{"id":11308,"date":"2020-07-15T00:00:00","date_gmt":"2020-07-15T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/07\/15\/mengenal-kerning-dalam-desain\/"},"modified":"2024-09-24T02:20:18","modified_gmt":"2024-09-24T02:20:18","slug":"mengenal-kerning-dalam-desain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/07\/15\/mengenal-kerning-dalam-desain\/","title":{"rendered":"Mengenal Kerning Dalam Desain"},"content":{"rendered":"<p><em>Kerning<\/em> adalah istilah pengaturan spasi dalam huruf agar tulisan mudah dibaca. Bagaimana cara dalam menggunakan kerning untuk meningkatkan desain dan tipografi ?<\/p>\n<h3>Mengeksplorasi Kerning Tipografi<\/h3>\n<p>Komponen desain penuh dengan konsep yang detail tidak sesederhana yang kita pikirkan. Penggunaan <em>kerning<\/em> adalah salah satu contohnya. Ketika digunakan secara efektif menjadi sarana yang baik untuk mempengaruhi estetika desain dan komunikasi melalui tulisan.<\/p>\n<h3>Apa Itu Kerning?<\/h3>\n<p><em>Kerning<\/em> adalah jarak diantara huruf yang berdiri sendiri ataupun dalam tulisan. Tidak seperti pada umumnya, dimana jarak antar huruf sama, sudah diatur sedemikian rupa, dalam <em>kerning<\/em> fokus pada penampilan huruf \u2013 membuat kalimat nyaman untuk dibaca secara visual. Meskipun dalam pembuatannya seorang <em>typographer<\/em> (desainer font) memberikan jarak dalam setiap huruf, juga berpasangan dengan huruf lainnya tetapi jarak tersebut tidak selalu berfungsi dengan baik di semua kondisi, terutama jika menggunakan jenis huruf yang tidak baku. Saat itulah <em>kerning<\/em> memiliki peran.<\/p>\n<p>\u201c<em>Kerning<\/em> menjadi bentuk seni yang sangat subjektif\u201d, tegas DeCotes. \u201cDesainer perlu untuk melihat jarak antara setiap huruf dalam satu kata dan bertanya pada diri sendiri, \u2019Apakah sudah cukup jarak antar huruf? Apakah terlihat berlebihan? atau Apakah hurufnya terlalu rapat?\u201d<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7903\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/08-02-704x342.jpg\" alt=\"\" width=\"704\" height=\"342\" \/><\/p>\n<h3>Menentukan Kapan Harus Menggunakan Kerning<\/h3>\n<p>Ada sejumlah kondisi kapan harus mengatur jarak antar tulisan secara manual. Teks yang terlihat bagus pada ukuran yang lebih kecil seperti dalam paragraf di majalah, mungkin akan terlihat janggal pada ukuran yang lebih besar, seperti judul artikel atau dalam papan iklan. Hal ini karena ukuran teks yang lebih kecil membutuhkan lebih banyak jarak antar huruf agar mudah dibaca. Jika memperbesar ukuran teks tanpa memperkecil jarak antar karakter secara manual mungkin saja hasilnya tidak memuaskan.<\/p>\n<p>Sebagai contoh dalam sebuah logo, dimana font harus diatur sedemikian rupa secara manual agar terlihat baik. Dalam mendesain sebuah logo, desainer dituntut dalam mempertimbangkan <em>kerning<\/em> untuk diaplikasikan pada papan nama, situs web, mug atau pensil, semua bisa menjadi kemungkinkan, dan desainer yang baik sudah memikirkan penggunaannya.<\/p>\n<p>Jika bukan seorang desainer, hal itu bukanlah sesuatu yang menjadi soal, orang tidak akan menyadari saat mereka melihat teks dalam ukuran besar, baik itu di poster, papan reklame, atau di situs web.<\/p>\n<p><em>Font<\/em> yang diunduh dari internet secara gratis dapat menjadi masalah bagi desainer, karena <em>default kerning (metric kerning)<\/em> tidak diatur dengan baik. Desainer <strong>Nick Escobar<\/strong> memberikan catatan bahwa font gratis biasanya dibuat secara amatiran, memiliki <em>kerning<\/em> yang buruk, jadi harus diatur secara manual.<\/p>\n<p>Secara umum, Escobar mengatakan bahwa semakin baik bentuk dari <em>font<\/em> dan pengalaman pembuatnya maka akan semakin sedikit <em>kerning<\/em> yang diatur secara manual.<\/p>\n<h3><strong>Pengetahuan Kerning Membantu Membangun Kemampuan Tipografi<\/strong><\/h3>\n<p>Belajar <em>kerning<\/em> adalah tentang mengembangkan kemampuan visual melalui latihan dan pengulangan, tetapi yang lebih penting adalah memanfaatkan pengetahuan para profesional dalam mengeksporasi tipografi. Behance dan Adobe Youtube Channel adalah sumber daya yang bagus untuk mempelajari lebih lanjut dan mendapatkan inspirasi dari desainer lain, sementara artikel dapat memberi pengetahuan secara teknis.