{"id":11304,"date":"2020-09-16T00:00:00","date_gmt":"2020-09-16T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/09\/16\/demografi-di-media-sosial-untuk-brands-strategi-2020\/"},"modified":"2024-09-24T02:20:17","modified_gmt":"2024-09-24T02:20:17","slug":"demografi-di-media-sosial-untuk-brands-strategi-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/09\/16\/demografi-di-media-sosial-untuk-brands-strategi-2020\/","title":{"rendered":"Demografi di Media Sosial untuk Brands Strategi 2020"},"content":{"rendered":"<p>Statistik demografis pengguna media sosial apa pun itu jenisnya adalah bagian penting dari data untuk strategi pemasaran. Sama seperti bagaimana ingin mengetahui siapa saja yang menggunakan produk dan jasa, mengetahui siapa di platform apa yang dapat membantu dalam meneliti, memasang iklan dan keputusan pemasaran. Karena ruang sosial terus berubah sangat berguna untuk mengetahui statistik terbaru untuk membuat keputusan dan menyesuaikan konten dengan cara audiens dalam menggunakan platform yang berbeda.<\/p>\n<h3>Mengapa data demografis begitu penting?<\/h3>\n<p>Katakanlah kamu menguasai social media marketing strategi dan ingin mencoba jejaring yang lain. Salah satu langkah pertama yang dilakukan adalah meneliti siapa saja yang sudah menggunakan platform baru tersebut untuk memastikan bahwa orang-orang dalam target audiens yang ideal benar benar berpartisipasi secara aktif di sana.<\/p>\n<p>Demografi media sosial membantu dalam mengatur pemasaran dan memahami audiens secara lebih rinci. Jika ingin memperluas audiens seperti mencoba menjangkau Generasi Z dapat menggunakan data demografis saat ini untuk mencari tahu jaringan mana yang dapat digunakan dalam memfokuskan kekuatan pada konten.<\/p>\n<h3><strong>Demografi Facebook<\/strong><\/h3>\n<p>Setelah 15 tahun beroperasi, Facebook masih menjadi salah satu <em>platform<\/em> media sosial yang paling banyak digunakan di Amerika Serikat. Facebook menempati urutan kedua dalam penggunaan platform setelah YouTube. Menurut <a href=\"https:\/\/www.pewresearch.org\/fact-tank\/2019\/04\/10\/share-of-u-s-adults-using-social-media-including-facebook-is-mostly-unchanged-since-2018\/\">Pew Research<\/a>. 69% orang dewasa di Amerika Serikat menggunakan Facebook.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7941\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-01-352x342.png\" alt=\"\" width=\"352\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p>Bagi mereka yang menggunakan Facebook, 74% mengunjungi situs tersebut setidaknya satu kali dalam sehari. Dalam hal penggunaan harian, jumlah ini lebih tinggi daripada pengguna Instagram dan Snapchat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7942\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-02-242x342.png\" alt=\"\" width=\"242\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p><strong>Demografi usia dan gender Facebook<\/strong><\/p>\n<p>Kecuali mereka yang berusia 65 tahun ke atas, mayoritas orang Amerika Serikat dalam kelompok usia yang berbeda menggunakan Facebook. Namun penting untuk dicatat bahwa penggunaan di kalangan remaja telah menurun digantikan Youtube, Instagram dan Snapchat. Pada jaringan ini juga lebih condong ke arah wanita dengan 75% wanita dan 63% pria menggunakan platform tersebut.<\/p>\n<p><strong>Pengelompokan demografi menurut usia :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>51% dari usi 13-17 tahun menggunakan Facebook<\/li>\n<li>76% dari usia 18-24 tahun menggunakan Facebook<\/li>\n<li>84% dari usia 25-30 tahun menggunakan Facebook<\/li>\n<li>79% dari usia 30-49 tahun menggunakan Facebook<\/li>\n<li>68% dari 50-64 tahun menggunakan Facebook<\/li>\n<li>46% dari 65+ tahun menggunakan Facebook<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Facebook berdasarkan lokasi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Basis dan jangkauan pengguna Facebook secara global membuat mudah bagi pelaku brand, sehingga mudah bagi brand, bahkan untuk brand dengan skala global dalam menemukan target audiens mereka. Dengan 269 juta pengguna, India memiliki basis pengguna terbesar di antara negara mana pun. Setelah itu 183 juta pengguna di Amerika Serikat dan 123 juta pengguna di Indonesia.