakan sebuah badan usaha yang baru didirikan dan sedang berada dalam fase pengembangan serta penelitian untuk menemukan pasar yang tepat (Christiawan, 2022). Dalam perjalanan menuju kestabilan usaha, sebuah perusahaan <em>start-up <\/em>akan banyak melewati berbagai fase <em>trial and error<\/em>. Bahkan bukan tidak mungkin sebuah perusahaan <em>start-up <\/em>akan berakhir mengalami kegagalan hingga terpaksa menutup secara permanen aktivitas bisnis. Oleh karena itu penting bagi kamu untuk memahami seluk beluk serta potensi perusahaan <em>start-up <\/em>\u00a0yang akan kamu lamar.<br \/>\nSebelum melamar atau menerima tawaran kerja di sebuah perusahaan <em>start-up, <\/em>cobalah untuk mengulik berbagai informasi mengenai latar belakang, sepak terjang, serta potensi bisnis perusahaan di masa depan. Hal ini perlu kamu lakukan untuk meminimalkan risiko di kemudian hari.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Siap mempelajari berbagai hal baru<br \/>\n<\/strong>Dengan lingkungan kerja yang dinamis, tentu saja karyawan di perusahaan <em>start-up <\/em>harus siap untuk terus beradaptasi dengan perubahan yang ada. Semangat dalam mempelajari hal baru menjadi modal yang penting ketika kamu ingin bekerja sebagai karyawan <em>start-up<\/em>. Kamu harus siap untuk secara cepat dan tanggap membiasakan diri dengan berbagai hal baru, mulai dari teknologi, sistem kerja, rekan kerja, hingga tantangan bisnis yang terus berubah.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong>Jam kerja yang tidak tentu<br \/>\n<\/strong>Jika kamu ingin bergabung di perusahaan <em>start-up<\/em>, maka pastikan bahwa kamu siap dengan jam kerja yang tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan. Kamu akan dihadapkan dengan kenyataan bahwa kamu mungkin akan sering bekerja <em>overtime<\/em> atau bahkan membawa pekerjaan untuk diselesaikan di rumah.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Itu dia beberapa informasi mengenai apa saja yang harus kamu perhatikan sebelum bekerja di <em>start-up. <\/em>Namun terlepas dari poin-poin yang telah dijabarkan di atas, bekerja di <em>start-up <\/em>dapat memberikan kesempatan yang besar untuk belajar dan mengembangkan diri. Jadi, <em>be brave!<\/em> dan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Referensi:<br \/>\nAnnur, C. M. (2022). <em>Hebat, Jumlah Startup Indonesia Terbanyak ke-5 di Dunia | Databoks<\/em>. Diakses pada tanggal 20 April 2023. https:\/\/databoks.katadata.co.id\/datapublish\/2022\/04\/13\/hebat-jumlah-startup-indonesia-terbanyak-ke-5-di-dunia<\/p>\n<p>Bayu. (2022). <em>Mayoritas Startup Indonesia Miliki Kurang dari 50 Karyawan<\/em>. DataIndonesia.id. Diakses pada tanggal 20 April 2023. https:\/\/dataindonesia.id\/digital\/detail\/mayoritas-startup-indonesia-miliki-kurang-dari-50-karyawan<\/p>\n<p>Christiawan, R. (2022). <em>Aspek Hukum Startup<\/em>. Sinar Grafika<\/p>\n<p>Penulis: Nisrina Hanun Iftadi, M.Psi., Psikolog<br \/>\nEditor: Ira Setyawati, S.Psi., M.A.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa tahun terakhir, terjadi lonjakan jumlah perusahaan start-up yang cukup signifikan di Indonesia. Pada tahun 2022, Indonesia tercatat menjadi salah satu dari 10 negara dengan perusahaan rintisan terbanyak (Annur, 2022). Sejak perusahaan start-up dalam negeri seperti Gojek, Bukalapak, Tokopedia, mulai menunjukkan keberhasilannya, start-up menjadi semakin populer di Indonesia. Saat ini bisa kita amati perusahaan-perusahaan start-up [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1926,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-1925","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1925","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1925"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1933,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1925\/revisions\/1933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1926"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binusian-journey\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}