{"id":12024,"date":"2024-09-24T02:26:18","date_gmt":"2024-09-24T02:26:18","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/?p=12024"},"modified":"2024-09-24T02:26:18","modified_gmt":"2024-09-24T02:26:18","slug":"apakah-devin-ai-akan-menggantikan-software-developer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2024\/09\/24\/apakah-devin-ai-akan-menggantikan-software-developer\/","title":{"rendered":"Apakah Devin AI akan Menggantikan Software Developer?"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial Intelligence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau yang sering disebut sebagai AI merupakan sebuah teknologi atau sistem komputer yang dirancang dengan meniru kecerdasan manusia untuk menyelesaikan berbagai tugas. Perkembangannya terus mengalami kemajuan yang signifikan dalam berbagai bidang. Salah satu inovasi terbaru yang sedang ramai dibicarakan adalah Devin AI, yaitu AI canggih di bidang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software development <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang dikembangkan oleh Cognition Labs. Devin AI merupakan sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">chatbot <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang mampu membuat aplikasi<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">dari awal sampai akhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Devin bekerja seperti manusia dalam membangun sebuah aplikasi, yaitu merencanakan dan merinci apa saja yang perlu dilakukan, menulis kode, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">debugging<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Selain itu, Devin dapat melakukan beberapa hal berikut, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Devin dapat mempelajari dan memanfaatkan teknologi baru dengan cepat. Contohnya Devin dapat menyelesaikan sebuah aplikasi menggunakan<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">teknologi yang tidak familiar dengan mengikuti petunjuk dari sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">blog post.\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Devin dapat membangun aplikasi dari awal sampai akhir hingga men-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">deploy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> aplikasi tersebut. Devin juga bisa menambahkan fitur lain pada aplikasi tersebut secara bertahap sesuai dengan kebutuhan penggunanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kita dapat memberikan suatu tautan repositori Github dan meminta Devin mencari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bug <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">code <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut dan memintanya untuk memperbaiki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bug <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang ditemukan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan hasil evaluasi menggunakan SWE-bench (kumpulan data yang menguji kemampuan sistem untuk menyelesaikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">issue <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di GitHub secara otomatis), Devin telah menunjukkan kemampuannya dalam menyelesaikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">issue <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">open source <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Github <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">project<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan tingkat keberhasilan yang signifikan. Hasilnya Devin dapat menyelesaikan 13,86% <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">issue <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">secara menyeluruh. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari model yang ada sebelumnya, yaitu hanya dapat menyelesaikan 4,80% <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">issue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Meskipun angka tersebut naik secara signifikan dari model yang ada sebelumnya dan dapat terlihat bahwa Devin memiliki potensi besar, peranannya masih sebagai asisten <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software development<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk meningkatkan produktivitas, bukan sebagai pengganti manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seperti yang diketahui, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software development <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bukan hanya sebatas membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">code. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Walaupun pembuatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">code <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">itu penting, ada banyak hal lain yang perlu diperhatikan, seperti merencanakan bagaimana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">itu bekerja, memastikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut sesuai dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lainnya, dan mengerti cara penggunaannya dalam berbagai situasi. Dengan adanya Devin, software developer dapat lebih fokus pada pekerjaan yang lebih kompleks dan inovatif, sementara Devin mengambil alih tugas-tugas rutin yang cenderung repetitif.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Referensi<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Artificial intelligence (AI) | Definition, Examples, Types, Applications, Companies, &amp; Facts<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. (2024, March 28). Encyclopedia Britannica. <\/span><a href=\"https:\/\/www.britannica.com\/technology\/artificial-intelligence\/Nouvelle-AI\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.britannica.com\/technology\/artificial-intelligence\/Nouvelle-AI<\/span><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Devin AI website &#8211; the first AI software engineer cognition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. (n.d.). <\/span><a href=\"https:\/\/devinai.ai\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/devinai.ai\/<\/span><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Introducing Devin, the first AI software engineer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. (2015, March). <\/span><a href=\"https:\/\/www.cognition-labs.com\/introducing-devin\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cognition-labs.com\/introducing-devin<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artificial Intelligence atau yang sering disebut sebagai AI merupakan sebuah teknologi atau sistem komputer yang dirancang dengan meniru kecerdasan manusia untuk menyelesaikan berbagai tugas. Perkembangannya terus mengalami kemajuan yang signifikan dalam berbagai bidang. Salah satu inovasi terbaru yang sedang ramai dibicarakan adalah Devin AI, yaitu AI canggih di bidang software development yang dikembangkan oleh Cognition [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12025,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-12024","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12024","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12024"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12024\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12026,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12024\/revisions\/12026"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12025"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12024"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12024"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12024"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}