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7943\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-03-277x342.png\" alt=\"\" width=\"277\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p>Untuk regional Amerika Serikat berikut rinciannya :<\/p>\n<ul>\n<li>73% dari mereka yang tinggal di daerah perkotaan<\/li>\n<li>69% mereka tinggal di daerah pinggiran kota<\/li>\n<li>66% dari mereka tinggal di daerah pedesaan<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Demografi pengguna Facebook berdasarkan tingkat pendidikan<\/h4>\n<ul>\n<li>61% dari mereka dengan pendidikan sekolah menengah atau kurang<\/li>\n<li>75% dari mereka yang berpendidikan perguruan tinggi<\/li>\n<li>74% dari mereka yang berpendidikan lebih dari perguruan tinggi<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Demografi pengguna Facebook berdasarkan tingkat pendapatan<\/h4>\n<ul>\n<li>69% berpenghasilan kurang dari $30.000<\/li>\n<li>72% berpenghasilan dari $30.000 \u2013 $74.999<\/li>\n<li>74% berpenghasilan lebih dari $75.000<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Demografi Pengguna Instagram<\/h3>\n<p>Sementara Instagram terus meningkat popularitasnya, login hariannya masih berada di urutan kedua setelah Facebook. Enam puluh tiga persen pengguna Instagram masuk setidaknya setiap hari sementara 74% pengguna Facebook masuk setidaknya setiap hari. Kedua pola ini relatif tidak berbubah sejak 2018.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7944\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-04-242x342.png\" alt=\"\" width=\"242\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p><strong>Demografi pengguna Instagram berdasarkan usia dan gender<\/strong><\/p>\n<p>Menurut <a href=\"https:\/\/www.statista.com\/statistics\/250172\/social-network-usage-of-us-teens-and-young-adults\/\">Statistika<\/a> 35% remaja Amerika Serika menilai Instagram sebagai jejaring sosial favorit mereka, kedua setelah Snapchat. Dalam hal gender, 43% wanita menggunakan Instagram sementara 31% pria.<\/p>\n<p><strong>Pengelompokan demografi berdasarkan usia meliputi :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>75% dari usia 18-24 tahun<\/li>\n<li>57% dari usia 25-30 tahun<\/li>\n<li>47% dari usia 30-49 tahun<\/li>\n<li>23% dari usia 50-64 tahun<\/li>\n<li>8% dari usia 65+<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Instagram berdasarkan lokasi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Instagram adalah salah satu jejaring sosial paling populer di tingkat global. Amerika Serikat memiliki pengguna terbanyak dengan 116 juta diikuti India dengan 73 juta dan Brasil dengan 72 juta. Kehadiran secara internasional ini membuat jaringan menarik bagi brand dan influencer.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7945\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-05-260x342.png\" alt=\"\" width=\"260\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p>Perincian secara regional di Amerika Serikat meliputi :<\/p>\n<ul>\n<li>33% tinggal di daerah perkotaan<\/li>\n<li>37% tinggal di daerah pinggiran kota<\/li>\n<li>43% tinggal di daerah pedesaan<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Instagram berdasarkan tingkat pendidikan\u00a0<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>33% dengan pendidikan sekolah menengah atau kurang<\/li>\n<li>37% berpendidikan perguruan tinggi<\/li>\n<li>43% berpendidikan lebih dari perguruan tinggi<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Instagram berdasarkan tingkat pendapatan\u00a0<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>35% berpenghasilan kurang dari $30.000<\/li>\n<li>39% berpenghasilan $30.000 &#8211; $74.999<\/li>\n<li>42% berpenghasilan lebih dari $75.000<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Demografi Twitter<\/h3>\n<p>Penggunaan Twitter di kalangan orang dewasa Amerika Serikat lebih rendah dibandingkan dengan jaringan lain menurut laporan Pew. Di Amerika Serikat 22% orang dewasa menggunakan Twitter. Format Twitter ideal untuk konten yang cepat yang berarti platform tersebut harus menjadi populer untuk berita dan layanan pelanggan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7946\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-06-242x342.png\" alt=\"\" width=\"242\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p><strong>Demografi Twitter berdasarkan Usia dan Gender<\/strong><\/p>\n<p>Rincian gender pengguna Twitter di kalangan orang dewasa Amerika Serikat menunjukkan bahwa 24% pria menggunakan Twitter disusul 