<\/p>\n<h3>Bermain Dengan Kerning<\/h3>\n<p>Tak adanya aturan baku dalam <em>kerning<\/em> justru menjadi keuntungan bagi desainer ketika bekerja lebih kreatif menggunakan beberapa aplikasi dalam pengolahan teks, seperti desain logo atau pekerjaan editorial. Dalam hal ini, kerning memberi pengaruh dalam tampilan dan gaya desain.<\/p>\n<p>\u201cJika ingin menciptakan objek atau kekuatan dalam sebuah logo, buatlah kerning secara manual dan lihatlah bagaimana huruf saling berinteraksi,\u201d tegas desainer<strong> Jimmy Presler<\/strong>. Dia memberikan contoh logo <strong>FedEx<\/strong>, dengan adanya gambar panah tersembunyi yang dibentuk dari <em>negative space<\/em> di antara huruf.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7904\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/08-01-704x342.jpg\" alt=\"\" width=\"704\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p>Salah satu contoh yang lain adalah <strong>Nike<\/strong>. \u201cJika melihat iklan klasik <em>\u2018Do It\u2019<\/em>, Anda akan melihat huruf-hurufnya sangat rapat sehingga jelas bukanlah font secara <em>default<\/em>. Tetapi jika huruf jaraknya tidak rapat justru akan membuat logo Nike tidak akan terasa kuat.<\/p>\n<p>Menggunakan fleksibilitas dalam kerning menjadi sebuah keuntungan. Jadilah kreatif dan temukan cara untuk mengatur tampilan, memberikan nuansa atau bahkan arti dari tulisan Anda.<\/p>\n<h3>Beberapa Tips Dalam Kerning<\/h3>\n<p>Meskipun kerning bersifat subjektif, tips dari para profesional ini dapat membantu meningkatkan kemampuan Anda tentang kerning.<\/p>\n<h4>1. Pisahkan huruf menjadi beberapa bagian<\/h4>\n<p>Bekerja hanya dengan menggunakan dua huruf menjadi cara yang baik dalam mengasah kemampuan mata. Dengan memisahkan pasangan dari kerning dari tiap huruf dapat lebih mudah melihat di mana penyesuaian perlu dilakukan.<\/p>\n<h4>2. Mendapatkan masukan<\/h4>\n<p>Sulit untuk menemukan kesalahan pada diri sendiri, terutama jika baru memulai. Oleh karenanya mintalah pendapat dari orang lain.<\/p>\n<h4>3. Mencetak hasil pekerjaan<\/h4>\n<p>Cara lain untuk mendapatkan perspektif baru dari pekerjaanmu adalah dengan cara mencetaknya. Cetak dalam beberapa macam ukuran dapat membantu memahami di mana saja penyesuaian diperlukan.<\/p>\n<h4>4. Memperhatikan huruf tertentu<\/h4>\n<p>Kombinasi huruf tertentu seperti pasangan huruf dengan lengan huruf atau kaki huruf diagonal seperti huruf A atau V biasanya perlu pengaturan kembali. Huruf kapital yang diikuti huruf kecil juga berpotensi menjadi pasangan kerning yang bermasalah. \u201cHuruf pertama setelah huruf kapital cenderung membutuhkan banyak penyesuaian, terutama dengan <em>font serif<\/em>.<\/p>\n<h4>5. Banyak Berlatih<\/h4>\n<p>Memainkan kerning untuk melatih jarak antar huruf sangat bagus untuk mendapatkan hasil yang baik, sementara tutorial menambah pengetahuan akan teknik.<\/p>\n<p>Referensi<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.adobe.com\/sea\/creativecloud\/design\/discover\/kerning.html\"><b>An introduction to kerning<\/b><\/a><\/li>\n<li>Photo by <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/@markusspiske?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">Markus Spiske<\/a> on <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/s\/photos\/fonts?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">Unsplash<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerning adalah istilah pengaturan spasi dalam huruf agar tulisan mudah dibaca. Bagaimana cara dalam menggunakan kerning untuk meningkatkan desain dan tipografi ? Mengeksplorasi Kerning Tipografi Komponen desain penuh dengan konsep yang detail tidak sesederhana yang kita pikirkan. Penggunaan kerning adalah salah satu contohnya. Ketika digunakan secara efektif menjadi sarana yang baik untuk mempengaruhi estetika desain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":11309,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-11308","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11308"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11835,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11308\/revisions\/11835"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}