BINUSIAN JOURNEY

Cara Meningkatkan Soft Skill Selama Internship

Kamu mungkin jago coding, desain, atau analisis, tapi tahu nggak? Yang sering bikin anak magang direkrut jadi karyawan tetap itu justru Soft Skill-nya! Soft skill adalah kemampuan interpersonal dan etos kerja yang membuatmu nyaman diajak kerja sama.

Magang adalah bootcamp terbaik untuk mengasah skill ini. Jangan sia-siakan! Yuk, kita bongkar cara paling efektif upgrade soft skill kamu di kantor.

🚀 4 Taktik Jitu Mengasah Soft Skill Selama Magang
Soft skill tidak diajarkan di buku, tapi dipelajari dari pengalaman.

  1. Kuasai Skill Komunikasi Tiga Level (Lisan, Tulis, Non-Verbal)
    • Di Meeting (Lisan): Jangan hanya diam. Ketika diminta feedback, berikan insight yang ringkas dan percaya diri. Latih cara pitching ide kamu dalam 1-2 menit.
    • Di Email (Tulis): Tinggalkan bahasa chat WA! Latih cara menulis email formal yang profesional, jelas, dan memiliki call-to-action (tujuan).
    • Di Kantor (Non-Verbal): Jaga kontak mata saat diajak bicara, duduk tegak, dan tunjukkan antusiasme. Bahasa tubuh yang positif menunjukkan kamu siap dan fokus.
  1. Jadilah Master Pengelolaan Waktu dan Prioritas (Time Management)
    • Aksi: Ketika supervisor memberi banyak tugas, jangan langsung kerjakan semua. Tanyakan: “Manakah yang paling mendesak/penting?” dan buat to-do list dengan prioritas.
    • Manfaat: Ini menunjukkan kamu bisa mengatur beban kerja, bukan hanya menerima perintah. Ini adalah skill manajerial tingkat awal!
    • Proaktif: Laporkan status tugas (misalnya: “Saya sudah di 70%, target selesai besok pagi“) daripada menunggu ditanya.
  1. Latih Problem Solving di Bawah Tekanan
    • Aksi: Ketika kamu menemui masalah, JANGAN LANGSUNG BERTANYA SOLUSI. Coba cari 2-3 alternatif solusi sendiri dulu.
    • Taktik: Setelah mencari solusi sendiri, dekati supervisor dengan format ini: “Pak/Bu, saya menghadapi masalah [X]. Saya sudah mencoba solusi A dan B, tapi ada kendala [Y]. Apakah Bapak/Ibu punya saran untuk solusi C?
    • Maknanya: Ini menunjukkan kamu punya inisiatif, kritis, dan menghargai waktu supervisor dengan tidak mengajukan pertanyaan yang terlalu dasar.
  1. Tingkatkan Adaptability dengan Feedback
    • Aksi: Ketika kamu menerima kritik atau feedback negatif, jangan defensif. Ucapkan terima kasih dan tanyakan langkah spesifik apa yang harus kamu perbaiki.
    • Contoh Respons:Terima kasih atas feedback-nya, saya mengerti. Untuk project selanjutnya, hal apa yang harus saya ubah pertama kali?
    • Manfaat: Kemampuan menerima dan menerapkan feedback adalah soft skill paling dicari. Itu menunjukkan kamu cepat belajar dan punya growth mindset.

🏆 Kesimpulan: Soft Skill = Job Security
Hard skill membuatmu lolos wawancara, tapi soft skill membuatmu sukses dalam karier dan dipertahankan di perusahaan. Ambil setiap challenge di magang sebagai kesempatan untuk mengasah skill ini!

Penulis: Marsellia Erlangga