21% wanita. Dalam platform secara internasional rinciannya adalah 66% laki-laki dan 34% perempuan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7947\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-07-460x342.png\" alt=\"\" width=\"460\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p>Pengelompokan demografi menurut usia :<\/p>\n<ul>\n<li>44% berusia 18-24 tahun<\/li>\n<li>31% berusia 25-30 tahun<\/li>\n<li>26% berusia 30-49 tahun<\/li>\n<li>17% berusia 50-64 tahun<\/li>\n<li>7% berusia diatas 65 tahun<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Twitter<\/strong><\/p>\n<p>Sebagian besar pengguna Twitter berada di luar Amerika Serikat. Dengan total 330 juta pengguna secara bulanan secara global, 262 juta berada diluar Amerika Serikat. Twitter sering digunakan untuk berita terbaru dari seluruh dunia.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7949\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-08-277x342.png\" alt=\"\" width=\"277\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p>Di Amerika Serikat merupakan jumlah pengguna Twitter tertinggi. Jika perusahaan tertarik untuk berinvestasi lebih banyak di Twitter untuk menjangkau audiens pastikan bahwa strategi pemasaran dikembangkan secara maksimal.<\/p>\n<p>Jika dirinci secara regional di Amerika Serikat sebagai berikut :<\/p>\n<ul>\n<li>26% tinggal di daerah perkotaan<\/li>\n<li>22% tinggal di daerah pinggiran kota<\/li>\n<li>13% tinggal di daerah pedesaan<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Twitter berdasarkan tingkat pendidikan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>13% dengan tingkat pendidikan sekolah menengah atau kurang<\/li>\n<li>24% dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi<\/li>\n<li>32% dengan tingkat pendidikan lebih dari perguruan tinggi<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Twitter berdasarkan tingkat pendapatan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>20% berpenghasilan kurang dari $30.000<\/li>\n<li>20% berpenghasilan $30.000 \u2013 $74.999<\/li>\n<li>31% berpenghasilan lebih dari $75.000<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Demografi LinkedIn<\/h3>\n<p>Demografi LinkedIn didukung dari mereka yang memiliki karir profesional. Bisa jadi karena kesibukan dari audiens yang lebih khusus ini penggunaan harian lebih jarang dari Facebook dan Instagram. Hanya 9% pengguna di Amerika Serikat mengunjungi setiap hari dan 23% mengunjungi beberapa kali dalam seminggu.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7950\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-09-242x342.png\" alt=\"\" width=\"242\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p><strong>Demografi LinkedIn berdasarkan gender<\/strong><\/p>\n<p>Persentase pria dan wanita yang menggunakan LinkedIn relatif sama. Sebagai platform media sosial jaringan profesional masuk akal bila platform LinkedIn mencerminkan pekerja. Di Amerika Serikat 29% pria dewasa dan 24% wanita dewasa menggunakan LinkedIn.<\/p>\n<p><strong>Pengelompokan demografi berdasarkan usia<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>17% usia 18-24 tahun<\/li>\n<li>44% usia 25-30 tahun<\/li>\n<li>37% usia 30-49 tahun<\/li>\n<li>24% usia 50-64 tahun<\/li>\n<li>11% usia 65 tahun keatas<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna LinkedIn berdasar lokasi<\/strong><\/p>\n<p>Dengan selisih yang lebar, Amerika Serikat memiliki jumlah pengguna tertinggi di platform LinkedIn. Dengan 160 juta pengguna di Amerika Serikat berikutnya menyusul India dengan 61 juta.<\/p>\n<p>Perincian secara regional di Amerika Serikat :<\/p>\n<ul>\n<li>33% tinggal di daerah perkotaan<\/li>\n<li>30% tinggal di daerah pinggiran kota<\/li>\n<li>10% tinggal di daerah pedesaan<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi Pengguna LinkedIn Berdasarkan Tingkat Pendidikan:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>9% tingkat pendidikan sekolah menengah atas atau kurang<\/li>\n<li>26% tingkat pendidikan perguruan tinggi<\/li>\n<li>51% tingkat pendidikan lebih dari perguruan tinggi<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi Pengguna LinkedIn Berdasarkan Pendapatan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>10% berpenghasilan kurang dari $30.000<\/li>\n<li>26% berpenghasilan $30.000 &#8211; $74.000<\/li>\n<li>49% berpenghasilan lebih dari $75.000<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Demografi Pinterest<\/h3>\n<p>Dengan lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia menggunakan Pinterest setiap bulan, pemasaran Pinterest bisa saja menjadi strategi besar berikutnya untuk diinvestasikan. Dengan fokus pada tampilan di awal, platform ini ideal untuk menitikberatkan produk dan konten yang menginspirasi atau aspiratif.