BINUSIAN JOURNEY

Mengenal Work Performance

Dari segi bahasa, arti kata Work Performance adalah prestasi kerja atau biasa juga disebut sebagai kinerja. Performance sendiri dapat diartikan sebagai tingkat pencapaian hasil atau “The degree of accomplishment” (Rue and Byars, 1981). Dalam organisasi atau perusahaan, hal ini menjadi sangat penting karena terkait dengan gambaran pelaksanaan tugas dan pengukuran tingkat pencapaian visi dan misi organisasi atau perusahaan. Sebelum memasuki dunia kerja professional kamu perlu untuk mengenal apa itu kinerja dan bagaimana pengukurannya sehingga kamu dapat meningkatkan value diri. Work Performance biasanya dinilai melalui laporan evaluasi yang menunjukkan seberapa baik seseorang melaksanakan kegiatan dan mencapai target yang diharapkan. Work Performance memiliki 3 variabel yaitu efisiensi, efektifitas, dan timeline/ketepatan waktu (Sujatha, (2017).

Setiap perusahaan pasti memiliki tujuan dan target tertentu untuk dicapai. Target perusahaan biasanya akan bermuara pada profit atau revenue perusahaan atau juga dapat berupa target kualitas layanan kepada konsumen. Lalu bagaimana tujuan atau target tersebut dapat dicapai? Tentu saja kinerja sumber daya perusahaan menjadi modal utama tercapai tujuan tersebut. Oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk melakukan manajemen kinerja sebagai bentuk usaha untuk memantau, mengevaluasi, dan meningkatkan kinerja karyawan. Salah satu upaya dalam manajemen kinerja adalah melakukan evaluasi kinerja karyawan.

Apa itu kinerja karyawan? kinerja karyawan merupakan pencapaian seorang karyawan yang dapat berupa perilaku atau pencapaian finansial dalam melaksanakan tugas-tugasnya dalam mendukung tercapainya perusahaan.

Apa saja tujuan dilakukannya evaluasi kinerja?
Menurut (Aamodt, 2010), hasil dari evaluasi kinerja dapat digunakan untuk beberapa tujuan, yaitu:

  1. Sebagai dasar pemberian umpan balik dan pelatihan kepada karyawan
    Hasil evaluasi kinerja dapat disampaikan oleh atasan kepada bawahan sebagai umpan balik sehingga karyawan dapat mengetahu kekurangan dan kelebihannya dalam bekerja dan mampu meningkatkannya. Selain itu, perusahaan dapat menggunakan hasil evaluasi untuk menganalisis siapa saja karyawan yang membutuhkan pelatihan ataupun bidang-bidang keterampilan apa saja yang butuh dikembangkan dari karyawan di perusahaan.
  2. Menentukan kenaikan gaji
    Perusahaan perlu mempertimbangkan asas keadilan dalam memberikan kompetnasi kepada karyawannya. Tidak adil apabila perusahaan memberikan gaji yang sama kepada karyawan-karyawan dengan tingkat kinerja yang berbeda. Oleh karena itu, hasil evaluasi kinerja dapat digunakan untuk menentukan besaran gaji yang diberikan kepada masing-masing karyawan baik yang memiliki skor kinerja tinggi maupun rendah.
  3. Membuat keputusan promosi
    Semakin tinggi jabatan dalam suatu perusahaan, semakin tinggi tanggung jawab yang dibebankan, oleh karena itu dibutuhkan karyawan dengan kinerja terbaik untuk menduduki posisi yang lebih tinggi. Hasil evaluasi kinerja dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi karyawan yang berpotensi untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.
  4. Menentukan keputusan pemutusan hubungan kerja
    Dalam kondisi yang sulit, perusahaan tidak memiliki banyak pilihan selain mereduksi jumlah karyawan untuk meningkatkan efisiensi secara finansial. Hasil evaluasi kinerja akan membantu perusahaan dalam menentukan karyawan yang perlu dipertahankan ataupun dilepaskan dengan melihat kinerja masing-masing karyawan.
  5. Melakukan riset mengenai karyawan
    Hal ini dilakukan untuk memvalidasi tes yang digunakan dalam seleksi karyawan melalui perbandingan hasil seleksi dengan kinerja karyawan setelah diterima di perusahaan. Selain itu hal ini juga dapat dilakukan untuk mengetahui efektivitas dari suatu program pelatihan atau pengembangan terhadap peningkatan kinerja karyawan.

Apa saja yang dinilai dalam evaluasi kinerja?

  1. Kompetensi, sejauh mana kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya
  2. Penyelesaian tugas, apakah pekerjaan diselesaikan tepat waktu, kualitas dari hasil pekerjaan, dan keseuaian dengan standar yang ditetapkan
  3. Pencapaian target kerja, hal ini tergantung jabatan masing-masing, dapat berupa target finansial, jumlah barang yang diproduksi, kesesuaian hasil kerja dengan standar yang ditetapkan, ataupun ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan
  4. Kemampuan dalam berelasi dengan orang lain, hal ini berkaitan dengan kemampuan karyawan dalam menjalin hubungan dengan rekan kerja, atasan, ataupun konsumen
  5. Inisiatif, berkaitan dengan usaha karyawan untuk melakukan upaya-upaya tertentu yang bermanfaat bagi perusahaan tanpa menunggu instruksi

Nah, dengan mengetahui penjelasan di atas, kamu dapat lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi evaluasi kinerja di kantormu. Ingat, jadikan evaluasi kinerja ini sebagai bahan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kapasitas diri sehingga kariermu dapat terus berkembang.

Ditulis oleh:
Nisrina Hanun Iftadi, M.Psi, Psikolog

Referensi:
Aamodt, M. G. (2010). Industrial/organizational psychology: An applied approach (6th ed). Wadsworth.
Sujatha,   R., & Krishnaveni,  R. (2017).  Knowledge  creating ba  as a  determinant  of work performance of employees?: An empirical analysis among pump manufacturing firms inSouth India. Asia Pacific Management Review, xxx, 1–8. doi.org/10.1016/j.apmrv.2017.01.006