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7951\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-10-242x342.png\" alt=\"\" width=\"242\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p><strong>Demografi Pinterest berdasarkan usia dan gender<\/strong><\/p>\n<p>Pengguna Pinterest saat ini lebih condong pada wanita. Di Amerika Serikat, 15% pria menggunakan Pinterest sementara 42% pada wanita.<\/p>\n<p>Pengelompokan demografi menurut usia :<\/p>\n<ul>\n<li>38% usia 18-24 tahun<\/li>\n<li>28% usia 25-30 tahun<\/li>\n<li>35% usia 30-49 tahun<\/li>\n<li>27% usia 50-64 tahun<\/li>\n<li>15% usia 65 tahun keatas<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi lokasi pengguna Pinterest<\/strong><\/p>\n<p>Pinterest juga memiliki basis pengguna internasional. Menurut <a href=\"https:\/\/www.statista.com\/statistics\/995071\/pinterest-app-mau-region\/\">Statistika<\/a>, ada 322 juta pengguna internasional dan 87 juta pengguna aktif secara bulanan di Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Di Amerika Serikat bila dirinci secara regional meliputi :<\/p>\n<ul>\n<li>30% tinggal di daerah perkotaan<\/li>\n<li>30% tinggal di daerah pinggiran kota<\/li>\n<li>26% tinggal di daerah pedesaan<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Pinterest berdasarkan tingkat pendidikan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>19% tingkat pendidikan sekolah menengah atas atau kurang<\/li>\n<li>32% tingkat pendidikan perguruan tinggi<\/li>\n<li>38% tingkat pendidikan lebih dari perguruan tinggi<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Pinterest berdasarkan tingkat pendapatan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>18% berpenghasilan kurang dari $30.000<\/li>\n<li>27% berpenghasilan $30.000 &#8211; $74.999<\/li>\n<li>41% berpenghasilan lebih dari $75.000<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Demografi Snapchat<\/h3>\n<p>Dibandingkan dengan jejaring sosial lain, Snapchat lebih menarik bagi pengguna yang lebih muda. Menjelang akhir 2019, aplikasi Snapchat melaporkan 210 juta pengguna aktif harian di situsnya. Menurut <a href=\"https:\/\/www.statista.com\/statistics\/250172\/social-network-usage-of-us-teens-and-young-adults\/\">Statistika<\/a> Snapchat merupakan jejaring sosial terpenting bagi 41% remaja.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7952\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-11-242x342.png\" alt=\"\" width=\"242\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p><strong>Demografi Snapchat berdasarkan usia dan gender<\/strong><\/p>\n<p>Penggunaan Snapchat berdasarkan gender terbagi rata antara pria dan wanita<\/p>\n<ul>\n<li>24% pria<\/li>\n<li>24% wanita<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pengelompokan demografi berdasarkan usia<\/p>\n<ul>\n<li>73% usia 18-24 tahun<\/li>\n<li>47% usia 25-30 tahun<\/li>\n<li>25% usia 30-49 tahun<\/li>\n<li>9% usia 50-64 tahun<\/li>\n<li>3% usia 65 tahun keatas<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Snapchat berdasarkan lokasi<\/strong><\/p>\n<p>Seperti pada aplikasi lain, Snapchat melihat penggunaan secara global tetapi pengguna terbanyak ada di Amerika Serikat dengan 97,55 juta. Posisi kedua adalah Perancis dengan 20,4 juta pengguna dan ketiga adalah India dengan 18,8 juta pengguna.<\/p>\n<p>Di Amerika Serikat perincian secara regional meliputi :<\/p>\n<ul>\n<li>29% tinggal di daerah perkotaan<\/li>\n<li>20% tinggal di daerah pinggiran kota<\/li>\n<li>20% tinggal di daerah pedesaan<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Snapchat berdasarkan tingkat pendidikan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>22% tingkat pendidikan sekolah menengah atau kurang<\/li>\n<li>29% tingkat pendidikan perguruan tinggi<\/li>\n<li>20% tingkat pendidikan lebih dari perguruan tinggi<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Snapchat berdasarkan tingkat pendapatan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>27% memiliki pendapatan kurang dari $30.000<\/li>\n<li>26% memiliki pendapatan $30.000 &#8211; $74.999<\/li>\n<li>22% memiliki pendapatan $75.000<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Demografi Youtube<\/h3>\n<p>Youtube telah digunakan secara luas di kalangan orang dewasa Amerika Serikat, peringkatnya lebih tinggi dari Facebook. Di Amerika Serikat 73% orang dewasa menggunakan platform streaming video. Bagi mereka yang menggunakannya 38% dari mereka melaporkan melakukan log-in beberapa kali dalam sehari. Karena konten video mengambil alih media sosial membangun kehadiran orang orang di Youtube adalah menjadi prioritas seperti saluran sosial lainnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7953\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-12-365x342.png\" alt=\"\" width=\"365\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7955\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/11-13-242x342.png\" alt=\"\" width=\"242\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p><strong>Demografi pengguna Youtube berdasarkan usia dan gender<\/strong><\/p>\n<p>Penggunaan Youtube berdasarkan gender lebih condong ke pria dengan<\/p>\n<ul>\n<li>78% pria<\/li>\n<li>68% wanita<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi dikelompokkan berdasarkan usia<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>90% usia 18-24 tahun<\/li>\n<li>93% usia 25-30 tahun<\/li>\n<li>87% usia 30-49 tahun<\/li>\n<li>70% usia 50-64 tahun<\/li>\n<li>38% usia 65 tahun keatas<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Youtube berdasarkan lokasi<\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan pengguna di Amerika Serikat perinciannya meliputi<\/p>\n<ul>\n<li>77% tinggal di daerah perkotaan<\/li>\n<li>74% tinggal di daerah pinggiran<\/li>\n<li>64% tinggal di daerah pedesaan<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Youtube berdasarkan tingkat pendidikan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>64% tingkat pendidikan sekolah menengah atas atau kurang<\/li>\n<li>79% tingkat pendidikan perguruan tinggi<\/li>\n<li>80% tingkat pendidikan lebih dari perguruan tinggi<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Demografi pengguna Youtube berdasarkan tingkat pendapatan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>68% berpenghasilan kurang dari $30.000<\/li>\n<li>75% berpenghasilan $30.000 &#8211; $74.999<\/li>\n<li>83% berpenghasilan lebih dari $75.000<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kesimpulan<\/p>\n<p>Penting untuk diperhatikan bahwa data ini digeneralisasi di jutaan pengguna dan berfungsi sebagai titik awal bagi sebuah brand untuk mecari tahu siapa saja yang paling mudah dijangkau dan melalui platform apa. Jika ternyata sebuah brand membutuhkan perluasan jangkauan sebaiknya melihat kembali data demografis dari keberadaan sosial untuk melihat apakah datanya bervariasi.<\/p>\n<p>Referensi<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/sproutsocial.com\/insights\/new-social-media-demographics\/\">Social media demographics to inform your brand\u2019s strategy in 2020<\/a><\/li>\n<li>Photo by <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/@dole777?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">dole777<\/a> on <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/s\/photos\/social-media?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">Unsplash<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Statistik demografis pengguna media sosial apa pun itu jenisnya adalah bagian penting dari data untuk strategi pemasaran. Sama seperti bagaimana ingin mengetahui siapa saja yang menggunakan produk dan jasa, mengetahui siapa di platform apa yang dapat membantu dalam meneliti, memasang iklan dan keputusan pemasaran. Karena ruang sosial terus berubah sangat berguna untuk mengetahui statistik terbaru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":11305,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-11304","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11304","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11304"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11304\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11826,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11304\/revisions\/11826"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11305"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}